Kuala Tungkal - Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj Hesnidar Haris atau Hesti Haris menghadiri Evaluasi 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Jambi di Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (11/6/2026) sore.
Dalam kunjungannya, Hesti Haris meninjau langsung pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang dijalankan TP PKK Kelurahan Sungai Nibung.
Evaluasi ini bertujuan mengukur capaian, inovasi, serta dampak program PKK terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh nuansa budaya.
Rombongan TP PKK Provinsi Jambi disambut dengan tarian barongsai dan lantunan sholawat.
Hesti Haris memuji partisipasi aktif ibu-ibu PKK, pengurus TP PKK kabupaten, serta keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan di Kelurahan Sungai Nibung.
Dalam sambutan dan arahannya, Hesti menyoroti keberagaman agama yang hidup harmonis di Sungai Nibung.
Menurutnya, perbedaan keyakinan bukan penghalang bagi warga untuk hidup rukun dan saling menghormati.
“Kita berbeda keyakinan, tetapi rukun. Soal ibadah itu urusan masing-masing, yang penting kita saling menghormati sehingga semua nyaman beribadah,” ujar Hesti Haris.
Hesti mencatat, di wilayah tersebut terdapat dua kelenteng, satu vihara, satu pesantren, dan dua gereja.
Keberadaan rumah ibadah tersebut, menurut Hesti, menjadi bukti keragaman yang mampu hidup berdampingan secara harmonis.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Lurah Sungai Nibung yang dinilai berhasil menjaga kerukunan dan membangun hubungan erat dengan masyarakat selama delapan tahun menjabat.
“Pak Lurah mampu merukunkan orang. Itu yang membuat Sungai Nibung enak untuk ditinggali,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Hesti juga mengapresiasi kerja keras kader PKK Kelurahan Sungai Nibung dalam menggerakkan berbagai program.
Di antaranya Pola Asuh Anak dan Remaja, UP2K, pemanfaatan pekarangan melalui Hatinya PKK, serta program kesehatan keluarga.
Ia berpesan agar sinergi antara TP PKK kelurahan, kecamatan, dan kabupaten terus diperkuat.
Menurutnya, program PKK harus benar-benar menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dalam sesi wawancara, Hesti kembali menyampaikan apresiasi kepada Lurah Sungai Nibung.
Ia menyebut lurah tersebut telah mencatatkan diri sebagai lurah terlama dengan masa pengabdian delapan tahun di Kelurahan Sungai Nibung.
Menurut Hesti, hal itu menunjukkan bahwa lurah tersebut dicintai warga hingga masyarakat berharap dirinya tidak dipindahkan.
“Kepercayaan dari kabupaten dan masyarakat lahir dari keikhlasan serta pengabdian tulus selama beliau memimpin. Di bawah kepemimpinannya, Sungai Nibung yang memiliki keberagaman agama dan banyak rumah ibadah justru hidup rukun dan damai,” kata Hesti Haris.
Hesti menilai keberhasilan menjaga kerukunan itu lahir dari kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat.
Ia menyebut masyarakat menilai lurah mampu memimpin dengan hati, bukan hanya mengandalkan kepintaran.
“Warga menilai keberhasilan menjaga kerukunan itu karena lurah mampu memimpin dengan hati, bukan hanya kepintaran. Keteladanan itu dianggap sebagai talenta pemimpin yang kini sangat dibutuhkan. Masyarakat pun mendoakan kerja keras beliau untuk warga terus berbuah hasil,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Hesti Haris juga menyerahkan bantuan Al-Qur'an untuk masyarakat Kelurahan Sungai Nibung.
Selain itu, turut diserahkan buku serta 25 paket sembako dari Baznas Provinsi Jambi.
Usai acara, Hesti Haris bersama rombongan meninjau stand UMKM dan mesin penggilingan Liberica Coffee.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Tungkal Ilir, Lurah Sungai Nibung, serta kader PKK mulai dari tingkat dasawisma hingga kelurahan.
Evaluasi 10 Program Pokok PKK di Sungai Nibung tidak hanya menjadi ruang menilai capaian program.
Lebih dari itu, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana PKK, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dapat bergerak bersama membangun keluarga, memperkuat ekonomi, menjaga kesehatan, dan merawat kerukunan.
Di tengah keberagaman agama dan budaya, Sungai Nibung memberi pesan penting: kehidupan yang damai tidak lahir dengan sendirinya.
Ia tumbuh dari sikap saling menghormati, kepemimpinan yang merangkul, dan masyarakat yang mau menjaga kebersamaan.