JAMBI — Pagi itu, udara Kota Jambi belum benar-benar bersahabat. Kabut asap masih menyelimuti sejumlah kawasan, membuat masyarakat harus beraktivitas di tengah kualitas udara yang mengkhawatirkan.
Di sekitar Kantor Gubernur Jambi hingga sejumlah titik lainnya, Minggu pagi, terlihat langkah kepedulian yang datang dari Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Jambi.
Membawa masker, para pengurus dan relawan YJI turun langsung menyapa masyarakat. Masker dibagikan kepada warga dan pengguna jalan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.
Bukan sekadar membagikan masker, YJI Jambi ingin mengingatkan bahwa di tengah udara yang tidak sehat, menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama.
Aksi bertajuk “Berbagi Masker Gratis, Berbagi Kepedulian” tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian YJI Cabang Jambi terhadap masyarakat. Terlebih, paparan asap dan partikel udara dapat mengganggu sistem pernapasan dan menjadi perhatian bagi masyarakat yang memiliki risiko terhadap kesehatan jantung dan paru-paru.
Masker diberikan satu per satu kepada masyarakat yang melintas. Ada pengendara, pejalan kaki hingga warga yang tetap harus menjalankan aktivitasnya di tengah kabut asap.
Bagi YJI Jambi, masker mungkin terlihat sederhana. Namun, di tengah kondisi udara yang kurang sehat, sebuah masker dapat menjadi simbol bahwa masih ada kepedulian yang diberikan kepada masyarakat.
Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Jambi, Dr. Ir. Hj. Hariatia, M.E., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian YJI terhadap kesehatan masyarakat Jambi, kondisi kabut asap tidak boleh membuat masyarakat abai terhadap kesehatan. Justru, situasi seperti ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih menjaga diri dan lingkungan sekitar.
“Hari ini kita tidak hanya berbagi masker, tetapi juga berbagi kepedulian. Masker yang kita berikan mungkin sederhana, tetapi ini adalah bentuk perhatian kita kepada masyarakat. Di tengah kondisi udara yang kurang baik, kita ingin mengingatkan bahwa kesehatan harus menjadi perhatian bersama,” ujar Hariatia.
Ia menekankan bahwa kesehatan jantung dan pernapasan memiliki hubungan erat dengan kualitas udara yang dihirup setiap hari. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk.
“Kita berharap masyarakat dapat menjaga kesehatan, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Terutama anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu,” katanya.
Hariatia juga mengatakan, kepedulian terhadap kesehatan tidak cukup hanya dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas, dunia usaha hingga masyarakat harus mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing.
“Kesehatan bukan hanya tentang bagaimana kita menjaga diri sendiri, tetapi juga bagaimana kita peduli terhadap orang lain. Karena itu, ketika ada masyarakat yang membutuhkan perlindungan, kita hadir semampu kita untuk membantu,” lanjutnya.
Kegiatan berbagi masker ini dilaksanakan selama dua hari dengan menyasar sejumlah lokasi di Kota Jambi. Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya YJI Cabang Provinsi Jambi untuk mendekatkan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat melalui aksi nyata.
Bagi YJI, edukasi kesehatan tidak selalu harus dilakukan melalui ruang pertemuan. Terkadang, pesan sederhana yang disampaikan langsung di tengah masyarakat justru memiliki makna yang lebih kuat.
Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti Jambi, para relawan YJI memilih turun ke jalan.
Mereka membawa masker, menyapa masyarakat, dan menyampaikan pesan sederhana: jaga kesehatan, lindungi diri, dan tetap peduli kepada sesama.
Sebab, ketika udara menjadi milik bersama, menjaga kesehatan pun membutuhkan kepedulian bersama.
“Mari kita hadapi kondisi ini dengan saling menguatkan. Gunakan masker, jaga kesehatan, dan jangan lupa peduli terhadap orang-orang di sekitar kita,” pungkas Hariatia.(*)