Proyek Air Terjun Buatan Rp 3,6 M di Batang Hari Masuk Tender, Ini Rinciannya

WIB
ist

Batang Hari – Proyek penataan kawasan wisata Aek Meliuk dan pembangunan air terjun buatan (Aek Tumpah) di Kabupaten Batang Hari resmi masuk tahap tender.

Proyek yang dibiayai melalui APBD 2026 ini memiliki nilai pagu sebesar Rp 3.620.210.214, dengan nilai HPS hampir identik di angka Rp 3.620.210.000.

Berdasarkan data pengadaan, paket ini tercatat dengan Kode RUP 65828667 dan berada di bawah Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batang Hari.

Tender proyek ini menggunakan metode Pascakualifikasi satu file dan Harga terendah sistem gugur. Artinya, pemenang akan ditentukan dari penawaran terendah yang tetap memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis.

Proyek ini juga tidak menggunakan skema reverse auction. Termasuk dalam jenis pengadaan pekerjaan konstruksi.

Tahap tender saat ini sudah masuk pengumuman pascakualifikasi, menandakan proses lelang telah resmi berjalan.

Secara teknis, proyek ini akan dilaksanakan di Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari. Dengan target utama Pelaksanaan pekerjaan selesai tepat waktu. Biaya konstruksi sesuai dengan anggaran kegiatan. Bangunan memenuhi kriteria teknis yang layak dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, proyek ini juga diharapkan menghasilkan, Infrastruktur wisata yang memiliki mutu konstruksi baik. Manfaat langsung bagi masyarakat dan sektor pariwisata daerah. Lingkup pekerjaan mencakup, penataan kawasan wisata Aek Meliuk. Pembangunan air terjun buatan (Aek Tumpah) sebagai daya tarik utama.

Meski dokumen uraian teknis detail tidak dijabarkan secara terbuka dalam ringkasan, proyek ini secara garis besar diarahkan untuk menciptakan kawasan wisata baru yang layak secara fungsi dan estetika.

Dengan nilai proyek yang mencapai miliaran rupiah, pembangunan ini menjadi salah satu program strategis daerah di sektor pariwisata.

Namun, seperti proyek konstruksi lainnya, kualitas pelaksanaan akan sangat ditentukan oleh Ketepatan perencanaan. Kualitas kontraktor pemenang. Pengawasan di lapangan.

Jika dikerjakan sesuai spesifikasi, proyek ini berpotensi menjadi ikon wisata baru di Batang Hari. Sebaliknya, jika tidak, proyek ini bisa berakhir hanya sebagai bangunan tanpa dampak nyata.

Kini, publik menanti siapa kontraktor yang akan memenangkan tender—dan bagaimana kualitas hasil akhirnya nanti.(*)

BeritaSatu Network