Kabut Asap Makin Pekat, PTPN IV Regional III Siapkan 43.000 Masker untuk Warga Riau

WIB
Ist

Pekanbaru – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Riau mulai mengganggu aktivitas warga.

Di tengah kondisi udara yang memburuk, karyawan PTPN IV Regional III turun langsung ke jalan.

Mereka membagikan masker gratis kepada pengendara yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.

Aksi dilakukan di Jalan Rambutan, tepat di depan Kantor Region Office PTPN IV Regional III, Pekanbaru, Kamis.

Sedikitnya 1.000 masker dibagikan kepada pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintas.

Namun jumlah itu baru sebagian.

PTPN IV PalmCo melalui Regional III menyiapkan total 43.000 masker untuk dibagikan secara bertahap di enam kabupaten/kota di Riau yang terdampak kabut asap.

Karyawan Turun Langsung ke Jalan

Belasan karyawan terlibat dalam pembagian masker.

Mereka berdiri di tepi jalan, menghampiri pengguna kendaraan dan menyerahkan masker satu per satu.

Perwakilan manajemen PTPN IV Regional III, Hotmatua, mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah kondisi kabut asap terlihat semakin pekat dalam beberapa hari terakhir.

“Beberapa hari ini terpantau kabut asap makin pekat. Kami berinisiatif turun langsung membagikan masker sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan,” ujar Hotmatua.

Di lapangan, masih ditemukan warga yang berkendara tanpa menggunakan pelindung pernapasan.

Padahal bau asap disebut sudah cukup menyengat.

Kondisi itulah yang membuat masker dipilih menjadi salah satu bentuk bantuan awal.

43 Ribu Masker untuk Enam Daerah

Aksi di Pekanbaru merupakan bagian dari program bantuan yang skalanya lebih besar.

Sebanyak 43.000 masker dialokasikan untuk enam wilayah terdampak di Provinsi Riau.

Selain Pekanbaru, penyaluran menyasar Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Siak, dan Indragiri Hulu.

Distribusi dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di masing-masing daerah.

Dengan pola tersebut, bantuan tidak hanya terkonsentrasi di ibu kota provinsi.

Daerah lain yang ikut terdampak kabut asap juga menjadi sasaran.

Kualitas Udara Jadi Perhatian

Dalam keterangan yang disampaikan perusahaan, kualitas udara di Pekanbaru dan sekitarnya sempat berada pada kategori sangat tidak sehat seiring paparan asap.

Karena itu, masyarakat yang tetap harus bekerja maupun beraktivitas di luar ruangan menjadi kelompok yang membutuhkan perlindungan tambahan.

Partikel halus di udara, termasuk PM2.5, menjadi salah satu perhatian karena dapat masuk ke saluran pernapasan.

Masker diharapkan membantu mengurangi paparan selama masyarakat berada di luar ruangan.

Namun perusahaan juga mendorong warga membatasi aktivitas luar rumah apabila kondisi udara semakin buruk.

Tidak Hanya Masker

Program tanggap karhutla PTPN IV Regional III tidak berhenti pada pembagian masker.

Sebelumnya, perusahaan juga telah menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat terdampak.

Program tersebut dijalankan melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL.

Penyalurannya dikoordinasikan bersama pemerintah daerah agar bantuan sampai kepada masyarakat yang dinilai membutuhkan.

Dengan begitu, bentuk bantuan tidak hanya menyasar persoalan kesehatan.

Dampak sosial dan kebutuhan rumah tangga warga juga ikut diperhatikan.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah

PTPN IV Regional III menilai penanganan dampak karhutla membutuhkan kerja bersama.

Karena itu, distribusi bantuan dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah setempat.

Koordinasi diperlukan untuk menentukan wilayah prioritas, jumlah kebutuhan dan kelompok masyarakat yang akan menerima bantuan.

Bagi perusahaan, keberadaan operasional perkebunan di tengah masyarakat juga membawa tanggung jawab untuk ikut hadir ketika lingkungan sekitar menghadapi bencana.

Warga Sambut Bantuan Masker

Aksi pembagian masker mendapat respons positif dari masyarakat yang melintas.

Bagi pengendara yang setiap hari tetap harus berada di jalan, masker menjadi kebutuhan sederhana tetapi penting ketika udara dipenuhi asap.

Sebagian warga langsung mengenakan masker setelah menerimanya.

Di tengah karhutla yang belum sepenuhnya terkendali, bantuan semacam ini memang tidak memadamkan api.

Namun setidaknya dapat menjadi perlindungan awal bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas.

Dari Pekanbaru, distribusi akan bergerak ke daerah lain.

Targetnya 43.000 masker.

Enam kabupaten/kota.

Dan satu tujuan: mengurangi risiko kesehatan masyarakat selama kabut asap masih menyelimuti Riau. (*)

BeritaSatu Network