Dampingi Wapres Gibran, Gubernur Al Haris Usulkan MRI Baru dan Tambahan Dokter Spesialis untuk RSUD Raden Mattaher

WIB
IST

JAMBI — Gubernur Jambi Al Haris mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelayanan di RSUD Raden Mattaher Jambi, Kamis, 16 Juli 2026.

Kunjungan tersebut dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Jambi untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan rumah sakit, mulai dari pengadaan alat Magnetic Resonance Imaging atau MRI hingga penambahan dokter spesialis.

Setibanya di RSUD Raden Mattaher, Gibran meninjau sejumlah ruang pelayanan. Ia juga menyapa pasien yang sedang menjalani pengobatan dan berdialog dengan keluarga pasien.

Direktur Utama RSUD Raden Mattaher, drg Iwan Hendrawan, mengatakan salah satu kebutuhan yang disampaikan kepada Wapres adalah pengadaan MRI baru.

Alat yang saat ini digunakan disebut telah beroperasi sejak 2014.

Pemprov Jambi meminta rencana pengadaan MRI yang sebelumnya dijadwalkan pada 2027 dapat dipercepat menjadi tahun ini.

“Kami menyampaikan bahwa MRI kita yang lama tahun 2014. Kita minta ada percepatan dari Kementerian Kesehatan, yang semula direncanakan tahun 2027, agar bisa didatangkan tahun ini,” ujar Iwan.

MRI digunakan untuk membantu pemeriksaan organ, jaringan lunak, saraf, otak, tulang belakang, dan bagian tubuh lainnya melalui pencitraan medis.

Namun, Iwan belum menjelaskan kondisi teknis MRI lama, kapasitas pemeriksaan harian, maupun jumlah pasien yang menunggu pelayanan tersebut.

Selain peralatan medis, RSUD Raden Mattaher juga masih menghadapi keterbatasan dokter spesialis.

Iwan secara khusus menyebut kebutuhan dokter spesialis jantung.

Menurut dia, pemenuhan kebutuhan melalui pendidikan dokter spesialis membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

“Untuk dokter jantung juga kami sampaikan, karena kalau yang sekolah harus menunggu dua tahun lagi. Ini memang persoalan SDM yang masih menjadi kendala,” katanya.

RSUD Raden Mattaher disebut masih membutuhkan beberapa jenis dokter spesialis lainnya. Namun, rumah sakit belum memerinci bidang spesialisasi, jumlah kebutuhan, dan jumlah tenaga yang saat ini tersedia.

Pemprov Jambi berharap Kementerian Kesehatan dapat membantu melalui penempatan tenaga medis, program pendayagunaan dokter spesialis, maupun skema lain yang sesuai ketentuan.

Kebutuhan penguatan layanan bedah juga disampaikan dalam kunjungan tersebut.

Iwan mengatakan masih terdapat pelayanan bedah yang membutuhkan waktu tunggu cukup lama.

Menurutnya, Wapres memberikan respons positif terhadap kebutuhan yang disampaikan pihak rumah sakit.

“Pak Wapres akan membantu apa yang kita butuhkan, termasuk bedah yang membutuhkan waktu lama,” ujar Iwan.

Meski demikian, belum diumumkan bentuk bantuan, nilai anggaran, sumber pembiayaan, maupun jadwal realisasi pengadaan alat dan penambahan tenaga spesialis.

Belum ada pula pernyataan langsung dari Wapres mengenai keputusan atas usulan tersebut.

Pemprov Jambi berharap kunjungan Wapres dapat mempercepat komunikasi dengan Kementerian Kesehatan.

Tahap berikutnya akan bergantung pada verifikasi kebutuhan, kesiapan fasilitas, ketersediaan anggaran, serta mekanisme pengadaan alat kesehatan.

Untuk penambahan dokter spesialis, pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan formasi, pembiayaan, sarana pendukung, dan keberlanjutan pelayanan.

Kunjungan telah dilakukan.

Kebutuhan telah disampaikan.

Namun kepastian mengenai MRI baru dan tambahan dokter spesialis masih menunggu tindak lanjut pemerintah pusat.(*)

BeritaSatu Network