Jaga Operasional Sungai Batanghari, Pelindo Jambi Gembleng Pekerja lewat Forum Safety Culture

WIB
ist

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi terus memperkuat budaya belajar sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan operasional di kawasan perairan. Penguatan tersebut merupakan tindak lanjut komitmen Manajemen, yang menekankan pentingnya kehadiran pimpinan di lapangan untuk memastikan setiap aspek keselamatan dijalankan secara konsisten tanpa celah, sehingga budaya keselamatan benar-benar menjadi bagian dari aktivitas operasional sehari-hari.

Sebagai salah satu pelabuhan yang beroperasi di kawasan Sungai Batanghari, Pelindo Regional 2 Jambi menempatkan keselamatan kerja sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas operasional. Karakteristik pekerjaan yang bersinggungan langsung dengan perairan menuntut setiap pekerja memiliki kesadaran risiko, disiplin terhadap prosedur keselamatan, serta kemampuan melakukan mitigasi bahaya secara cepat dan tepat.

Sebagai implementasi dari komitmen tersebut, Pelindo Regional 2 Jambi menyelenggarakan Forum Safety Culture – Lesson Learned yang diikuti sekitar 50 peserta, terdiri atas pekerja Pelindo Regional 2 Jambi, perwakilan tujuh Anak Perusahaan, serta mitra kerja yang sedang melaksanakan pekerjaan di area operasional. Forum ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan pemahaman terhadap mitigasi risiko pada pekerjaan di kawasan perairan, serta memperkuat peran setiap pimpinan dan pekerja dalam memastikan pengendalian risiko berjalan secara efektif.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi, Febrianto Zenny Sulistyo Hari Murti, menegaskan bahwa keselamatan merupakan nilai utama yang tidak dapat dikompromikan dalam setiap aktivitas operasional.

"Keselamatan kerja tidak bisa ditawar. Risiko yang dikomunikasikan bisa dikelola, risiko yang didiamkan adalah bencana yang menunggu waktu. Melalui forum ini saya berharap kita terus belajar dari setiap pengalaman dan menjadikannya sebagai dasar perbaikan berkelanjutan. Forum seperti ini juga perlu terus dilaksanakan secara rutin agar budaya keselamatan kerja semakin mengakar di lingkungan kerja," ujar Febrianto.

Dalam sesi penguatan budaya keselamatan, Junior Manager HSSE PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi, Felencia Novita Gaspersz, menyampaikan pentingnya membangun budaya kerja yang mengutamakan pencegahan risiko melalui penerapan Life Saving Rules, penggunaan alat pelindung diri sesuai standar, penguatan Stop Work Authority (SWA), kesiapsiagaan tanggap darurat, serta pengawasan aktif pada setiap pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi. Menurutnya, keselamatan harus tercermin dalam perilaku kerja sehari-hari, bukan sekadar pemenuhan administrasi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai implementasi budaya K3 yang dijalankan secara konsisten, di antaranya Management Walk Through (MWT) setiap bulan oleh jajaran manajemen, safety briefing pada awal pekerjaan dan setiap pergantian shift, toolbox meeting, apel pagi, apel sore, dan apel malam sebagai sarana penguatan komunikasi keselamatan, safety patrol secara berkala, emergency drill setiap tiga bulan, safety induction bagi pekerja maupun tamu sebelum memasuki area operasional, penerapan Stop Work Authority (SWA), audit K3 internal dan eksternal setiap tahun, serta penguatan kompetensi melalui Ahli K3 yang telah memiliki sertifikasi sesuai bidangnya.

Seluruh implementasi tersebut menunjukkan bahwa budaya keselamatan di Pelindo Regional 2 Jambi tidak hanya bertumpu pada kepatuhan terhadap prosedur, tetapi juga pada kepemimpinan yang hadir di lapangan, kedisiplinan setiap individu, serta komitmen untuk terus belajar dari setiap evaluasi operasional. Dengan pendekatan tersebut, setiap pembelajaran menjadi dasar untuk memperkuat mitigasi risiko, meningkatkan kewaspadaan, dan memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan.

Bagi Pelindo Regional 2 Jambi, keselamatan bukan sekadar target kinerja, melainkan budaya yang dibangun melalui pembelajaran, kolaborasi, dan kepedulian seluruh insan perusahaan.

Konsistensi tersebut menjadi fondasi dalam mempertahankan budaya Zero Accident selama ini sekaligus memperkuat kepercayaan para pengguna jasa terhadap operasional pelabuhan yang aman, profesional, dan berstandar tinggi. (*)

BeritaSatu Network