Muara Bulian - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batanghari menyiapkan terobosan infrastruktur kesehatan di tahun 2026. Guna mengantisipasi krisis listrik dan mendukung energi hijau, Dinkes mengalokasikan dana miliaran rupiah dari APBD untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah fasilitas kesehatan.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat dua paket jumbo untuk pengadaan panel surya ini.
Pertama, paket Belanja Modal Instalasi PLTS Puskesmas 14 KVA yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai pagu menyentuh Rp 3.059.700.000 (Rp 3 Miliar).
Kedua, pengadaan instalasi PLTS untuk Puskesmas Pembantu (Pustu) 5 KVA dengan pagu Rp 436.583.945. Jika ditotal, proyek transisi energi ini menelan dana nyaris Rp 3,5 miliar.
Selain proyek fisik, Dinkes Batanghari juga fokus pada keamanan konsumsi masyarakat dan akurasi diagnosa penyakit. Ratusan juta rupiah dialokasikan khusus untuk kegiatan di laboratorium.
Untuk menjamin makanan yang beredar aman, Dinkes menganggarkan Belanja Jasa Pengujian Sampel Pangan yang dipecah ke dalam dua paket swakelola bernilai fantastis, yakni Rp 280.000.000 dan Rp 207.000.500. Tersedia pula paket Belanja Barang Sampel Pangan senilai Rp 26.040.000.
Sementara itu, untuk kelancaran riset dan uji medis, Dinkes juga mengontrak Jasa Tenaga Laboratorium dalam tiga paket berbeda dengan rincian anggaran masing-masing Rp 254.070.200, Rp 180.000.000, dan Rp 97.770.000.
Pengadaan alat rapid test untuk penyakit menular seperti RDT Kombo Malaria (Rp 72,6 juta) dan HIV Syphilis Combo (Rp 97,6 juta) juga masuk dalam daftar belanja tahun ini.(*)