Muara Bulian - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batanghari benar-benar 'ngegas' dalam merealisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di awal Tahun 2026. Fokus utama belanja miliaran rupiah ini dialokasikan untuk memborong alat peraga sekolah.
Awalnya, proyek pengadaan ini terpantau bernilai Rp 6,43 Miliar untuk tiga paket. Namun, berdasarkan perkembangan data terbaru live monitoring E-Katalog 6.0 yang dihimpun, jumlah paket pengadaan alat peraga tersebut bertambah menjadi empat paket.
Jika diakumulasikan seluruhnya, total uang rakyat yang digelontorkan Disdikbud Batanghari untuk keempat paket alat peraga tersebut menembus angka fantastis, yakni Rp 7.491.500.013 (Rp 7,49 Miliar).
Seluruh paket raksasa ini dieksekusi melalui metode E-Purchasing dan saat ini berstatus ON PROCESS. Berikut rincian empat proyek miliaran rupiah yang dimenangkan oleh empat rekanan berbeda:
1. Alat Peraga Modul Percobaan Fisika Porsi anggaran terbesar disedot untuk pengadaan alat peraga fisika. Paket ini dikerjakan oleh penyedia SRIKANDI BANDHAWA JAYA dengan nilai kontrak mencapai Rp 2.862.000.015 (Rp 2,86 Miliar).
2. Alat Peraga Komprehensif dan Informatif SD Di urutan kedua, ada pengadaan alat peraga untuk tingkat Sekolah Dasar (SD). Proyek ini dimenangkan oleh penyedia TEMAN TERBAIK INDONESIA dengan nilai kontrak nyaris menembus Rp 2,1 Miliar, tepatnya Rp 2.099.999.998.
3. Alat Peraga IPBA Informatif SD Disdikbud Batanghari juga membelanjakan paket alat peraga Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA) untuk jenjang SD. Paket ini digarap oleh penyedia AMANAH dengan nilai kontrak Rp 1.472.000.009 (Rp 1,47 Miliar).
4. Alat Peraga Komprehensif dan Informatif SMP Paket terbaru yang terpantau masuk dalam daftar belanja adalah alat peraga untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Proyek ini dieksekusi oleh penyedia G** M**** U**** dengan nilai kontrak Rp 1.057.499.991 (Rp 1,05 Miliar).
Pengadaan alat peraga bernilai jumbo ini diharapkan bisa segera didistribusikan secara merata ke sekolah-sekolah di pelosok Batanghari. Publik tentu menanti wujud fisik dari barang seharga miliaran rupiah ini. Alat peraga yang dibeli wajib berkualitas, awet, dan benar-benar mampu mendongkrak mutu pembelajaran siswa, bukan sekadar rutinitas penyerapan anggaran di awal tahun semata.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Disdikbud Kabupaten Batanghari belum memberikan keterangan atau klarifikasi resmi terkait urgensi dan rincian teknis dari proyek pengadaan bernilai nyaris Rp 7,5 Miliar tersebut.(*)