Anggota Komisi V DPR RI Dapil Jambi, Edi Purwanto memastikan perbaikan Jalan Padang Lamo di Kabupaten Tebo mulai dikerjakan tahun ini. Kepastian tersebut disampaikan Edi menjawab harapan masyarakat terkait penanganan ruas jalan yang selama ini mengalami kerusakan cukup berat.
Edi mengatakan, Jalan Padang Lamo menjadi salah satu ruas yang sejak awal terus ia dorong agar mendapatkan dukungan pemerintah pusat. Setelah melalui proses pengusulan dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi serta Kementerian Pekerjaan Umum, anggaran penanganan jalan tersebut telah masuk dan pekerjaan ditargetkan berjalan pada tahun 2026.
“Jalan Padang Lamo ini sudah kita perjuangkan sejak awal. Alhamdulillah sekarang sudah dianggarkan dan insyaallah pengerjaannya dimulai tahun ini. Jadi ini sudah kita pastikan dan akan terus kita kawal sampai pekerjaan benar-benar berjalan di lapangan,” kata Edi Purwanto.
Jalan Padang Lamo selama ini menjadi salah satu ruas yang banyak dikeluhkan masyarakat karena kondisinya yang rusak. Ruas tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Tebo, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.
Selain menjadi akses masyarakat antarkecamatan, Jalan Padang Lamo juga mempunyai posisi cukup strategis karena menjadi salah satu jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Jambi menuju Dharmasraya, Sumatera Barat.
Persoalan Jalan Padang Lamo sebelumnya juga beberapa kali disampaikan legislator dari PDI Perjuangan ini dalam pembahasan bersama pemerintah pusat. Pada April lalu, Edi mendorong Kementerian Pekerjaan Umum memberikan perhatian terhadap kondisi ruas tersebut yang mengalami kerusakan cukup panjang dan dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat.
Upaya tersebut kemudian dilanjutkan melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi agar penanganan Jalan Padang Lamo dapat masuk melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah atau IJD. Pemerintah Provinsi Jambi bersama BPJN juga melakukan sinkronisasi dan menyiapkan kebutuhan administrasi serta teknis yang diperlukan agar penanganannya dapat dilaksanakan melalui dukungan APBN.
Menurut Edi, masuknya Jalan Padang Lamo dalam anggaran tahun ini merupakan hasil dari proses panjang dan kerja bersama banyak pihak. Karena itu, ia tidak ingin prosesnya berhenti hanya pada kepastian anggaran. Pelaksanaan di lapangan juga harus dikawal agar pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan kualitas pembangunan tetap terjaga.
“Yang penting bagi kita bukan hanya anggarannya ada. Kita ingin pengerjaannya nanti berjalan dengan baik, kualitasnya dijaga dan betul-betul menjawab persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Edi berharap penanganan Jalan Padang Lamo nantinya dapat memberikan perubahan terhadap mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi hasil perkebunan, pertanian dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Infrastruktur jalan yang baik, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting dalam membuka akses wilayah dan menekan biaya transportasi masyarakat.
“Saya berharap dukungan semua pihak. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, DPRD dan masyarakat mari sama-sama kita kawal pekerjaan ini. Kita ingin apa yang sudah diperjuangkan dan dianggarkan ini benar-benar terlaksana dengan baik, selesai dengan kualitas yang baik, dan yang paling penting manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” pungkas Edi. (*)