JAMBI – Apa sebenarnya yang disebut kebaruan atau novelty dalam penelitian disertasi doktor? Apakah cukup dengan mengganti tahun penelitian? Ternyata tidak sesederhana itu.
Persoalan ini menjadi salah satu pembahasan menarik dalam Workshop Penulisan Karya Ilmiah yang berlangsung di lantai 5 Gedung Universitas Jambi (UNJA), Telanaipura, Kota Jambi, Sabtu (24/10/2026).
Workshop menghadirkan Prof Amirul Mukminin sebagai pemateri dengan topik Strategi Efektif Menelusuri Jurnal Terindeks Scopus untuk Penelitian Disertasi Doktor.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Program Studi S3 Ekonomi UNJA Prof Haryadi dan Dekan Fakultas Ekonomi UNJA Prof Sofia Amin.
Mengawali sambutannya, Prof Haryadi terlebih dahulu menyampaikan pantun dan menyapa peserta workshop. Suasana pembukaan kemudian mengarah pada persoalan serius yang kerap dihadapi mahasiswa doktoral, yakni bagaimana membangun kebaruan ilmiah dalam disertasi.
Menurut Haryadi, mahasiswa doktoral harus mampu menjelaskan apa yang benar-benar baru dari penelitiannya. Bukan sekadar memilih objek berbeda atau mengganti tahun penelitian.

Ia mengingatkan bahwa novelty harus menunjukkan sisi pembeda yang memiliki kontribusi ilmiah dibandingkan penelitian terdahulu.
Prof Haryadi bahkan menyinggung anggapan bahwa pergantian tahun penelitian sudah cukup untuk disebut kebaruan. Jika logika itu digunakan, setiap pergantian kalender bisa dianggap melahirkan novelty baru.
Padahal, kebaruan ilmiah menuntut peneliti memahami berbagai penelitian terdahulu, menemukan celah penelitian, serta menjelaskan kontribusi yang ditawarkan melalui disertasinya.
Sementara itu, Prof Sofia Amin menekankan bahwa pendidikan doktoral bukan semata-mata persoalan menyelesaikan disertasi dan memperoleh gelar akademik.

Lebih dari itu, seorang doktor dituntut memiliki kemandirian intelektual dan ketajaman analisis dalam memahami serta menjawab persoalan secara ilmiah.
Menurut Sofia, literatur ilmiah merupakan fondasi penting dalam membangun argumentasi penelitian. Melalui penelusuran dan pemahaman literatur, peneliti dapat menemukan kebaruan yang menjadi dasar pengembangan disertasi.
Karena itu, ia menilai workshop penulisan karya ilmiah ini sangat relevan untuk memperkuat kemampuan akademik mahasiswa doktoral.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof Amirul Mukminin mengenai strategi efektif menelusuri jurnal ilmiah terindeks Scopus sebagai rujukan penelitian disertasi doktor.(*)
