Karhutla Muaro Jambi Hanguskan 50 Hektare Lahan, 3 Helikopter dan 300 Personel Dikerahkan

WIB
Ist

Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan di Kabupaten Muaro Jambi. Kebakaran hebat melahap sedikitnya 50 hektare lahan perkebunan sawit di atas tanah gambut yang berlokasi di Desa Persiapan Air Merah, hasil pemekaran Desa Sungai Gelam, Kecamatan Sungai Gelam.

Peristiwa kebakaran tersebut telah berlangsung sejak Rabu (5/8/2026) dan hingga Sabtu (8/8) proses pemadaman darat maupun udara masih terus digempur oleh petugas gabungan.

Guna mempercepat pemadaman titik api di struktur tanah gambut yang cukup dalam, Satgas Karhutla mengerahkan tiga unit helikopter water bombing untuk melakukan pemboman air dari udara di sepanjang sebaran titik api.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol. Taufik Nurmandia, turun langsung ke lokasi kebakaran bersama Karo Ops Polda Jambi, Pasi Korem 042/Gapu, dan Kapolres Muaro Jambi guna memantau perkembangan situasi operasional di lapangan.

Kombes Pol. Taufik Nurmandia menegaskan bahwa saat ini prioritas utama jajaran kepolisian dan Satgas adalah melokalisir pergerakan api agar tidak semakin meluas ke areal perkebunan masyarakat atau kawasan hutan lainnya.

"Kita sekarang masih fokus untuk melakukan pemadaman. Untuk pemilik lahannya masih kita selidiki," ujar Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol. Taufik Nurmandia.

Meskipun fokus pada upaya pemadaman, pihak Ditreskrimsus Polda Jambi telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) untuk kepentingan penyelidikan hukum guna mengetahui penyebab pasti timbulnya api serta status kepemilikan lahan tersebut.

Langkah penegakan hukum awal telah diambil dengan mensterilkan area terdampak melalui garis penyekatan kepolisian.

"Sudah kita pasang garis polisi di lokasi. Saat ini lokasi masih kita amankan untuk kepentingan penyelidikan," tegas Kombes Pol. Taufik Nurmandia.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menyatakan bahwa proses pemadaman di area tanah gambut membutuhkan penanganan ekstra karena api sering kali menyusup ke bawah permukaan tanah.

Sebanyak 300 personel dari unsur BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan dikerahkan secara marathon selama tiga hari terakhir untuk menyisir bara api tersembunyi.

"Sudah tiga hari kami melakukan pemadaman. Sebanyak 300 personel kami turunkan untuk menangani kebakaran ini. Kami terus berupaya agar api dapat segera dipadamkan dan tidak meluas ke area lainnya," kata Kalaksa BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah.

Bachyuni menambahkan, petugas di lapangan tidak hanya melakukan penyiraman pada kobaran api terbuka, tetapi juga melakukan proses pendinginan (cooling down) secara menyeluruh di titik-titik bekas terbakar agar tidak memicu munculnya asap dan titik api baru.

Seluruh personel Satgas Karhutla disiagakan di posko lapangan untuk melakukan pemantauan ketat hingga kondisi lokasi dipastikan benar-benar padam dan aman. (*)

BeritaSatu Network