Malam Ini Ernawati Dilantik Jadi Ketua ISMI Jambi, Al Haris Pimpin Dewan Pembina, HBA Dewan Penasehat

WIB
IST

JAMBI — Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi memasuki hari penting.

Malam ini, Jumat 19 Juni 2026, Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd., akan resmi dilantik sebagai Ketua ISMI Provinsi Jambi.

Pelantikan dijadwalkan berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Jambi.

Tidak sendiri.

Ernawati akan dilantik bersama Dr. Fahmi Rasid, S.E., M.AP., sebagai Sekretaris ISMI Jambi, serta jajaran pengurus ISMI Provinsi Jambi.

Agenda ini juga akan dirangkai dengan pengukuhan para penerima mandat pembentukan ISMI tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Artinya, pelantikan malam ini bukan hanya pengukuhan pengurus provinsi.

Tetapi juga menjadi langkah awal konsolidasi ISMI di seluruh daerah di Provinsi Jambi.

Menjelang pelantikan, tim dari Pengurus Besar (PB) ISMI sudah tiba di Jambi.

Sejumlah tokoh nasional ISMI hadir untuk mengikuti sekaligus memimpin prosesi pelantikan.

Di antaranya mantan Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, yang juga pernah memimpin PB ISMI.

Ketua Umum PB ISMI, Nizhamul, S.E., M.M., juga telah tiba di Jambi. Nizhamul saat ini menjabat Kepala Biro Manajemen Kinerja, Organisasi, dan Kerja Sama di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia.

Selain itu, Sekretaris Jenderal PB ISMI, Assoc. Prof. Dr. Yanhar Jamaluddin, M.AP., turut hadir bersama rombongan.

Kehadiran jajaran PB ISMI ini menjadi penanda bahwa pelantikan ISMI Jambi mendapat perhatian langsung dari pengurus pusat.

Ketua Umum PB ISMI, Nizhamul, mengatakan kehadiran ISMI di Jambi diharapkan tidak hanya menambah struktur organisasi, tetapi memperkuat jaringan sarjana Melayu yang mampu memberi kontribusi nyata bagi daerah.

“ISMI harus menjadi ruang berhimpun sarjana Melayu untuk berpikir, bekerja, dan memberi manfaat. Jambi memiliki sejarah dan akar Melayu yang kuat. Karena itu, ISMI Jambi kita harapkan bisa menjadi salah satu kekuatan intelektual dan sosial yang ikut mendorong pembangunan daerah,” ujar Nizhamul.

Menurut Nizhamul, sarjana Melayu tidak cukup hanya hadir dalam forum akademik atau kegiatan adat.

Sarjana Melayu harus masuk ke ruang pendidikan, ekonomi, kebudayaan, literasi, penguatan generasi muda, serta kebijakan publik.

“Ilmu dan adat harus berjalan bersama. ISMI ingin menjahit keduanya agar nilai Melayu tidak hanya dikenang, tetapi hidup dalam kerja nyata,” katanya.

Hj Ernawati Ketua ISMI Jambi beserta pengurus dan jajaran PB ISMI

Ketua ISMI Provinsi Jambi, Hj. Ernawati, mengatakan pelantikan ini menjadi awal tanggung jawab besar.

Menurutnya, ISMI Jambi akan diarahkan menjadi rumah besar sarjana Melayu yang terbuka, inklusif, dan bergerak.

Organisasi ini tidak hanya akan menghimpun akademisi, tetapi juga tokoh adat, birokrat, pendidik, profesional, pengusaha, perempuan, pemuda, dan berbagai unsur masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan Jambi.

“ISMI Jambi ingin menjadi rumah besar bagi sarjana Melayu lintas disiplin. Kita ingin organisasi ini terbuka, bergerak, dan memberi manfaat. Pelantikan ini bukan akhir, tetapi awal kerja,” ujar Ernawati.

Ernawati menegaskan, setelah pelantikan, ISMI Jambi akan mulai menyusun agenda kerja yang menyentuh kepentingan publik.

Di antaranya diskusi rutin, kajian Melayu, penguatan literasi adat dan budaya, pelatihan generasi muda, kolaborasi kampus, serta ruang-ruang pemberdayaan perempuan Melayu. Selain itu, ISMI Jambi akan menggulirkan sejumlah program terobosan yang menyentuh langsung masyarakat.

Di antaranya akan ada program sosial bedah rumah, bantuan untuk anak yatim, galeri flora fauna dan enterprenership untuk sarjana melayu.

Menurutnya, Melayu tidak cukup hanya dirayakan melalui simbol.

Melayu harus hidup dalam cara berpikir, cara mendidik, cara memimpin, dan cara membangun daerah.

“Nilai Melayu itu kaya. Ada adab, ilmu, musyawarah, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Nilai ini harus kita bawa ke ruang pendidikan, kebijakan publik, dan kehidupan masyarakat,” katanya.

Al Haris Pimpin Dewan Pembina, HBA Dewan Penasehat

Dalam kepengurusan ISMI Provinsi Jambi, sejumlah tokoh penting juga akan memperkuat struktur organisasi.

Gubernur Jambi dua periode, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., akan memimpin Dewan Pembina ISMI Provinsi Jambi.

Sementara mantan Gubernur Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M., atau HBA, akan memimpin Dewan Penasehat ISMI Provinsi Jambi.

HBA juga merupakan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi.

Kehadiran dua tokoh tersebut dinilai memperkuat posisi ISMI Jambi sebagai organisasi yang menjembatani adat, ilmu, pemerintahan, dan masyarakat.

Gubernur Jambi Al Haris menyatakan siap hadir dalam pelantikan dan pengukuhan ISMI Jambi. Ia menilai ISMI dapat menjadi ruang penting bagi sarjana Melayu untuk ikut memberi masukan dan kontribusi bagi pembangunan daerah.

“ISMI Jambi harus menjadi wadah yang mempertemukan ilmu, adat, dan pengabdian. Kita ingin sarjana Melayu ikut berperan dalam pembangunan, menjaga nilai adat, serta memberi pemikiran yang bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Al Haris.

Al Haris juga menegaskan bahwa konsolidasi ISMI tidak boleh hanya berhenti di tingkat provinsi.

Bersama Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj. Ernawati, Al Haris telah memberikan mandat kepada sejumlah tokoh untuk memimpin dan membentuk kepengurusan ISMI tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Menurut Al Haris, para penerima mandat tersebut akan langsung dilantik dan dikukuhkan secara serentak bersama kepengurusan ISMI Provinsi Jambi pada Jumat, 19 Juni 2026.

“Dengan terbentuknya kepengurusan kabupaten/kota, ISMI diharapkan bisa bergerak lebih luas. Tidak hanya di provinsi, tetapi sampai ke daerah. Sarjana Melayu harus dekat dengan masyarakat,” katanya.

Tengku Erry: Jambi Punya Modal Melayu yang Kuat

Mantan Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, menyambut baik pelantikan ISMI Provinsi Jambi.

Menurutnya, Jambi memiliki modal sejarah, adat, dan budaya Melayu yang kuat. Modal itu perlu diperkuat dengan jaringan sarjana dan cendekiawan yang mampu membaca tantangan zaman.

“ISMI Jambi punya peluang besar. Jambi adalah daerah yang kuat akar Melayunya. Kalau sarjana Melayu bisa berhimpun, berdiskusi, dan bekerja bersama, maka kontribusinya akan sangat besar bagi masyarakat,” ujar Tengku Erry.

Ia berharap ISMI Jambi tidak hanya kuat di struktur, tetapi juga aktif dalam program.

Menurutnya, organisasi sarjana harus mampu melahirkan gagasan, kajian, pelatihan, dan rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Organisasi akan bermakna jika bergerak. ISMI Jambi harus bisa menjadi ruang ilmu, ruang adab, dan ruang pengabdian,” katanya.

Ketua ISMI Kabupaten/Kota Ikut Dikukuhkan

Pelantikan malam ini juga akan mengukuhkan sejumlah penerima mandat untuk memimpin dan membentuk kepengurusan ISMI tingkat kabupaten/kota.

Berdasarkan daftar lampiran undangan panitia pelantikan, berikut nama-nama penerima mandat ISMI kabupaten/kota se-Provinsi Jambi:

Kabupaten/KotaPenerima Mandat
Kota JambiDr. H. Ardi, S.P., M.Si.
Kabupaten Batangharidr. Muhammad Firdaus
Kabupaten Muaro JambiH. Aidi Hatta, S.Ag.
Kabupaten Tanjung Jabung TimurH. Hasan Basri Husin, S.H., M.A.P.
Kabupaten Tanjung Jabung BaratHermansyah, S.STP., M.H.
Kabupaten TeboDrs. Taufik Khaldy
Kabupaten MeranginMuhammad Rifaldi, S.Tr.AP.
Kabupaten SarolangunH. Ahmad Yani
Kabupaten KerinciDr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si.
Kota Sungai PenuhDrs. Hartono, M.Si.
Kabupaten BungoM. Mahlili HM., S.H., M.H.

Pengukuhan para penerima mandat ini menjadi bagian penting dari konsolidasi organisasi.

ISMI Jambi ingin memastikan gerakan sarjana Melayu tidak hanya berada di tingkat provinsi.

Tetapi juga tumbuh di kabupaten/kota.

Dengan begitu, isu pendidikan, adat, literasi, ekonomi lokal, pemuda, perempuan, dan kebijakan daerah bisa dibaca dari dekat.

Dari kampus sampai kampung.

Dari kota sampai desa.

Dari ruang adat sampai ruang kebijakan publik.

Jajaran pengurus ISMI Jambi

Bupati dan Wali Kota Diundang

Sejumlah bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi juga turut diundang menghadiri pelantikan ISMI Jambi.

Kehadiran kepala daerah diharapkan memperkuat kolaborasi antara ISMI dan pemerintah daerah.

Sebab ISMI tidak ingin menjadi organisasi yang berjalan sendiri.

ISMI ingin menjadi mitra gagasan.

Mitra dialog.

Mitra penguatan sumber daya manusia.

Mitra pelestarian adat dan budaya.

Serta mitra dalam mendorong kemajuan daerah.

Di bawah kepemimpinan Ernawati, ISMI Jambi ingin menegaskan diri sebagai organisasi sarjana Melayu yang terbuka dan bergerak.

Terbuka bagi banyak disiplin ilmu.

Terbuka bagi lintas profesi.

Terbuka bagi perempuan dan anak muda.

Bergerak dalam gagasan.

Bergerak dalam pendidikan.

Bergerak dalam kebudayaan.

Dan bergerak dalam pengabdian sosial.

Pelantikan malam ini tentu menjadi momentum penting.

Tetapi pekerjaan ISMI Jambi justru dimulai setelah acara selesai.

Setelah pengurus dilantik.

Setelah foto bersama dilakukan.

Setelah sambutan selesai.

Yang ditunggu publik adalah kerja.

Agenda.

Program.

Dan manfaat.

ISMI Jambi memiliki ruang yang luas untuk bergerak.

Melakukan diskusi rutin.

Menyusun kajian Melayu.

Menguatkan literasi adat dan budaya.

Melatih generasi muda.

Mendorong peran perempuan Melayu.

Berkolaborasi dengan kampus.

Memberi masukan kepada pemerintah daerah.

Dan hadir di tengah masyarakat.

Malam ini, ISMI Jambi akan resmi dikukuhkan.

Ernawati akan memimpin.

Fahmi Rasid akan mendampingi sebagai sekretaris.

Al Haris akan menguatkan dari Dewan Pembina.

HBA akan memberi arah dari Dewan Penasehat.

PB ISMI hadir membawa legitimasi organisasi.

Para penerima mandat kabupaten/kota akan ikut dikukuhkan.

Dari Rumah Dinas Gubernur Jambi, ISMI Jambi memulai babak baru.

Bukan sekadar sebagai organisasi sarjana.

Tetapi sebagai rumah besar gagasan Melayu.

Rumah yang terbuka.

Rumah yang menjahit ilmu dan adat.

Rumah yang diharapkan bergerak untuk Jambi.(*)

BeritaSatu Network