Tebo - Nama penyedianya sama. Paketnya sama. Nilainya pun persis sama. Bahkan, status pengadaannya tidak berbeda. Yang membedakan hanya kode transaksi.
Pola itu ditemukan pada tujuh pasangan transaksi dalam data pengadaan Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo tahun anggaran 2026. Nama yang tercatat meliputi Wonita Sari, Berkah Sulung Utama, Mardiyatul Husna, Hanzo Future Group, dan Rika Mardona.
Ketujuh pasangan tersebut terdiri atas 14 transaksi dengan nilai keseluruhan Rp 28.171.360.
Apakah pembeliannya memang dilakukan berulang untuk kebutuhan berbeda? Apakah ada perbedaan waktu, jumlah barang, atau periode pelayanan?
Berkas yang tersedia belum menjelaskannya.
Catatan itu muncul dari pengolahan 383 transaksi pengadaan Dinkes Tebo senilai Rp 7.459.524.594. Data tersebut memuat 75 nama penyedia dan 213 kode Rencana Umum Pengadaan atau RUP.
Seluruh transaksi diperhitungkan dalam penelaahan pada Selasa (3/11/2026). Semuanya tercatat pada satuan kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, kode 1.02.0.00.0.00.01.0000, tahun anggaran 2026.
Metodenya juga seragam: E-Purchasing melalui E-Katalog Versi 6.0.
Karena itu, nama-nama dalam berkas ini merupakan penyedia yang tercatat dalam transaksi katalog elektronik. Data tersebut tidak memuat persaingan penawaran seperti pada tender.
Angka Rp 7,46 miliar merupakan penjumlahan nilai seluruh transaksi dalam berkas. Sebagiannya berada pada tahap kontrak, sebagian lainnya serah terima. Angka tersebut belum menunjukkan seluruh uang yang telah dibayarkan maupun keseluruhan anggaran Dinkes Tebo.
Di antara ratusan transaksi itu, tujuh pasangan tadi layak diperiksa lebih jauh. Kesamaannya bukan sebatas nominal, melainkan seluruh 15 kolom selain kode paket.
Rinciannya sebagai berikut. Nama pekerjaan diringkas tanpa mengubah jenis kebutuhannya.
| Penyedia | Kode RUP | Kebutuhan dalam nama paket | Nilai masing-masing transaksi | Jumlah dua transaksi |
|---|---|---|---|---|
| Berkah Sulung Utama | 65703558 | Alat listrik Puskesmas Sungai Abang | Rp 1.424.130 | Rp 2.848.260 |
| Wonita Sari | 66002000 | Pemeliharaan personal komputer | Rp 2.190.000 | Rp 4.380.000 |
| Wonita Sari | 66005014 | Belanja modal alat pendingin | Rp 1.110.000 | Rp 2.220.000 |
| Mardiyatul Husna | 65234681 | Jasa tenaga kebersihan | Rp 4.000.000 | Rp 8.000.000 |
| Wonita Sari | 66001874 | Pemeliharaan alat pendingin | Rp 3.024.750 | Rp 6.049.500 |
| Hanzo Future Group | 65234105 | Makanan dan minuman rapat | Rp 1.360.000 | Rp 2.720.000 |
| Rika Mardona | 64428891 | Bahan cetak PKM Mengupeh | Rp 976.800 | Rp 1.953.600 |
| Total | 14 transaksi | Rp 28.171.360 |
Wonita Sari muncul dalam tiga pasangan, masing-masing untuk pemeliharaan komputer, pembelian alat pendingin, dan pemeliharaan alat pendingin.
Contohnya, dua transaksi pemeliharaan komputer senilai masing-masing Rp 2.190.000 memakai kode 01KRCYEZZPDJ0JQPMF6WHE6MWH dan 01M2HAZ1BZ4DRPNRTBASVS50BS.
Keduanya menggunakan RUP 66002000, nama penyedia yang sama, serta sama-sama berstatus PAYMENT OUTSIDE SYSTEM pada tahap Serah Terima.
Sementara itu, dua transaksi Mardiyatul Husna senilai masing-masing Rp 4 juta sama-sama berada pada tahap Kontrak. Begitu pula dua transaksi Hanzo Future Group, masing-masing Rp 1.360.000.
Lima pasangan lainnya sama-sama berada pada tahap Serah Terima.
Kesamaan tersebut belum membuktikan pembayaran rangkap. Kode transaksi yang berbeda bisa mewakili pesanan atau periode kebutuhan yang berbeda. Untuk membedakannya, diperlukan tanggal pesanan, rincian barang, volume, periode pekerjaan, tagihan, dan dokumen penerimaan.
Informasi itulah yang belum tersedia dalam ekspor data ini.
Pemeriksaan juga tidak menemukan kode paket duplikat ataupun baris yang identik pada seluruh kolom. Dengan demikian, persoalannya adalah kemiripan rincian antarkode transaksi, bukan ditemukannya satu kode yang tercantum dua kali.
Pola serupa ternyata tidak berhenti pada tujuh pasangan.
Jika pencocokan dilakukan berdasarkan nama penyedia, RUP, nama paket, dan nilai, terdapat tiga pasangan tambahan. Bedanya, status dan tahap pengadaan pada masing-masing pasangan tidak sama.
| Penyedia | Kode RUP | Kebutuhan | Nilai masing-masing transaksi | Jumlah dua transaksi |
|---|---|---|---|---|
| Syamsul Hidayat | 62391449 | Makanan dan minuman rapat | Rp 2.000.000 | Rp 4.000.000 |
| Cahaya Niaga Distribusi | 65228734 | Bahan bangunan dan konstruksi | Rp 279.720 | Rp 559.440 |
| Berkah Sulung Utama | 65594021 | Bahan komputer | Rp 1.748.250 | Rp 3.496.500 |
| Total | 6 transaksi | Rp 8.055.940 |
Pada ketiga pasangan tersebut, satu transaksi berstatus ON PROCESS pada tahap Kontrak. Pasangannya berstatus PAYMENT OUTSIDE SYSTEM pada tahap Serah Terima.
Dengan kriteria pencocokan yang lebih terbatas itu, keseluruhannya menjadi 10 pasangan atau 20 transaksi senilai Rp 36.227.300.
Nilai tersebut merupakan jumlah transaksi yang memiliki pola serupa, bukan nilai kerugian ataupun pembayaran ganda yang sudah terbukti.
Di luar kesamaan rincian, frekuensi kemunculan penyedia juga menarik ditelusuri.
Cahaya Niaga Distribusi menjadi nama yang paling sering tercatat: 48 transaksi. Nilainya Rp 119.870.676, tersebar pada 22 RUP.
Kebutuhannya beragam, mulai dari alat tulis, kertas dan cover, bahan komputer, perabot kantor, alat listrik, bahan cetak, isi tabung gas, hingga pemeliharaan komputer dan alat pendingin.
Berikutnya Berkah Sulung Utama, dengan 40 transaksi senilai Rp 103.874.910 pada 21 RUP. Nama paketnya antara lain kebutuhan alat tulis, bahan komputer, kertas, perabot, bahan cetak, serta alat listrik. Beberapa secara langsung menyebut Puskesmas Sungai Abang dan Puskesmas Sungai Bengkal.
Dua penyedia ini saja tercatat dalam 88 transaksi senilai Rp 223.745.586.
Banyaknya transaksi tidak sama dengan besarnya penguasaan nilai pengadaan. Porsi nilai kedua penyedia tersebut sekitar 3 persen dari keseluruhan nilai dalam berkas.
Ada pula Wonita Sari dengan 27 transaksi senilai Rp 227.666.800 pada 18 RUP. Kebutuhannya mencakup komputer, alat pendingin, pemeliharaan peralatan, dan sejumlah belanja lainnya.
Delvi Mariza tercatat dalam 22 transaksi senilai Rp 102.030.534, tetapi hanya menggunakan empat RUP. Rinciannya meliputi alat tulis, bahan cetak, kertas dan cover, serta bahan komputer.
Yangki Prima Putra muncul dalam 19 transaksi senilai Rp 78.721.150 pada lima RUP. Rafita Irfahyadi tercatat dalam 12 transaksi senilai Rp 41.098.860 pada tiga RUP.
Penggunaan satu RUP untuk beberapa transaksi membutuhkan pembacaan sampai ke rincian pesanan. Pembelian dapat dilakukan bertahap mengikuti kebutuhan. Data ringkas ini belum cukup untuk menyimpulkan adanya pemecahan paket yang melanggar ketentuan.
Namun, dasar pembelian berulang tetap penting untuk diperlihatkan: siapa penggunanya, kapan dibutuhkan, berapa jumlahnya, dan bagaimana harga setiap pembelian ditetapkan.
Catatan lain terlihat pada pengelompokan jenis pengadaan.
Terdapat sembilan transaksi senilai Rp 92.537.887 yang nama paketnya menyebut jasa kebersihan atau pengolahan sampah, tetapi kolom jenis pengadaannya tertulis Barang.
Lima transaksi di antaranya tercatat atas nama Elang Hijau Tebo Sejahtera, dengan jumlah Rp 75.537.887.
Rinciannya meliputi:
| Kode RUP | Nama kebutuhan | Nilai |
|---|---|---|
| 65596546 | Jasa pengolah sampah Puskesmas Sungai Bengkal | Rp 29.970.000 |
| 66191511 | Jasa pengelola sampah | Rp 7.192.800 |
| 65601434 | Jasa pengolahan sampah Puskesmas SP II Sekutur Jaya | Rp 10.789.200 |
| 65235909 | Jasa pengolah sampah | Rp 14.085.900 |
| 64378188 | Jasa pengelolah sampah, mengikuti penulisan dalam data | Rp 13.499.987 |
| Total | Rp 75.537.887 |
Empat transaksi lainnya terdiri atas dua transaksi Muslida untuk jasa tenaga kebersihan, masing-masing Rp 4 juta dan Rp 5 juta, serta dua transaksi Mardiyatul Husna, masing-masing Rp 4 juta.
Dua transaksi Mardiyatul Husna itu juga termasuk dalam pasangan berpola sama yang dijelaskan sebelumnya. Nilainya tidak dihitung lagi sebagai tambahan di luar total 383 transaksi.
Secara keseluruhan, Elang Hijau Tebo Sejahtera tercatat dalam 19 transaksi senilai Rp 208.178.514, menggunakan 19 RUP. Nama pekerjaannya berkaitan dengan pengolahan sampah, limbah, dan kebersihan.
Seluruhnya berstatus ON PROCESS pada tahap Kontrak. Sebanyak 14 transaksi dikelompokkan sebagai Jasa Lainnya, sedangkan lima lainnya sebagai Barang.
Mengapa nama kebutuhan yang sama-sama menyebut jasa masuk ke kategori berbeda? Apakah ada komponen barang dalam pesanan, atau pencatatannya perlu diperbaiki?
Penjelasan itu memerlukan rincian pekerjaan.
Jika penelusuran diperluas ke seluruh nama paket yang memuat kata “jasa” atau “pemeliharaan”, terdapat 17 transaksi senilai Rp 108.677.937 yang dikategorikan sebagai Barang. Sembilan transaksi kebersihan dan sampah tadi termasuk di dalamnya.
Nama paket saja belum cukup untuk menetapkan kesalahan klasifikasi. Pekerjaan pemeliharaan, misalnya, dapat melibatkan pembelian komponen. Tetapi, perbedaan antara nama kebutuhan dan kategori pencatatan merupakan alasan konkret untuk memeriksa dokumen pesanan.
Ada satu pencatatan lain yang juga perlu dijelaskan.
Satu-satunya transaksi berjenis Pekerjaan Konstruksi justru bernama “Belanja Pemeliharaan Alat Kantor dan Rumah Tangga - Alat Rumah Tangga - Alat Pendingin”.
Penyedianya Arifah Andriyah, senilai Rp 4.265.730, dengan RUP 66108012 dan kode transaksi 01KVA6A3Y698PKZ71ZT4QZ10EM. Statusnya ON PROCESS pada tahap Kontrak.
Lingkup pekerjaan perlu dibuka untuk mengetahui dasar pengelompokannya.
Sementara itu, penyedia dengan nilai terbesar dalam berkas adalah Berkah Instalasi Medika.
Perusahaan tersebut tercatat satu kali, senilai Rp 706.809.996, untuk “Belanja Suku Cadang -Suku Cadang Alat Laboratorium”, RUP 62350526. Transaksinya berada pada tahap Kontrak.
Posisi berikutnya ditempati Bernofarm, dengan tiga transaksi obat senilai Rp 704.874.531.
Rinciannya Rp 415.269.870 dan Rp 105.956.160 untuk obat dengan penamaan DAK Non Fisik, serta Rp 183.648.501 untuk obat dengan penamaan DAU SG. Dua transaksi berada pada tahap Serah Terima, satu lainnya Kontrak.
UBC Medical Indonesia tercatat satu transaksi penyediaan kartrid TCM senilai Rp 649.852.043, RUP 62367203, pada tahap Kontrak.
Kemudian Alima Sarana Bersama, dengan satu transaksi suku cadang alat kedokteran berlabel DAU SG senilai Rp 631.114.920, RUP 62364317, pada tahap Serah Terima.
Nilai empat penyedia tersebut mencapai Rp 2.692.651.490, atau sekitar 36,10 persen dari keseluruhan nilai dalam berkas.
Berkas belum memuat rincian merek, jumlah unit, harga satuan, ataupun spesifikasi produk pada transaksi-transaksi tersebut. Karena itu, kewajaran harganya belum dapat dinilai hanya dengan membandingkan nominal total.
Untuk kebutuhan obat, terdapat dua kelompok RUP besar.
RUP 62364481, bernama “Belanja Obat-Obatan-Obat (DAK Non Fisik)”, memuat 18 transaksi pada 15 penyedia dengan jumlah Rp 2.194.435.218.
RUP 62364568, bernama “Belanja Obat-Obatan-Obat (DAU SG)”, memuat tiga transaksi pada tiga penyedia, yakni Bernofarm, Satoria Aneka Industri, dan Duta Kaisar Pharmacy. Jumlahnya Rp 495.726.888.
Gabungan kedua kelompok belanja obat tersebut mencapai Rp 2.690.162.106.
Kelompok besar lainnya adalah RUP 62364161, untuk suku cadang alat kedokteran dengan penamaan DAK Non Fisik. Terdapat delapan transaksi pada delapan penyedia dengan jumlah Rp 1.005.175.903.
Selain belanja suku cadang laboratorium melalui Berkah Instalasi Medika, ada transaksi atas nama Arkanindoplast Utama senilai Rp 119.950.152. Nama paketnya juga suku cadang alat laboratorium, tetapi menggunakan RUP berbeda, yakni 62352669.
Dari sisi sumber dana, komposisinya sebagai berikut:
| Sumber dana dalam data | Jumlah transaksi | Nilai | Porsi nilai |
|---|---|---|---|
| APBD | 54 | Rp 5.887.300.241 | 78,92% |
| BLUD | 329 | Rp 1.572.224.353 | 21,08% |
| Total | 383 | Rp 7.459.524.594 | 100% |
Transaksi berlabel BLUD jauh lebih banyak, tetapi nilai terbesar berada pada kelompok APBD.
Adapun jenis pengadaan yang tercatat adalah:
| Jenis pengadaan | Jumlah transaksi | Nilai |
|---|---|---|
| Barang | 315 | Rp 7.090.467.512 |
| Jasa Lainnya | 67 | Rp 364.791.352 |
| Pekerjaan Konstruksi | 1 | Rp 4.265.730 |
| Total | 383 | Rp 7.459.524.594 |
Komposisi tersebut mengikuti kolom jenis pengadaan dalam berkas, termasuk transaksi yang nama paket dan kategorinya perlu diperiksa lebih lanjut.
Pada kolom produk dalam negeri atau PDN, dua transaksi tercatat bernilai nol.
Pertama, transaksi Alima Sarana Bersama Rp 631.114.920 untuk suku cadang alat kedokteran.
Kedua, transaksi Wonita Sari Rp 5.661.000 untuk “Belanja Modal Alat Pendingin”, RUP 66202443.
Jumlah keduanya Rp 636.775.920, setara sekitar 8,54 persen dari nilai seluruh transaksi. Pada kedua transaksi tersebut, nilai UMK justru tercatat penuh, sama dengan nilai transaksinya.
Mengapa nilai PDN keduanya nol? Berkas belum memuat keterangan mengenai produk maupun dasar pengisian kolom tersebut.
Angka nol belum cukup untuk menyatakan barangnya seluruhnya impor atau pengadaannya melanggar ketentuan. Label PDN dan sertifikasi TKDN merupakan informasi berbeda dalam katalog elektronik. INAPROC juga membedakan atribut produk dengan kategori penyedianya.
Secara keseluruhan, nilai PDN dalam berkas mencapai Rp 6.822.748.674, atau 91,46 persen dari total nilai transaksi. Sebanyak 381 transaksi memiliki nilai PDN penuh, sedangkan dua lainnya nol.
Persentase tersebut merupakan perbandingan nominal, bukan persentase TKDN barang.
Untuk nilai UMK, jumlahnya Rp 3.497.804.544, atau 46,89 persen. Sebanyak 356 transaksi memiliki nilai UMK penuh, sedangkan 27 transaksi bernilai nol.
Nilai keseluruhan transaksi dengan kolom UMK nol mencapai Rp 3.961.720.050.
PDN dan UMK tidak dapat dijumlahkan sebagai dua kelompok belanja terpisah. Satu transaksi dapat tercatat sekaligus pada kedua kolom.
Status pengadaan juga memerlukan pembacaan yang cermat.
| Status paket | Tahap | Jumlah transaksi | Nilai |
|---|---|---|---|
| PAYMENT OUTSIDE SYSTEM | Serah Terima | 243 | Rp 4.783.827.316 |
| ON PROCESS | Kontrak | 140 | Rp 2.675.697.278 |
| Total | 383 | Rp 7.459.524.594 |
Sebanyak 243 transaksi, dengan porsi nilai 64,13 persen, berstatus PAYMENT OUTSIDE SYSTEM.
Istilah tersebut tidak otomatis menunjukkan pembayaran di luar prosedur. INAPROC menyediakan mekanisme pembayaran di luar sistem, termasuk pengisian tanggal pembayaran, pengunggahan bukti, dan konfirmasi penyedia.
INAPROC juga menjelaskan perubahan status menjadi pesanan diselesaikan di luar sistem untuk invoice yang lebih dari 30 hari tidak ditindaklanjuti ke tahap pembayaran. Namun, ekspor data ini tidak menerangkan mekanisme mana yang berlaku pada setiap transaksi.
Karena itu, status aplikasi perlu dicocokkan dengan riwayat pesanan, bukti pembayaran, dan dokumen penerimaan. Label tersebut saja belum memastikan tanggal maupun jumlah uang yang telah diterima penyedia.
Sementara itu, 140 transaksi senilai Rp 2.675.697.278 masih tercatat pada tahap Kontrak. Porsinya 35,87 persen.
Memasuki November, kepastian jadwal pengiriman barang dan penyelesaian layanan menjadi penting. Tetapi, berkas tidak menyediakan tanggal pesanan, masa kontrak, tenggat, ataupun waktu pembaruan status.
Dengan keterbatasan tersebut, tahap Kontrak belum dapat dijadikan bukti bahwa pengiriman terlambat atau pekerjaan belum dilakukan.
Berikut rekap seluruh 75 penyedia, diurutkan berdasarkan nilai transaksi. Penulisan nama mengikuti data, dengan nama panjang Bio Farma dan Kimia Farma diringkas agar mudah dibaca.
| No. | Penyedia | Transaksi | Total nilai |
|---|---|---|---|
| 1 | Berkah Instalasi Medika | 1 | Rp 706.809.996 |
| 2 | Bernofarm | 3 | Rp 704.874.531 |
| 3 | UBC Medical Indonesia | 1 | Rp 649.852.043 |
| 4 | Alima Sarana Bersama | 1 | Rp 631.114.920 |
| 5 | Mukti Rejo Abadi | 1 | Rp 369.963.000 |
| 6 | Doa Alkesindo Sejahtera | 1 | Rp 356.506.210 |
| 7 | PT Bio Farma (Persero) | 2 | Rp 295.149.000 |
| 8 | Phapros | 2 | Rp 251.903.400 |
| 9 | Satoria Aneka Industri | 1 | Rp 247.285.800 |
| 10 | Sampharindo Perdana | 1 | Rp 231.224.100 |
| 11 | Wonita Sari | 27 | Rp 227.666.800 |
| 12 | Elang Hijau Tebo Sejahtera | 19 | Rp 208.178.514 |
| 13 | Dexa Medica | 1 | Rp 203.685.000 |
| 14 | Mersifarma Tirmaku Mercusana | 1 | Rp 168.542.400 |
| 15 | Dapuja Solusi Teknologi | 12 | Rp 140.367.270 |
| 16 | Arkanindoplast Utama | 1 | Rp 119.950.152 |
| 17 | Cahaya Niaga Distribusi | 48 | Rp 119.870.676 |
| 18 | Merapi Utama Pharma | 1 | Rp 105.450.000 |
| 19 | Berkah Sulung Utama | 40 | Rp 103.874.910 |
| 20 | Delvi Mariza | 22 | Rp 102.030.534 |
| 21 | Arifah Andriyah | 6 | Rp 100.866.477 |
| 22 | Graha Farma | 1 | Rp 95.420.040 |
| 23 | Hexpharm Jaya Laboratories | 1 | Rp 90.553.800 |
| 24 | M. Haris | 11 | Rp 81.277.530 |
| 25 | Yangki Prima Putra | 19 | Rp 78.721.150 |
| 26 | PT Kimia Farma (Persero) | 1 | Rp 73.199.128 |
| 27 | Perdana Cahaya Medika | 1 | Rp 67.349.250 |
| 28 | Menara Medika Pratama | 1 | Rp 65.934.000 |
| 29 | Duta Kaisar Pharmacy | 1 | Rp 64.792.587 |
| 30 | Erlangga Edi Laboratories | 1 | Rp 50.065.440 |
| 31 | Hanafi Amran | 15 | Rp 47.312.468 |
| 32 | Kastara Teknologi Internasional | 1 | Rp 45.602.685 |
| 33 | Zayn Reychi Eternal | 1 | Rp 43.850.000 |
| 34 | Tanjung Pucuk Lestari | 2 | Rp 42.985.860 |
| 35 | Dwiasri Graha | 1 | Rp 41.359.666 |
| 36 | Rafita Irfahyadi | 12 | Rp 41.098.860 |
| 37 | Sigra Duta Medikal | 1 | Rp 37.129.944 |
| 38 | Pitaloka Awyodia | 25 | Rp 36.820.061 |
| 39 | Rika Mardona | 21 | Rp 36.328.191 |
| 40 | Prima Dua Kurnia | 8 | Rp 31.197.660 |
| 41 | Holi Pharma | 1 | Rp 27.972.000 |
| 42 | Dian Safitri | 7 | Rp 25.672.508 |
| 43 | Alea Anugrah Grafika | 8 | Rp 24.762.990 |
| 44 | Triman | 1 | Rp 24.748.560 |
| 45 | Makmur Denza Permata | 9 | Rp 22.388.145 |
| 46 | Serenity Indonesia | 1 | Rp 21.331.148 |
| 47 | Irwansyah | 4 | Rp 14.677.419 |
| 48 | Ethica Industri Farmasi | 1 | Rp 11.446.320 |
| 49 | Marselina | 1 | Rp 9.000.000 |
| 50 | Muslida | 2 | Rp 9.000.000 |
| 51 | Agus Suprianto | 1 | Rp 9.000.000 |
| 52 | Tumar | 1 | Rp 9.000.000 |
| 53 | Nilawati Asri | 1 | Rp 9.000.000 |
| 54 | Edy Candra | 1 | Rp 9.000.000 |
| 55 | Ismiyati | 1 | Rp 8.000.000 |
| 56 | Mardiyatul Husna | 2 | Rp 8.000.000 |
| 57 | Jasnita | 1 | Rp 8.000.000 |
| 58 | Hanzo Future Group | 5 | Rp 6.540.000 |
| 59 | Aprizal | 1 | Rp 6.000.000 |
| 60 | Elsa Zuliana | 1 | Rp 6.000.000 |
| 61 | Sam Simar | 1 | Rp 6.000.000 |
| 62 | Rido Saputra | 1 | Rp 6.000.000 |
| 63 | M. Tarmizi | 1 | Rp 6.000.000 |
| 64 | Eliza | 1 | Rp 6.000.000 |
| 65 | Abi Waqqosh | 1 | Rp 6.000.000 |
| 66 | Yati Otovia | 1 | Rp 6.000.000 |
| 67 | Evida Nora | 1 | Rp 6.000.000 |
| 68 | Pazniyarni | 1 | Rp 6.000.000 |
| 69 | Patmawati | 1 | Rp 6.000.000 |
| 70 | Rusda | 1 | Rp 5.000.000 |
| 71 | Ngatiem | 1 | Rp 5.000.000 |
| 72 | Syamsul Hidayat | 2 | Rp 4.000.000 |
| 73 | Assyifa Printing Tebo | 2 | Rp 3.963.311 |
| 74 | Cello Anugerah Perkasa | 1 | Rp 1.025.640 |
| 75 | Ria Printing Tebo | 1 | Rp 832.500 |
| Total | 383 | Rp 7.459.524.594 |
Dari seluruh data tersebut, penjelasan paling mendesak adalah pembeda antarpesanan yang memiliki rincian sama, dasar pengelompokan jasa sebagai barang, serta rincian produk pada belanja bernilai besar.
Dokumen pesanan dan penerimaan dapat menjawab apakah transaksi serupa merupakan kebutuhan yang berbeda. Rincian pekerjaan dapat menjelaskan kategorinya. Bukti pembayaran dapat memastikan uang yang benar-benar telah dikeluarkan.
Bahan yang tersedia belum memuat penjelasan Dinkes Tebo maupun penyedia mengenai catatan-catatan tersebut.
Bagi warga yang datang ke puskesmas, manfaat pengadaan akan terasa ketika obat tersedia, alat pemeriksaan dapat digunakan, dan pelayanan berlangsung di lingkungan yang bersih. Setiap transaksi perlu bisa ditelusuri sampai ke barang atau layanan yang diterima untuk memenuhi kebutuhan itu.(*)