Bupati M. Syukur Sambangi Korban Kebakaran Tunggul Bulin, Bantuan Langsung Disalurkan

WIB
Ist

Merangin – Bupati Merangin M. Syukur turun langsung menemui warga yang menjadi korban kebakaran di Desa Tunggul Bulin, Kecamatan Tabir Ilir, Jumat (16/10/2026).

Kunjungan itu dilakukan setelah kebakaran pada Selasa (13/10/2026) menghanguskan sembilan rumah warga.

Tak datang sendiri, M. Syukur membawa sejumlah kepala organisasi perangkat daerah untuk melihat langsung kondisi korban sekaligus memastikan bantuan dan penanganan pascabencana berjalan.

Di hadapan warga, M. Syukur menyampaikan rasa duka dan empati atas musibah yang dialami sembilan keluarga tersebut.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Merangin turut berduka dan berempati atas musibah kebakaran rumah yang terjadi di Tabir Ilir ini sebanyak sembilan rumah,” ujar M. Syukur.

Bantuan Diserahkan Langsung

Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Merangin menyerahkan bantuan kebutuhan dasar dan logistik pangan kepada korban.

Bantuan itu diharapkan dapat meringankan kebutuhan keluarga yang kini kehilangan tempat tinggal.

Namun bagi M. Syukur, kunjungan pemerintah tidak cukup hanya datang membawa bantuan.

Ia menekankan pentingnya pemerintah melihat langsung kondisi masyarakat.

Dengan turun ke lapangan, kebutuhan korban dapat diketahui lebih cepat dan penanganannya bisa segera dikoordinasikan.

Sejumlah Kepala OPD Ikut Turun

M. Syukur turut membawa jajaran dari Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, BPBD, Pemadam Kebakaran, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perhubungan hingga PMD.

Pelibatan sejumlah OPD itu dilakukan agar penanganan korban bisa dilakukan secara menyeluruh.

Mulai dari kebutuhan kesehatan, pangan, penanganan darurat hingga kemungkinan pemulihan fisik rumah warga.

Bupati ingin penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Setiap instansi diminta bergerak sesuai tugas masing-masing.

9 Rumah Hangus, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar

Berdasarkan laporan resmi Pemerintah Desa Tunggul Bulin Nomor 474.1/167/DS-TB/2026, sebanyak sembilan rumah terdampak dalam kebakaran tersebut.

Total kerugian material sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar.

Sembilan kepala keluarga yang tercatat terdampak berasal dari keluarga Amin, Aisah, Fahru Rozi, Hasiah, Saripah, Siandri, Alkomar, Syafriadi dan Gum.

Di balik angka kerugian itu, ada keluarga yang kini harus memulai kembali kehidupan setelah rumah mereka terbakar.

Karena itu, bantuan awal dari pemerintah diharapkan menjadi penopang selama masa darurat.

Bupati Minta Warga Lebih Waspada

Saat menemui warga, M. Syukur juga mengingatkan ancaman kebakaran masih perlu diwaspadai.

Kondisi kering membuat api mudah menyebar.

Ia meminta warga untuk tidak membakar kebun maupun hutan.

“Untuk saat ini tidak boleh membakar kebun, membakar hutan. Jika perlu sampah-sampah yang banyak menumpuk di rumah itu jangan dibakar dulu, karena dalam keadaan kering begini mudah sekali api tersulut,” tegasnya.

Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati menggunakan kompor gas dan mengecek instalasi listrik di rumah.

Imbauan itu disampaikan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Gotong Royong Warga Diapresiasi

M. Syukur turut mengapresiasi kekompakan warga Tabir Ilir dalam membantu para korban.

Gotong royong masyarakat dinilai penting ketika warga sedang menghadapi musibah.

Pemkab Merangin berharap bantuan yang diserahkan dapat menjadi awal bagi para korban untuk bangkit.

Kunjungan itu sekaligus menjadi pesan bahwa pemerintah daerah ingin hadir langsung di tengah warga yang terkena bencana.

Bagi sembilan keluarga di Tunggul Bulin, bantuan yang datang mungkin belum bisa mengganti seluruh yang hilang.

Namun setidaknya, mereka tidak harus menghadapi musibah itu sendirian. (*)

BeritaSatu Network