13 Kontraktor Incar Proyek Jalan Parit Selamat–Kuala Mendahara Rp1,93 Miliar, Baru CV Hidayat Terlihat Menawar

WIB
IST

Tanjab Timur – Proyek Peningkatan Jalan Parit Selamat – Kuala Mendahara (lanjutan) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai masuk tahap krusial.

Tendernya sudah berada pada tahap Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga.

Nilainya hampir Rp2 miliar.

Pagu paket tercatat Rp1.933.513.680.

HPS-nya Rp1.933.411.000.

Selisih pagu dan HPS hanya Rp102.680.

Sangat tipis.

HPS berada sekitar 99,994 persen dari pagu.

Paket ini diincar 13 kontraktor.

Namun dari data yang terlihat, baru satu kontraktor yang memasukkan harga penawaran.

Kontraktor itu adalah CV Hidayat.

Harga penawarannya Rp1.912.487.568,92.

Harga terkoreksinya sama: Rp1.912.487.568,92.

Sementara 12 kontraktor lainnya belum tampak harga penawarannya dalam data yang diberikan.

Ini yang membuat tender ini menarik disorot.

Tender terlihat ramai di daftar peserta.

Tetapi baru satu harga yang muncul.

Apakah 12 peserta lain belum membuka harga?

Apakah tidak memasukkan penawaran?

Apakah gugur lebih awal?

Atau data sistem belum menampilkan seluruh harga?

Pertanyaan itu penting.

Karena proyek ini bukan proyek kecil.

Ini proyek jalan lanjutan yang menyangkut akses warga di Kecamatan Mendahara.

Data Pokok Tender

NoUraianDetail
1Nama TenderPeningkatan Jalan Parit Selamat – Kuala Mendahara (lanjutan)
2Kode RUP67310420
3Sumber Dana RUPAPBD
4Uraian Singkat12. Uraian Singkat Pekerjaan Jalan Parit Selamat.pdf
5Tanggal Pembuatan16 Juni 2026
6Tahap TenderEvaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga
7K/L/PDKabupaten Tanjung Jabung Timur
8Satuan KerjaDinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
9Jenis PengadaanPekerjaan Konstruksi
10MetodeTender - Pascakualifikasi Satu File
11SistemHarga Terendah Sistem Gugur
12Reverse AuctionTidak menggunakan
13Tahun AnggaranAPBD 2026
14Jenis KontrakHarga Satuan
15LokasiKecamatan Mendahara
16KualifikasiUsaha Kecil

Pagu, HPS dan Penawaran

UraianNilaiCatatan
PaguRp1.933.513.680Nilai paket
HPSRp1.933.411.000Dekat sekali dengan pagu
Selisih Pagu-HPSRp102.680Sangat tipis
Penawar terlihatCV HidayatBaru 1 kontraktor
PenawaranRp1.912.487.568,92Harga terkoreksi sama
Selisih HPS-PenawaranRp20.923.431,08Turun 1,08 persen

Harga CV Hidayat hanya turun sekitar Rp20,92 juta dari HPS.

Persentasenya sekitar 1,08 persen.

Itu tidak otomatis salah.

Namun karena baru satu harga yang terlihat, kompetisi harga dalam data ini belum tampak penuh.

Untuk tender yang diikuti 13 peserta, publik wajar menunggu: apakah benar ada persaingan, atau tender hanya ramai di daftar nama?

Program dan Lingkup Pekerjaan

Dokumen uraian singkat menyebut pemberi tugas adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Tahun anggaran 2026.

Paket ini masuk Program Penyelenggaraan Jalan.

Kegiatannya Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota.

Sub kegiatannya Pembangunan Jalan.

Lokasi pekerjaan Kecamatan Mendahara.

Masa pelaksanaan 120 hari kalender.

Masa pemeliharaan 180 hari kalender.

Sumber dana dalam dokumen uraian singkat tertulis Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun Anggaran 2026.

Ini sedikit berbeda dengan data tender yang menulis APBD 2026.

Perbedaannya perlu dijelaskan.

Apakah paket ini APBD murni atau APBD Perubahan?

Atau APBD Perubahan tetap tercatat dalam sistem sebagai APBD?

Lingkup Pekerjaan

NoUraianCatatan
1UmumPekerjaan awal
2Tanah dan geosintetikStruktur dasar jalan
3Perkerasan berbutir dan beton semenLapisan jalan
4Perkerasan aspalPermukaan jalan
5StrukturElemen konstruksi
6Harian dan lain-lainPendukung pekerjaan

Lingkup pekerjaan ini menunjukkan proyek bukan sekadar tambal sulam kecil.

Ada pekerjaan tanah.

Ada geosintetik.

Ada perkerasan berbutir.

Ada beton semen.

Ada aspal.

Ada struktur.

Karena itu, harga penawaran harus benar-benar diuji.

Jangan sampai harga rendah dicapai dengan mengurangi mutu lapisan jalan.

Di daerah seperti Mendahara, kualitas jalan sangat dipengaruhi kondisi tanah, air, dan beban lalu lintas.

Pekerjaan jalan tidak cukup hanya terlihat mulus saat baru selesai.

Yang paling penting: bertahan setelah hujan, pasang, dan pemakaian.

Peserta Tender

Tender ini mencatat 13 peserta.

Namun baru satu yang terlihat memasukkan harga.

Daftar Peserta

NoPeserta/NPWPHarga
1CV Hidayat / 00*2**2****34**0Rp1.912.487.568,92
2CV Indo Jaya Abadi / 00*5**2****34**0Belum tampak
3CV Aisyah Putra Karya / 00*2**1****33**0Belum tampak
4CV Dita Kontraktor / 00*0**9****31**0Belum tampak
5CV Duta Panca Laksana / 07*0**8****34**0Belum tampak
6CV Tri Putra Prakarsa / 03*5**6****34**0Belum tampak
7Bumangkara Reka Cipta / 10*1**1****17**2Belum tampak
8CV Sukses Bersama / 03*7**0****31**0Belum tampak
9CV Intan Bangun Persada / 07*9**4****31**0Belum tampak
10CV Kolang Nauli Arga / 00*1**8****31**0Belum tampak
11CV Raflesia Jaya Abadi / 06*0**7****11**0Belum tampak
12CV Rimbo Jaya Tekhnik / 06*2**9****34**0Belum tampak
13CV Fawwas Solusi Inti / 06*5**2****43**0Belum tampak

CV Hidayat menjadi satu-satunya peserta yang harganya terlihat.

Dengan posisi ini, CV Hidayat sementara tampak paling maju secara data harga.

Namun status akhir tetap bergantung pada evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, harga, dan pembuktian.

Harga terendah belum otomatis menjadi pemenang jika ada syarat yang tidak terpenuhi.

12 Kontraktor Belum Tampak Harga

Dari 13 peserta, 12 belum tampak memasukkan harga dalam data.

Rekap Kompetisi

UraianJumlahCatatan
Peserta tender13Terdaftar
Harga terlihat1CV Hidayat
Harga belum tampak12Perlu penjelasan
Persentase harga terlihat7,69%Dari total peserta
Persentase harga belum tampak92,31%Dari total peserta

Angka ini menjadi titik sorot utama.

Jika peserta banyak tetapi harga yang muncul hanya satu, publik berhak bertanya apakah kompetisi berjalan optimal.

Tender pemerintah bukan sekadar menampilkan banyak nama perusahaan.

Tender harus menghasilkan persaingan penawaran yang nyata.

Jika hanya satu harga yang terlihat, maka ruang efisiensi bisa terbatas.

Apalagi sistem yang digunakan adalah Harga Terendah Sistem Gugur.

Sistem ini baru bermakna jika harga benar-benar dibandingkan antar peserta yang memenuhi syarat.

Syarat Legalitas

Peserta wajib memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan kegiatan usaha.

NIB harus masih berlaku.

SBU yang diminta adalah Klasifikasi Konstruksi Bangunan Sipil Jalan BS001 dengan Kode KBLI 42101, berdasarkan Permen PUPR Nomor 6 Tahun 2025 tentang standar kegiatan usaha dan produk pada penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko sektor Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lampiran 1A.

Peserta juga wajib memiliki status valid keterangan wajib pajak berdasarkan Konfirmasi Status Wajib Pajak.

Secara hukum, peserta harus memiliki kapasitas mengikatkan diri pada kontrak, dibuktikan dengan akta pendirian/perubahan, surat kuasa bila dikuasakan, bukti penerima kuasa merupakan pegawai tetap bila dikuasakan, dan KTP.

Peserta wajib menyetujui Pakta Integritas dan Surat Pernyataan Peserta.

Syarat Teknis

NoSyaratKeterangan
1PengalamanKonstruksi 4 tahun terakhir
2SKPMemperhitungkan sisa kemampuan paket
3Usaha kecil baruBisa tanpa pengalaman sampai Rp2,5 M
4KinerjaMinimal baik
5Syarat lainSesuai dokumen pemilihan

Karena nilai paket ini Rp1,93 miliar, paket berada di bawah Rp2,5 miliar.

Artinya, untuk penyedia kualifikasi usaha kecil yang baru berdiri kurang dari tiga tahun, ketentuan pengalaman bisa dikecualikan jika penyedia belum memiliki pengalaman.

Secara aturan, itu membuka ruang bagi usaha kecil baru.

Namun untuk proyek jalan lanjutan dengan pekerjaan tanah, geosintetik, perkerasan berbutir, beton semen, aspal, dan struktur, pengalaman lapangan tetap sangat penting.

Jalan bukan hanya soal menghampar material.

Ada elevasi.

Ada drainase.

Ada kepadatan.

Ada lapis pondasi.

Ada kualitas aspal.

Ada kondisi tanah.

Ada beban lalu lintas.

Jika penyedia tidak kuat secara teknis, jalan bisa cepat rusak.

Warga Mendahara, Ruslan menilai tender jalan ini perlu dibuka lebih transparan.

“Kalau pesertanya 13, tapi harga yang terlihat baru satu, masyarakat wajar bertanya. Tender harus benar-benar kompetitif, bukan hanya ramai daftar kontraktor,” ujarnya.

Warga Kuala Mendahara, Rahmawati berharap proyek jalan lanjutan ini tidak asal jadi.

“Jalan ini penting untuk warga. Kalau dibangun, harus kuat. Jangan cuma bagus waktu baru selesai, tapi cepat rusak setelah hujan dan dilewati kendaraan,” katanya.

Warga Parit Selamat, Ahmad menyoroti HPS yang sangat dekat dengan pagu.

“Selisih HPS dengan pagu cuma seratus ribuan. Itu kecil sekali untuk proyek hampir dua miliar. Pemerintah harus jelaskan dasar hitungannya,” ujarnya.

Warga Mendahara lainnya, Nur meminta pengawasan dilakukan sejak awal.

“Kalau ini lanjutan jalan, berarti masyarakat menunggu manfaatnya. Pengawas harus turun, jangan hanya lihat laporan,” katanya.(*)

BeritaSatu Network