60 Ribu Baung dan Nila Dilepas ke Sungai, PalmCo Jaga Ekosistem Perairan Riau

WIB
Ist

Pekanbaru – Puluhan ribu benih ikan kembali dilepas ke sungai-sungai di sekitar wilayah operasional PTPN IV Regional III di Riau.

Totalnya mencapai 60.000 benih ikan baung dan nila.

Penebaran dilakukan secara serentak di 12 sungai yang berbatasan dengan wilayah operasional pabrik kelapa sawit (PKS) PTPN IV Regional III.

Masyarakat hingga unsur pemerintah desa dan kecamatan ikut terlibat.

Plt Region Head PTPN IV Regional III Sori Ritonga mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan.

“Alhamdulillah, kita bersama masyarakat menebar 60.000 bibit ikan baung dan nila di sungai-sungai yang berbatasan dengan operasional pabrik,” ujar Sori di Pekanbaru, Jumat (23/10/2026).

“Ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian sungai dan sumber daya ikan di sekitar wilayah kerja perusahaan,” lanjutnya.

5.000 Ikan per Lokasi

Program tersebut dilaksanakan di sekitar 12 PKS.

Setiap lokasi mendapat alokasi sekitar 5.000 benih ikan.

Jika ditotal, jumlahnya mencapai 60.000 ekor.

Dua jenis ikan dipilih: baung dan nila.

Ikan baung merupakan salah satu ikan air tawar yang cukup populer di Riau dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Sementara nila dikenal relatif mudah beradaptasi serta banyak dikonsumsi maupun dibudidayakan.

“Harapan kita, ikan-ikan ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sungai tetap terjaga, populasi ikan terpelihara, dan ke depan masyarakat juga bisa merasakan manfaatnya,” kata Sori.

Bukan Sekadar Lepas Ikan

Bagi PTPN IV Regional III, restocking bukan hanya soal menambah jumlah ikan di sungai.

Ada tujuan yang lebih panjang.

Populasi ikan diharapkan tetap terjaga.

Ekosistem perairan dipelihara.

Dan masyarakat di sekitar sungai dapat memperoleh manfaat secara berkelanjutan.

Karena itu, warga juga dilibatkan sejak proses penebaran.

Perusahaan berharap keterlibatan tersebut menumbuhkan rasa memiliki terhadap sungai.

Warga Diminta Jaga Kualitas Air

Sori menekankan keberhasilan program tidak hanya bergantung pada jumlah ikan yang ditebar.

Kualitas sungai juga menentukan.

Masyarakat diajak menjaga air agar tidak tercemar.

Cara menangkap ikan yang merusak juga diminta dihindari.

Tujuannya agar ikan yang dilepas benar-benar memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang.

Kesadaran menjaga lingkungan sungai dinilai harus berjalan bersama antara perusahaan, pemerintah setempat dan masyarakat.

Sudah 70 Ribu Ikan Sepanjang 2026

Program kali ini menambah jumlah restocking yang dilakukan PTPN IV Regional III sepanjang tahun.

Sepanjang 2026, perusahaan menyebut sedikitnya telah menebar 70.000 benih ikan ke sungai-sungai di sekitar wilayah operasional.

Artinya, kegiatan 60.000 benih pada pekan ini menjadi bagian terbesar dari program tersebut.

Perusahaan menempatkan program ini sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem di sekitar kawasan operasional.

Operasional dan Lingkungan Harus Berjalan Bersama

Sori mengatakan kegiatan bisnis perusahaan tidak bisa dipisahkan dari lingkungan tempat perusahaan beroperasi.

“Keberlanjutan operasional perusahaan wajib berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah kerja,” ujarnya.

Prinsip tersebut kemudian diterjemahkan melalui program TJSL.

Tidak hanya restocking ikan.

PTPN IV Regional III juga mendukung penanaman puluhan ribu bibit pohon sebagai bagian dari program penghijauan.

Sungai Hari Ini, Manfaat untuk Warga Nanti

Program restocking memang tidak memberikan hasil dalam satu malam.

Benih harus tumbuh.

Sungai harus dijaga.

Dan populasinya perlu dibiarkan berkembang.

Namun justru di situlah nilai program tersebut.

Ikan yang dilepas hari ini diharapkan menjadi bagian dari ekosistem yang bisa terus memberi manfaat ke depan.

Bagi PTPN IV Regional III, menjaga sungai bukan sekadar urusan lingkungan.

Ia juga menyangkut keberlanjutan sumber daya yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar.

Enam puluh ribu benih sudah dilepas. Kini tantangannya adalah memastikan sungai tetap cukup sehat agar ikan-ikan itu benar-benar tumbuh dan kembali memberi manfaat kepada warga. (*)

BeritaSatu Network