Umar MY Tegaskan Pro Jambi Cerdas Terus Diperkuat untuk Siswa Kurang Mampu

WIB
Ist

JAKARTA - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar MY menerima penghargaan detikSumatera Awards 2026 atas program Pro Jambi Cerdas yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jambi.

Penghargaan tersebut diterima Umar di Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Ia hadir mewakili Gubernur Jambi Al Haris dan didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi Ariansyah.

Bagi Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap program yang selama lima tahun terakhir menyasar peserta didik dari keluarga kurang mampu.

Jumlah penerima manfaatnya disebut telah mencapai sekitar 25 ribu siswa SMA, SMK dan SLB di seluruh Provinsi Jambi.

M Umar MY: Ini Pengakuan terhadap Pro Jambi Cerdas

Usai menerima penghargaan, M Umar MY menegaskan penghargaan itu tidak sekadar seremoni.

Menurutnya, detikSumatera Awards menjadi pengakuan terhadap kebijakan pendidikan yang digagas Gubernur Al Haris dan dijalankan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

“Penghargaan ini merupakan sebagai pengakuan atas program Pro Jambi Cerdas yang digagas oleh Gubernur Jambi Al Haris,” ujar M Umar MY.

Ia mengatakan Pro Jambi Cerdas memang dirancang secara khusus untuk membantu peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Sasarannya adalah siswa SMA, SMK dan SLB yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Sudah Lima Tahun Berjalan

M Umar MY menyebut Pro Jambi Cerdas bukan program yang baru dilaksanakan.

Program tersebut telah berjalan selama lima tahun.

Dalam periode itu, sekitar 25 ribu peserta didik telah menjadi penerima manfaat.

“Pro Jambi Cerdas merupakan program yang dikhususkan kepada warga kurang mampu yang bersekolah di sekolah-sekolah SMK, SMA, SLB se-Provinsi Jambi yang sudah berjalan selama lima tahun dan sudah menyasar 25 ribu peserta didik,” ungkapnya.

Menurut Umar, angka tersebut menunjukkan program pendidikan harus benar-benar diarahkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Bukan sekadar besar dari sisi anggaran atau nama program.

Tetapi harus menyentuh siswa secara langsung.

Dinas Pendidikan Jadi Ujung Tombak

Sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M Umar MY berada di garis depan pelaksanaan berbagai kebijakan pendidikan Pemerintah Provinsi Jambi.

Termasuk memastikan Pro Jambi Cerdas menjangkau peserta didik yang menjadi sasaran.

Dinas Pendidikan mempunyai peran penting dalam pendataan penerima.

Koordinasi dengan sekolah.

Monitoring pelaksanaan program.

Hingga memastikan bantuan benar-benar masuk kepada siswa yang membutuhkan.

Karena itu, penghargaan tersebut juga menjadi tantangan bagi jajaran Dinas Pendidikan agar kualitas pelaksanaan program terus diperbaiki.

Penghargaan Jadi Motivasi

M Umar MY mengatakan penghargaan tersebut justru menjadi tambahan tanggung jawab.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan program-program yang langsung menyasar ke dunia pendidikan,” katanya.

Menurut Umar, ukuran utama keberhasilan kebijakan pendidikan tetap pada manfaatnya kepada siswa.

Apakah akses pendidikan semakin terbuka.

Apakah anak dari keluarga kurang mampu dapat bertahan di sekolah.

Dan apakah kesenjangan pendidikan bisa terus ditekan.

Fokus ke Siswa Kurang Mampu

Pro Jambi Cerdas sejak awal diarahkan kepada masyarakat kurang mampu.

Fokus tersebut menjadi penting karena persoalan pendidikan tidak hanya menyangkut keberadaan gedung sekolah atau guru.

Ada faktor ekonomi keluarga.

Ada biaya kebutuhan sekolah.

Ada risiko anak berhenti sekolah ketika orang tua menghadapi keterbatasan finansial.

Program seperti Pro Jambi Cerdas ditempatkan untuk membantu mengurangi persoalan tersebut.

M Umar MY menilai dukungan kepada kelompok siswa tersebut harus terus dijaga.

SMA, SMK dan SLB Jadi Sasaran

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi memiliki kewenangan terhadap jenjang SMA, SMK dan SLB.

Karena itulah tiga kelompok tersebut menjadi sasaran Pro Jambi Cerdas.

Masing-masing mempunyai kebutuhan yang berbeda.

Siswa SMA mempersiapkan diri ke perguruan tinggi maupun dunia kerja.

Siswa SMK membutuhkan dukungan agar memiliki kompetensi dan keterampilan.

Sementara peserta didik SLB memerlukan perhatian khusus agar hak pendidikan tetap terpenuhi.

M Umar MY menegaskan semua kelompok tersebut harus mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak.

25 Ribu Penerima Jadi Evaluasi Berikutnya

Jumlah 25 ribu peserta didik memang menjadi capaian besar.

Namun bagi Dinas Pendidikan, angka tersebut juga harus menjadi bahan evaluasi.

Apakah seluruh penerima sudah sesuai sasaran.

Bagaimana pemerataan antarwilayah.

Apakah masih ada siswa kurang mampu yang belum tersentuh.

Dan bagaimana program dapat terus diperkuat di tahun-tahun mendatang.

M Umar MY menilai pengembangan program harus berbasis pada kebutuhan riil di sekolah.

Dengan begitu, bantuan tidak hanya banyak secara jumlah tetapi juga tepat sasaran.

Penghargaan untuk Kerja Pendidikan Jambi

M Umar MY menerima penghargaan tersebut mewakili Pemerintah Provinsi Jambi.

Namun ia menempatkan capaian itu sebagai bagian dari kerja bersama.

Ada pemerintah provinsi.

Dinas Pendidikan.

Sekolah.

Guru.

Tenaga kependidikan.

Serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pro Jambi Cerdas.

Tanpa jaringan sekolah di daerah, program sulit menjangkau peserta didik secara langsung.

Karena itu, penghargaan juga menjadi dorongan agar koordinasi terus diperkuat.

Umar: Program Harus Langsung Menyentuh Dunia Pendidikan

M Umar MY kembali menekankan satu hal.

Program pendidikan harus terasa manfaatnya di sekolah.

Tidak cukup hanya bagus di atas kertas.

Ada siswa yang harus terbantu.

Ada keluarga yang terbantu.

Ada akses pendidikan yang harus diperluas.

Itulah alasan ia menyebut penghargaan sebagai motivasi untuk terus meningkatkan program yang langsung menyasar dunia pendidikan.

Dinas Pendidikan Jambi Punya Tantangan Besar

Ke depan, tantangan pendidikan Jambi masih panjang.

Pemerataan akses.

Kualitas pembelajaran.

Kebutuhan sekolah di daerah.

Pendidikan vokasi.

Pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Hingga dukungan terhadap keluarga yang secara ekonomi kurang mampu.

M Umar MY dan jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jambi akan berada di barisan yang menangani persoalan tersebut.

Penghargaan detikSumatera Awards menjadi salah satu pengakuan.

Namun ukuran sebenarnya tetap ada di sekolah.

Apakah siswa bisa belajar.

Apakah mereka bisa bertahan.

Dan apakah pendidikan mampu membuka masa depan yang lebih baik.

Bagi M Umar MY, penghargaan itu bukan garis akhir. Ia justru menjadi pengingat bahwa setelah 25 ribu siswa terbantu, pekerjaan Dinas Pendidikan Jambi berikutnya adalah memastikan semakin banyak anak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkeadilan. (*)

BeritaSatu Network