Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Tegaskan Penanganan Geng Motor, Karhutla dan Krisis Air Tak Bisa Sektoral

WIB
Ist

Jambi – Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, S.E., menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi sejumlah persoalan yang tengah menjadi perhatian serius di Kota Jambi.

Hal tersebut disampaikan Kemas Faried saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda Kota Jambi Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin (24/8/2026).

Rakor tersebut dipimpin langsung Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dan dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang, Kepala Kejaksaan Negeri Jambi Dr. Kamin, Dandim 0415/Jambi Letkol Inf. Putra Negara, Dandenpom II/2 Jambi Letkol Cpm Deka Piro Sandira, Sekda Kota Jambi A. Ridwan, jajaran perangkat daerah serta unsur organisasi dan lembaga masyarakat terkait.

Dalam Rakor tersebut, sejumlah persoalan strategis menjadi perhatian bersama, mulai dari maraknya aktivitas berandalan bermotor atau geng motor, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga penurunan debit Sungai Batanghari yang berpotensi memengaruhi proses pengolahan dan distribusi air bersih kepada masyarakat.

Menurut Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried, persoalan tersebut tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kebijakan yang bersifat preventif, terukur dan terpadu dengan melibatkan seluruh unsur pemerintahan, aparat penegak hukum hingga masyarakat.

"Kebijakan yang sudah kita sepakati ini harus penanganannya tidak secara sektoral saja, tapi kebijakan ini bersifat preventif, terukur dan terpadu. Karena saya tahu dan paham, Pak Wali dan Pak Wakil Wali Kota tidak mungkin bisa berdiri sendiri tanpa kerja sama, dukungan dan support kita dan seluruh masyarakat yang ada di Kota Jambi,” ujar Kemas Faried.

Tiga Persoalan Jadi Perhatian Serius

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried mengatakan, persoalan berandalan bermotor harus ditangani sejak dari akar persoalan. Tidak cukup hanya mengandalkan penindakan ketika terjadi pelanggaran, tetapi harus diperkuat melalui pencegahan, pengawasan keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat. Anak-anak dan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, aparat, sekolah dan orang tua harus diperkuat agar aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban dapat dicegah sejak dini.

Dalam Rakor tersebut, Pemkot Jambi juga menyampaikan bahwa langkah pencegahan terhadap berandalan bermotor akan diperkuat, termasuk melalui pengawasan dan pemberlakuan jam malam bagi anak di bawah 18 tahun. Data Polresta Jambi yang disampaikan dalam Rakor menunjukkan adanya paparan aktivitas berandalan bermotor di sejumlah sekolah jenjang SMP dan SMA. Pe**ndekatan keamanan harus berjalan beriringan dengan pendekatan sosial dan pendidikan.

Aaparat memang memiliki peran penting dalam penegakan hukum, tetapi keluarga dan lingkungan pendidikan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter serta mengawasi aktivitas anak.

Karhutla dan Asap, Kesiapsiagaan Harus Diperkuat

Persoalan kedua yang menjadi perhatian adalah ancaman karhutla dan dampaknya terhadap kualitas udara Kota Jambi.

Ketua DPRD Kota Jambi mengatakan, kondisi udara yang memburuk harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah dan seluruh unsur Forkopimda perlu memastikan sistem pemantauan, pencegahan dan penanganan berjalan cepat apabila terjadi peningkatan ancaman kebakaran maupun kabut asap.

“Kita tidak boleh menunggu persoalan menjadi besar baru bergerak. Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Semua unsur harus tahu apa yang harus dilakukan ketika kondisi mulai mengarah kepada keadaan yang membahayakan masyarakat,” tegas Kemas.

Ia juga menilai perlindungan terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak sekolah, harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah. Pemkot Jambi sendiri menyatakan akan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla dan kebakaran permukiman, termasuk melalui penguatan posko terpadu dan patroli untuk mencegah aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Krisis Air Bersih, Kemas Minta Langkah Konkret

Selain keamanan dan kesehatan masyarakat, persoalan ketersediaan air bersih di tengah musim kemarau.

Penurunan debit Sungai Batanghari berpotensi memberikan tekanan terhadap proses pengolahan dan distribusi air bersih oleh Perumda Air Minum Tirta Mayang.

Menurut Ketua DPRD Kota Jambi, persoalan tersebut harus ditangani dengan perencanaan yang matang. Pemerintah tidak boleh hanya bergerak ketika distribusi air sudah terganggu, tetapi perlu menyiapkan langkah antisipasi sejak kondisi mulai menunjukkan penurunan debit.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pemerintah harus memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan, terutama di wilayah yang paling terdampak. Kita harus punya langkah antisipasi dan skema distribusi yang jelas,” ujarnya.

Pemkot Jambi sebelumnya juga telah menyiapkan dukungan distribusi air ke wilayah prioritas dengan melibatkan unsur Damkar, Kodim dan pihak terkait lainnya berdasarkan laporan serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

Kemas: Jangan Berjalan Sendiri-sendiri

Ketua DPRD kota Jambi Kemas Faried menegaskan, seluruh persoalan tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain dan membutuhkan respons pemerintah yang terintegrasi, dirinya mengapresiasi Rakor Forkopimda yang mempertemukan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga penegak hukum, perangkat daerah dan elemen masyarakat.

“Kita duduk bersama bukan hanya untuk membahas masalah, tetapi bagaimana setelah rapat ini ada langkah konkret di lapangan. Masyarakat harus merasakan bahwa negara hadir ketika mereka menghadapi persoalan,” katanya.

Ketua DPRD Kota Jambi menambahkan, koordinasi tidak boleh berhenti di meja rapat. Setiap keputusan harus diterjemahkan menjadi langkah nyata, terukur dan memiliki penanggung jawab yang jelas.

Komitmen Bersama, Saatnya Bergerak

Rakor Forkopimda kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif untuk menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Pertemuan tersebut juga menghasilkan komitmen bersama sebagai bentuk keseriusan seluruh unsur dalam melakukan pencegahan dan penanganan secara cepat dan terpadu. Komitmen tersebut harus menjadi pijakan bersama dalam menjaga Kota Jambi tetap aman, sehat dan nyaman. Perlindungan terhadap anak-anak, ketersediaan air bersih, pencegahan karhutla serta penanganan berandalan bermotor merupakan tanggung jawab bersama.

“Saatnya kita bergerak bersama. Pemerintah, aparat, sekolah, orang tua dan seluruh elemen masyarakat harus hadir. Jangan sampai kita berjalan sendiri-sendiri. Dengan kebersamaan dan koordinasi yang kuat, insyaAllah setiap persoalan bisa kita hadapi dan Kota Jambi tetap aman, sehat dan nyaman,” pungkas Kemas Faried.(*)

BeritaSatu Network