JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jambi meraih penghargaan detikSumatera Awards 2026 melalui program Pro-Jambi Cerdas pada kategori Transformasi Pendidikan-Kualitas Hidup.
Penghargaan diterima Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar MY dalam malam penganugerahan di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Umar hadir mewakili Gubernur Jambi Al Haris yang pada saat bersamaan masih fokus menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Jambi.
Usai menerima penghargaan, Umar mengatakan capaian tersebut dipersembahkan untuk Gubernur Al Haris dan seluruh pihak yang selama ini terlibat menjalankan Pro-Jambi Cerdas.
“Terima kasih atas penghargaan ini, dan tentunya program Pro-Jambi Cerdas telah diterima manfaatnya para anak didik di Jambi,” kata Umar.
Al Haris Tak Hadir karena Tangani Karhutla
Umar menjelaskan Al Haris tidak bisa menghadiri malam penghargaan karena masih memusatkan perhatian pada penanganan Karhutla.
Dalam beberapa hari terakhir, Gubernur Jambi turun langsung bersama tim gabungan untuk memantau dan menangani kebakaran di lapangan.
“Pak Gubernur tidak bisa hadir karena masih fokus dalam penanganan Karhutla di Jambi. Sejak beberapa hari terakhir beliau memang fokus menangani Karhutla. Jadi penghargaan ini kami terima untuk mewakili beliau,” ujar Umar.
Menurut Umar, kondisi tersebut menunjukkan pemerintah daerah harus menjalankan sejumlah tanggung jawab secara bersamaan.
Penanganan bencana dibutuhkan untuk melindungi masyarakat pada saat ini.
Sementara pendidikan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan Jambi.
Pro-Jambi Cerdas Lampaui Target RPJMD
Di balik penghargaan tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi mencatat jumlah calon penerima Pro-Jambi Cerdas 2026 melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMD.
Target awal sebanyak 4.000 peserta didik.
Setelah melalui pendataan, verifikasi dan validasi, jumlah penerima yang direncanakan direalisasikan mencapai 5.292 peserta didik.
Artinya terdapat tambahan 1.292 siswa atau sekitar 32,3 persen dibandingkan target awal.
“Tahun ini target dalam RPJMD sebanyak 4.000 penerima. Namun yang akan direalisasikan mencapai 5.292 peserta didik,” kata Umar.
Angka tersebut menjadi salah satu indikator perluasan jangkauan program pada 2026.
Bantuan Dijadwalkan Mulai September
Pro-Jambi Cerdas menyasar peserta didik dari keluarga kurang mampu.
Bentuk intervensinya antara lain bantuan perlengkapan sekolah untuk membantu meringankan beban keluarga.
Menurut Umar, verifikasi dan validasi terhadap calon penerima telah selesai.
Data penerima juga telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Jambi.
Sementara proses pengadaan masih berjalan.
“Proses pengadaan sedang berjalan. Verifikasi dan validasi peserta didik juga sudah selesai dan sudah ditetapkan melalui SK Gubernur,” ujarnya.
Penyaluran bantuan ditargetkan mulai minggu kedua September 2026.
Bukan Hanya Pelajar, Mahasiswa Juga Disasar
Program Pro-Jambi Cerdas tidak berhenti pada siswa sekolah menengah.
Pemprov Jambi juga menyediakan Beasiswa Pro-Jambi Cerdas bagi mahasiswa S1.
Pada 2026 tersedia 500 kuota beasiswa.
Sebanyak 350 kuota diperuntukkan bagi mahasiswa kategori kurang mampu atau miskin.
Sedangkan 150 kuota lainnya diberikan melalui kategori prestasi.
Minat masyarakat cukup tinggi.
Jumlah pendaftar mencapai 1.397 mahasiswa.
Rinciannya, sebanyak 868 orang mendaftar melalui kategori kurang mampu dan 529 mahasiswa melalui kategori prestasi.
Hampir Tiga Pendaftar Berebut Satu Kuota
Jika dibandingkan dengan 500 kuota yang tersedia, jumlah 1.397 pendaftar menunjukkan tingkat persaingan yang cukup tinggi.
Seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan.
Mulai dari verifikasi data.
Seleksi administrasi.
Hingga verifikasi faktual.
Pengumuman penerima dijadwalkan pada 1 September 2026, sedangkan penyaluran beasiswa direncanakan berlangsung pada September.
Untuk kategori kurang mampu, calon penerima harus memenuhi ketentuan sosial ekonomi yang telah ditetapkan.
Sementara kategori prestasi menggunakan persyaratan akademik maupun capaian prestasi sesuai ketentuan program.
Umar: Ekonomi Jangan Jadi Penghalang
Umar menegaskan perluasan bantuan pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jambi.
Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga tidak boleh membuat anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
“Kita ingin memastikan persoalan ekonomi tidak menjadi penghalang anak-anak Jambi untuk mendapatkan pendidikan. Karena itu, bantuan pendidikan dan beasiswa terus kita dorong,” katanya.
Bagi Dinas Pendidikan, persoalan pendidikan tidak selesai hanya dengan menyediakan sekolah.
Ada aspek akses.
Ada keberlanjutan pendidikan.
Ada kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan anak.
Dan ada kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi pemerintah agar tetap dapat belajar.
Pendidikan Tak Cukup Diukur dari Gedung Sekolah
Umar mengatakan pembangunan sektor pendidikan tidak cukup hanya dilihat dari jumlah gedung maupun sarana prasarana.
Infrastruktur memang penting.
Namun akses masyarakat terhadap layanan pendidikan juga menentukan.
Begitu pula kemampuan peserta didik untuk terus bersekolah hingga menyelesaikan pendidikannya.
Karena itu, Pro-Jambi Cerdas dan program beasiswa ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia.
Bantuan diarahkan kepada kelompok yang membutuhkan sekaligus mahasiswa yang memiliki prestasi.
Penghargaan Bukan Tujuan Akhir
M Umar MY menegaskan detikSumatera Awards bukan garis akhir.
Penghargaan justru menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi Dinas Pendidikan dan Pemprov Jambi untuk meningkatkan program.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki dan memperluas program pendidikan. Yang paling penting adalah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Umar.
Menurutnya, setiap perluasan program tetap harus menjaga ketepatan sasaran.
Data harus diverifikasi.
Penerima harus sesuai kriteria.
Dan manfaat program harus dapat dirasakan secara nyata oleh peserta didik.
Dari Target 4.000 Menjadi 5.292 Siswa
Tahun 2026 menjadi salah satu fase penting Pro-Jambi Cerdas.
Target RPJMD sebanyak 4.000 penerima direncanakan berkembang menjadi 5.292 siswa.
Di saat bersamaan, jalur beasiswa mahasiswa menyediakan 500 kursi yang diperebutkan hampir 1.400 pendaftar.
Angka-angka tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan sekaligus minat terhadap dukungan pendidikan dari pemerintah.
Bagi Umar, tantangannya bukan sekadar menambah jumlah penerima.
Yang lebih penting adalah memastikan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
“Kita ingin anak-anak Jambi punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi bagian dari investasi sumber daya manusia untuk masa depan Jambi,” pungkas M. Umar MY.
Penghargaan detikSumatera Awards 2026 akhirnya menjadi penanda atas satu capaian.
Namun pekerjaan Dinas Pendidikan masih berlanjut.
Dari 5.292 siswa yang disiapkan menerima bantuan hingga 500 mahasiswa yang akan mendapatkan beasiswa, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap rupiah bantuan pendidikan benar-benar membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi Jambi. (*)