JAMBI — Kotak-kotak pensil warna berserakan di atas karpet bermotif merah. Krayon, botol minuman, tas sekolah, dan bingkisan berwarna merah muda memenuhi ruang di antara meja-meja kecil yang dibawa peserta.
Di hadapan meja portabel itu, anak-anak menundukkan kepala.
Sebagian memegang krayon dengan tangan kanan. Sebagian lain menahan kertas agar tak bergeser. Ada yang memilih warna dengan cepat. Ada pula yang berhenti cukup lama sebelum memutuskan warna berikutnya.
Teras Elzatta Jambi Store di Jalan Slamet Riyadi, kawasan Broni, Kota Jambi, berubah menjadi ruang menggambar pada Minggu pagi, 26 Juli 2026.
Puluhan anak dari berbagai sekolah mengikuti lomba mewarnai yang digelar untuk kategori taman kanak-kanak hingga kelas III sekolah dasar.
Di sisi peserta, sejumlah ibu duduk atau berjongkok. Mereka mendampingi dari dekat, merapikan alat gambar, menjaga botol minuman, atau sekadar memberikan semangat.
Namun, gambar tetap harus diselesaikan oleh tangan-tangan kecil itu sendiri.
Lomba dimulai sejak pukul 06.30 WIB.
Peserta menempati meja-meja kecil di atas karpet yang dibentangkan di depan gerai. Rak berisi pakaian berada tidak jauh dari tempat perlombaan. Pintu toko terbuka, sementara aktivitas mewarnai memenuhi bagian depan bangunan.
Suasananya jauh dari ruang ujian.
Tak ada meja yang disusun kaku.
Tak ada peserta yang duduk dalam barisan seragam.
Anak-anak memilih posisi masing-masing. Ada yang bersila. Ada yang duduk di atas bantal tipis. Ada pula yang sedikit membungkuk karena terlalu serius mengikuti garis pada lembar gambar.
Warna merah, hijau, biru, kuning, dan ungu perlahan mengisi bidang-bidang kosong.
Sesekali peserta menengok pekerjaan teman di sebelahnya.
Lalu kembali menunduk.
Meneruskan gambarnya sendiri.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta dari sejumlah sekolah di Kota Jambi.
Panitia sebelumnya membuka perlombaan dengan kuota sekitar 30 anak. Peserta membawa pensil warna atau krayon serta meja portabel, sedangkan kertas gambar disediakan penyelenggara.
Biaya pendaftaran ditetapkan Rp40 ribu per anak.
Setiap peserta memperoleh sertifikat, makanan ringan dan minuman, voucher belanja, serta goodie bag Elzatta.
Lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional sekaligus program Unboxing Happiness Mid Year Sale Elzatta Jambi.
Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli. Pemerintah pada 2026 mengangkat semangat menciptakan lingkungan yang aman, ramah, nyaman, sehat, dan inklusif bagi anak.
Kehadiran orang tua membuat lomba tidak semata menjadi kompetisi antaranak.
Para ibu datang menemani sejak pagi. Ada yang duduk berdekatan dengan peserta. Ada yang mengamati dari belakang. Ada pula yang mengabadikan proses anaknya menyelesaikan gambar.
Mereka tidak hanya menunggu pengumuman pemenang.
Mereka menyaksikan bagaimana anak memilih warna.
Bagaimana anak menghapus bagian yang dianggap salah.
Bagaimana anak berusaha menyelesaikan pekerjaannya sebelum waktu berakhir.
Momen-momen kecil itu menjadi bagian penting dari kegiatan.
Anak-anak belajar menyelesaikan tugas.
Orang tua belajar memberi ruang.
Panitia menyiapkan piala, sertifikat, goodie bag, dan voucher belanja bagi tiga pemenang.
Juara pertama memperoleh voucher belanja senilai Rp300 ribu. Juara kedua menerima voucher Rp200 ribu, sedangkan juara ketiga mendapatkan voucher Rp100 ribu.
Elzatta Jambi juga menghadirkan kategori Best Mom and Kids Outfit bagi ibu dan anak yang tampil serasi.
Setelah seluruh rangkaian selesai, para peserta berkumpul di depan toko.
Anak-anak berdiri pada barisan depan sambil mengangkat karya masing-masing. Beberapa membawa tas belanja putih bertuliskan Elzatta. Di belakang mereka, para ibu dan panitia berdiri berdekatan.
Ada yang mengangkat telunjuk.
Ada yang membentuk simbol hati dengan jari.
Ada pula yang tersenyum lebar menghadap kamera.
Lembar-lembar gambar yang beberapa jam sebelumnya masih kosong kini telah penuh warna.
Tidak semuanya menjadi juara.
Tetapi semua dibawa pulang.
Owner Elzatta Jambi, Imelda Khairani, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang bagi anak untuk berkreasi sekaligus memperkuat kebersamaan dengan keluarga.
Menurutnya, antusiasme peserta dan orang tua menunjukkan bahwa kegiatan sederhana dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak.
“Alhamdulillah, kegiatan pagi ini berlangsung lancar dan mendapat sambutan yang sangat baik. Kami senang melihat anak-anak dari berbagai sekolah hadir, berkreasi, dan menunjukkan keberanian melalui karya mereka,” ujar Imelda.
Ia berharap lomba tersebut tidak hanya dikenang karena hadiah dan penentuan pemenang.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk mencari juara. Kami ingin menyediakan ruang yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus menciptakan kebersamaan dengan orang tua. Semoga Elzatta Jambi dapat kembali menghadirkan kegiatan kreatif dan edukatif seperti ini,” katanya.
Kutipan tersebut merupakan draf redaksi karena pernyataan asli Imelda belum diberikan. Isinya harus dikonfirmasi dan memperoleh persetujuan Imelda Khairani sebelum diterbitkan sebagai kutipan faktual.
Bersamaan dengan lomba, Elzatta Jambi juga menggelar program All You Can Fit dengan harga Rp499 ribu.
Dalam promo tersebut, pelanggan dapat mengisi shopping bag dengan produk dari kategori promosi selama seluruh barang masih dapat dimuat di dalam kantong yang disediakan.
Aktivitas belanja tetap berlangsung.
Namun, pada Minggu pagi itu, perhatian lebih banyak tertuju ke teras.
Ke meja-meja kecil.
Ke anak-anak yang sibuk dengan krayonnya.
Pukul 09.00 WIB, perlombaan berakhir.
Pensil warna mulai dimasukkan kembali ke dalam kotak. Meja portabel dilipat. Tas dan botol minuman dikumpulkan.
Teras toko perlahan kembali seperti semula.
Yang tertinggal adalah potret kebersamaan: puluhan anak, para ibu, dan lembar-lembar gambar yang telah berubah menjadi penuh warna.(*)
Galeri Foto :






