Kwarcab Pramuka Kota Jambi Siapkan Regenerasi, Targetkan Kebangkitan Prestasi Nasional di Jambore 2026

WIB
IST

JAMBI – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Jambi mulai mematangkan langkah strategis dalam membangun kembali tradisi prestasi di tingkat nasional. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp1 miliar, yang akan difokuskan untuk pembinaan generasi muda Pramuka.

Ketua Kwarcab Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menegaskan bahwa dukungan anggaran tersebut bukan sekadar penguatan administratif, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota Pramuka.

“Dana hibah ini menjadi instrumen penting dalam menyiapkan kader-kader terbaik. Fokus kami adalah memastikan peserta yang dikirim benar-benar siap, baik secara keterampilan maupun mental,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Agenda terdekat yang menjadi prioritas adalah keikutsertaan pada Jambore Nasional 2026 yang akan digelar di Bumi Perkemahan Cibubur.

Sebanyak 30 anggota Pramuka Kota Jambi saat ini tengah menjalani pembinaan intensif. Mereka dipersiapkan tidak hanya untuk berpartisipasi, tetapi juga bersaing dan meraih prestasi.

Menurut Faried, keikutsertaan dalam jambore bukan sekadar representasi simbolik daerah, melainkan bagian dari upaya membangun citra dan daya saing generasi muda Jambi di tingkat nasional.

Dalam rangka menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan, Kwarcab Kota Jambi juga mengembangkan pola pelatihan berjenjang melalui Lomba Tingkat (LT), mulai dari tingkat kecamatan, kota, hingga provinsi.

Selain itu, program “Pramuka Goes To” yang telah berjalan sejak 2025 terus diperkuat. Program ini bertujuan memperluas jangkauan pembinaan dengan menyasar sekolah-sekolah sebagai basis utama regenerasi anggota.

“Pembinaan tidak bisa instan. Harus dimulai dari akar, dibentuk secara bertahap, dan dikawal secara konsisten,” jelasnya.

Kwarcab Kota Jambi menargetkan kebangkitan prestasi Pramuka yang sempat mencapai puncaknya pada 1994, ketika kontingen Jambi meraih prestasi nasional.

Menurut Faried, capaian tersebut menjadi referensi sekaligus motivasi untuk membangun kembali tradisi keunggulan di kalangan anggota Pramuka.

“Kami ingin menjadikan prestasi sebagai budaya. Bukan hanya target sesaat, tetapi tradisi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Pemanfaatan dana hibah akan difokuskan pada peningkatan kualitas pelatihan, penyediaan sarana pendukung, serta fasilitasi kebutuhan peserta dalam mengikuti kegiatan tingkat nasional.

Dengan dukungan tersebut, Kwarcab memastikan tidak ada hambatan teknis yang dapat mengganggu proses pembinaan dan persiapan.

Langkah yang dilakukan Kwarcab Kota Jambi mencerminkan pergeseran pendekatan dalam pembinaan Pramuka, dari sekadar kegiatan rutin menjadi sistem pembinaan berbasis prestasi dan pengembangan karakter.

Melalui strategi yang terstruktur, dukungan anggaran yang memadai, serta komitmen pembinaan berkelanjutan, Kwarcab optimistis mampu mengantarkan kembali Pramuka Kota Jambi bersaing di level nasional.

Tahun 2026 menjadi momentum awal untuk membuktikan bahwa pembinaan yang serius dan terarah dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya berkarakter, tetapi juga berprestasi. (*)

BeritaSatu Network