Ketua DPRD kota Jambi Kemas Faried Kembali menyerahkan Ambulans untuk Warga Telanaipura Diserahkan di Masjid Al Husen

WIB
Ist

JAMBI – Pokok-pokok pikiran atau Pokir Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, S.E., kembali berbuah manfaat bagi masyarakat. Kali ini, satu unit mobil ambulans jenazah diserahkan kepada masyarakat Kecamatan Telanaipura melalui Masjid Al Husen, Kelurahan Pematang Sulur, Kota Jambi, Senin malam (13/7/2026).

Penyerahan ambulans tersebut berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur. Kedatangan Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly bersama Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dan jajaran disambut lantunan shalawat oleh pengurus masjid, majelis taklim, serta masyarakat setempat.

Dalam kegiatan itu, Kemas Faried turut didampingi anggota DPRD kota Jambi Redho Kurniawan, S.H., Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., Feny Nivertity, S.E. DPRD Kota Jambi, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi H. Ivan Wirata, S.T., M.M., M.T., Kepala Dinas Perkim Kota Jambi, Sekcam Telanaipura, Lurah Pematang Sulur, pengurus Masjid Al Husen, jamaah pengajian, majelis taklim se-Kecamatan Telanaipura, serta masyarakat setempat.

Kehadiran ambulans jenazah ini menjadi jawaban atas kebutuhan sosial yang selama ini dirasakan masyarakat. Tidak hanya untuk warga sekitar Masjid Al Husen atau Kelurahan Pematang Sulur, ambulans tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat se-Kecamatan Telanaipura, bahkan warga Kota Jambi yang membutuhkan.

Penyerahan ambulans ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut aspirasi masyarakat yang sebelumnya disampaikan kepada Kemas Faried. Berdasarkan penelusuran, saat Reses III Tahun 2025 di Pematang Sulur, Kemas Faried pernah menyampaikan komitmen memperjuangkan pengadaan satu unit mobil jenazah untuk wilayah Kecamatan Telanaipura dan Danau Sipin, serta menyebut ambulans itu akan dititipkan di Masjid Al Husen dan dapat digunakan gratis oleh masyarakat.

Dalam sambutannya, Kemas Faried menyampaikan rasa syukur karena aspirasi masyarakat yang diterimanya pada 2024–2025 akhirnya dapat direalisasikan. Menurutnya, usulan ambulans itu muncul dari kebutuhan nyata warga, terutama ketika ada masyarakat yang meninggal dunia dan keluarga kesulitan mendapatkan kendaraan jenazah.

“Ya alhamdulillah pada malam hari ini adalah rangkaian dari tadi pagi. Tadi pagi sudah menyerahkan ambulans untuk Kecamatan Danau Sipin, tepatnya di Masjid Jami’atul Ulum, dan alhamdulillah pada malam hari ini, kami juga merealisasikan aspirasi dari masyarakat Kecamatan Tanipura satu ambulans Masjid Al Husen, kita masih diberikan izin untuk bersilaturahmi dalam rangka penyerahan satu unit mobil jenazah atau ambulans. Aspirasi ini saya dapatkan pada tahun 2024–2025, yang diajukan oleh pengurus masjid dan warga, khususnya di Masjid Al Husen,” ujar Kemas Faried.

Ketua DPRD kota menjelaskan, dasar pengusulan ambulans tersebut karena adanya kesulitan masyarakat ketika membutuhkan kendaraan jenazah. Kebutuhan itu tidak hanya dirasakan warga di sekitar masjid, tetapi juga masyarakat di wilayah Kecamatan Telanaipura secara umum.

“Dasarnya karena memang ada kesulitan ketika ada warga yang meninggal dunia. Tidak hanya di Kelurahan Pematang Sulur atau RT sekitar masjid saja, tetapi juga masyarakat di wilayah Kecamatan Telanaipura. Karena itulah aspirasi ini saya masukkan dalam pembahasan anggaran tahun 2025,” katanya.

Kemas Faried menyebut, realisasi ambulans tersebut merupakan buah dari niat tulus, ikhtiar bersama, serta dukungan Pemerintah Kota Jambi. Ia menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Jambi Maulana yang turut mendukung sehingga hibah ambulans itu dapat diserahkan langsung kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan niat yang tulus dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, Allah memudahkan jalan. Malam ini melalui aspirasi kami dan dukungan Pak Wali Kota, hibah Pemerintah Kota berupa satu unit mobil ambulans dapat diserahkan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Kemas Faried, ambulans tersebut nantinya tidak lagi menggunakan pelat merah setelah proses hibah selesai, melainkan menjadi kendaraan yang benar-benar dikelola untuk kepentingan masyarakat. Ia berharap kendaraan itu dapat digunakan secara luas, tanpa memandang latar belakang sosial, suku, ataupun kelompok.

“Mobil ini kami titipkan untuk masyarakat Kecamatan Telanaipura, khususnya warga Kelurahan Pematang Sulur. Prinsipnya, ambulans ini digunakan untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan. Tidak memandang suku, tidak memandang latar belakang, siapa pun masyarakat yang membutuhkan harus dapat dilayani,” tegasnya.

Kemas Faried juga menjelaskan alasan ambulans tersebut dititipkan kepada pengurus Masjid Al Husen. Menurutnya, pengelolaan melalui masjid dinilai lebih tertib, terbuka, dan memiliki semangat kebersamaan. Ia tidak ingin kendaraan sosial seperti ambulans dikelola secara pribadi sehingga berpotensi menyulitkan pelayanan masyarakat.

“Kenapa kami serahkan pengelolaannya kepada masjid? Karena kalau dikelola secara pribadi, khawatirnya akan sulit. Apalagi kalau dalam satu waktu ada lebih dari satu warga yang membutuhkan. Maka, agar niat baik ini berjalan dengan baik, kami titipkan kepada pengurus masjid,” jelasnya.

Seluruh kebutuhan operasional ambulans nantinya dapat dikelola secara bersama oleh pengurus masjid dan masyarakat. Mulai dari sopir, bahan bakar, hingga perawatan kendaraan, diharapkan dapat ditopang melalui kas masjid maupun sedekah jamaah.

“Nanti pembiayaannya bisa berasal dari kas masjid atau sedekah jamaah. Baik untuk sopir, bahan bakar, maupun perawatan kendaraan. Jadi setelah hibah ini diserahkan, pengelolaannya menjadi tanggung jawab bersama masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh, Kemas Faried menegaskan bahwa perjuangan aspirasi masyarakat tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik seperti jalan, drainase, atau sarana prasarana umum. Menurutnya, hal-hal yang menyangkut kemaslahatan umat juga harus mendapat perhatian serius.

“Pada prinsipnya, kami memperjuangkan aspirasi masyarakat tidak hanya berupa sarana prasarana atau infrastruktur saja. Hal-hal yang bersifat untuk kemaslahatan umat juga harus kita perjuangkan. Ketika Allah meridai dan memberi jalan, insyaallah aspirasi seperti ini dapat diwujudkan,” katanya.

Di hadapan warga, Kemas Faried juga menyampaikan permohonan maaf jika selama menjalankan amanah sebagai wakil rakyat masih terdapat kekurangan. Namun, ia menegaskan penyerahan ambulans tersebut menjadi salah satu bentuk kerja nyata DPRD dalam mengawal kebutuhan masyarakat.

“Kami mohon maaf, sebagai wakil masyarakat tentu kami belum bekerja secara optimal. Tetapi ini adalah bagian dari wujud nyata bagaimana kami berupaya memperjuangkan aspirasi masyarakat yang benar-benar dibutuhkan,” ucapnya.

Dengan diserahkannya ambulans jenazah di Masjid Al Husen, Kemas Faried berharap masyarakat dapat menjaga kendaraan tersebut dengan baik. Ia juga berharap ambulans itu benar-benar menjadi sarana kemanusiaan yang memberi manfaat luas, khususnya bagi warga Kecamatan Telanaipura dan masyarakat Kota Jambi pada umumnya.

“Semoga mulai besok mobil ini sudah bisa digunakan. Mudah-mudahan ambulans ini menjadi manfaat bagi masyarakat dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” tutup Kemas Faried.

Suasana hangat terlihat ketika masyarakat berdialog bersama Ketua DPRD Kota Jambi tanpa sekat. Tidak ada jarak antara pejabat dan warga. Kemas Faried tampak berbincang santai bersama pengurus masjid, jamaah majelis taklim, tokoh masyarakat, hingga warga yang sejak awal mengikuti kegiatan.

Momen tersebut sekaligus menggambarkan komitmen Kemas Faried untuk terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Baginya, aspirasi tidak cukup hanya didengar saat masa reses atau melalui pertemuan formal, tetapi harus terus dikawal hingga benar-benar diwujudkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata.

BeritaSatu Network