Anak-anak Binaan PTPN IV Tembus Panggung Dunia, Golazo KU-11 Berlaga di JIS

WIB
Ist

Jambi - Pembinaan sepak bola usia dini yang didukung PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 4 Jambi-Sumbar memasuki panggung yang lebih besar.

Tim SSB Golazo KU-11 dikirim untuk mengikuti Youth World Cup 2026 yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada 22-23 Agustus 2026.

Bagi Golazo KU-11, keikutsertaan tersebut menjadi pengalaman perdana tampil dalam kompetisi yang disebut berskala internasional.

Persaingannya juga tidak ringan.

Dalam pembagian grup yang disampaikan pihak tim, Golazo KU-11 berada satu kelompok dengan peserta dari Korea Selatan, Vietnam dan Malaysia.

Namun PTPN IV Regional 4 tetap memasang optimisme tinggi.

“Meski perdana ikut kejuaraan dunia, kami yakin Golazo KU-11 akan bisa berbicara di pentas dunia,” kata Sekretaris PTPN IV Regional 4 Jambi-Sumbar Muhammad Ridwan.

Uji Coba Lawan Persija Jadi Modal

Optimisme tersebut bukan tanpa modal.

Sebelum bertanding, Golazo KU-11 menjalani laga uji coba menghadapi Akademi Persija KU-11.

Hasilnya menjadi suntikan kepercayaan diri tim.

Golazo disebut menang dengan skor 6-2.

“Head coach Golazo, Okta dan Adrianus tadi konfirmasi ke kami bahwa mereka sparing atau uji coba dengan tim Akademi Persija KU-11, hari ini. Hasilnya, sangat memuaskan,” kata Ridwan, Jumat (21/8/2026).

Ia menilai hasil tersebut menunjukkan kesiapan tim sebelum menghadapi lawan-lawan dari luar negeri.

“Kami yakin Golazo KU-11 akan melangkah lolos dari fase grup,” ujarnya.

Pelatih Berani Bidik Puncak Grup

Keyakinan serupa disampaikan jajaran pelatih.

Head Coach Golazo KU-11 Adrianus bahkan memasang target lebih tinggi.

Bukan hanya lolos.

Golazo ingin menjadi pemuncak grup.

“Kami yakin lolos grup, bahkan memuncaki grup. Alasannya, hari ini uji coba dengan Akademi Persija KU-11, Golazo menang telak 6-2. Ini hasil yang memuaskan,” kata Adrianus.

Meski demikian, hasil uji coba tentu berbeda dengan pertandingan resmi.

Golazo tetap harus menghadapi tekanan kompetisi, karakter permainan lawan yang berbeda serta atmosfer turnamen internasional.

Aliando Jadi Salah Satu Andalan

Golazo KU-11 membawa sejumlah pemain yang telah ditempa melalui kompetisi sebelumnya.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Aliando, yang disebut pernah mengikuti seleksi di Singapura.

Selain Aliando, tim juga diperkuat Danish, Bastian, Rasyid, Ryuga, Zaheer, Luis, Kenzie dan Banyu.

Pengalaman bertanding di kompetisi nasional maupun regional diharapkan membantu para pemain beradaptasi ketika berhadapan dengan peserta dari negara lain.

Untuk pemain berusia 11 tahun, kesempatan tersebut bukan hanya soal mengejar trofi.

Mereka juga mendapat pengalaman menghadapi gaya permainan, tekanan dan lingkungan kompetisi yang berbeda.

Bertemu Negara dengan Tradisi Sepak Bola Kuat

Berdasarkan keterangan yang disampaikan PTPN IV Regional 4, Youth World Cup 2026 diikuti peserta dari sejumlah negara.

Di antaranya disebut berasal dari Brasil, Prancis, Australia, Singapura, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, Myanmar, Filipina, India, Thailand, Qatar dan Korea Selatan.

Golazo sendiri harus melewati persaingan di grup yang dihuni tim dari Korea Selatan, Vietnam dan Malaysia.

Ketiga negara tersebut memiliki program pembinaan sepak bola usia muda yang berkembang.

Karena itu, pertandingan menjadi ujian penting bagi pemain Golazo untuk mengukur level permainan mereka.

PTPN IV Bawa Misi Pembinaan Generasi Muda

Keikutsertaan Golazo tidak hanya dilihat dari aspek pertandingan.

PTPN IV Regional 4 menempatkannya sebagai bagian dari dukungan terhadap pembinaan generasi muda.

Sepak bola usia dini membutuhkan proses panjang.

Pemain perlu kompetisi.

Pelatih membutuhkan ruang pengembangan.

Dan talenta muda memerlukan kesempatan untuk mengukur kemampuannya di level yang lebih tinggi.

Mengirim tim menuju kompetisi internasional menjadi salah satu cara memberikan pengalaman tersebut.

Tidak semua manfaatnya akan terlihat langsung lewat skor pertandingan.

Bagi pemain usia dini, jam terbang dan pengalaman menghadapi lawan berbeda juga menjadi bagian penting dari proses pembentukan.

JIS Jadi Panggung Besar bagi Pemain Usia 11 Tahun

Berlaga di Jakarta International Stadium memberikan pengalaman tersendiri.

Stadion dengan skala besar menghadirkan atmosfer berbeda dibanding lapangan tempat mereka berlatih sehari-hari.

Bagi anak-anak KU-11, kesempatan bermain dalam lingkungan kompetitif seperti itu bisa menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Di usia yang masih sangat muda, mereka sudah mendapat kesempatan membawa nama akademi sekaligus mewakili program pembinaan yang didukung PTPN IV Regional 4.

Dari Kebun ke Lapangan Sepak Bola

Dukungan PTPN IV Regional 4 terhadap Golazo memperlihatkan sisi lain aktivitas perusahaan.

Selain menjalankan kegiatan perkebunan, perusahaan ikut masuk dalam pembinaan olahraga generasi muda.

Pendekatan tersebut memiliki manfaat jangka panjang apabila dijalankan konsisten.

Talenta dapat ditemukan lebih cepat.

Pemain mendapatkan pembinaan.

Kompetisi menjadi ruang evaluasi.

Dan anak-anak mempunyai kegiatan positif yang dapat membantu membentuk disiplin, kerja sama serta mental bertanding.

Hasil Turnamen Belum Tercantum dalam Bahan

Bahan yang disampaikan berfokus pada persiapan tim menjelang Youth World Cup 2026 dan optimisme manajemen serta pelatih.

Belum terdapat informasi mengenai hasil pertandingan Golazo KU-11 selama kompetisi 22-23 Agustus 2026.

Karena itu, capaian akhir tim belum dapat disimpulkan dari data tersebut.

Namun satu hal sudah tercapai sebelum bola digulirkan.

Anak-anak binaan Golazo mendapat kesempatan naik satu tingkat lebih tinggi: dari kompetisi lokal dan nasional menuju pengalaman menghadapi lawan internasional.

Bagi PTPN IV Regional 4, keberangkatan tersebut menjadi bagian dari investasi pembinaan generasi muda.

Trofi tentu menjadi target. Tetapi untuk pemain berusia 11 tahun, keberanian masuk lapangan dan menguji kemampuan melawan tim dari negara lain juga merupakan bagian penting dari perjalanan panjang menuju sepak bola yang lebih tinggi. (*)

BeritaSatu Network