Jambi - Lawatan ulama asal Mesir Maulana Syekh ‘Ala Muhammad Musthafa Na’imah di Jambi terus berlanjut, Sabtu (5/9/2026).
Usai dijamu Gubernur Jambi Al Haris di Rumah Dinas Gubernur, Syekh Ala yang didampingi Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj Ernawati langsung melanjutkan perjalanan menuju Pondok Karya Pembangunan (PKP) Al Hidayah Jambi.
Kedatangan rombongan kali ini benar-benar berbeda.
Belum masuk ke kawasan utama pesantren, rombongan sudah disambut pasukan berkuda.
Santriwan dan santriwati tampak berada di atas kuda. Sebagian membawa busur dan anak panah. Mereka berdiri rapi menjadi barisan penyambutan.
Suasana langsung berubah.
Nuansa pesantren bertemu dengan atraksi berkuda.
Syekh Ala yang berada di dalam rombongan tampak mendapat sambutan istimewa sejak kendaraan memasuki kawasan PKP Al Hidayah.
Hj Ernawati ikut mendampingi di sisi rombongan.
Pemandangan santri berkuda menjadi salah satu titik yang paling menarik perhatian.
Bukan sekadar seremoni.
Ada pesan mengenai disiplin, ketangkasan dan keberanian yang ingin ditampilkan para santri.
Begitu kendaraan berhenti dan Syekh Ala turun, sambutan belum selesai.
Suara marching band langsung menggema.
Barisan marching band PKP Al Hidayah memainkan irama penyambutan di hadapan tamu.
Santri berbaris.
Alat musik berbunyi.
Suasana pesantren yang biasanya tenang mendadak berubah meriah.
Syekh Ala berjalan masuk diiringi sambutan para santri.
Ada yang mengabadikan momen lewat telepon genggam.
Ada yang berdiri di sisi jalur yang dilewati rombongan.
Sebagian santri tampak antusias ingin melihat lebih dekat ulama asal Alexandria tersebut.
Musri pesantren, Hasan Basri Husein, menyambut langsung kedatangan Syekh Ala dan Hj Ernawati.
Pertemuan berlangsung hangat.
Salam dan sapaan langsung dilakukan begitu rombongan tiba.
Hasan Basri Husein kemudian mendampingi Syekh Ala masuk menuju rangkaian kegiatan berikutnya.
Hingga berita ini ditulis, acara di PKP Al Hidayah masih berlangsung.
Suasana penyambutan sejak awal menunjukkan bahwa kedatangan Syekh Ala bukan diperlakukan sebagai kunjungan biasa.
Pesantren mempersiapkan suasana yang melibatkan santri secara langsung.
Dari berkuda.
Memanah.
Marching band.
Hingga barisan penyambutan.
Ada semangat ingin menunjukkan wajah pesantren yang bukan hanya kuat dalam pendidikan agama, tetapi juga membangun keberanian, disiplin dan kreativitas santri.
Lawatan Syekh Ala ke PKP Al Hidayah sendiri menjadi bagian dari rangkaian agenda yang cukup padat selama berada di Jambi.
Sehari sebelumnya, Syekh Ala tampil dalam Dialog Pendidikan dan Peradaban Islam di UIN STS Jambi.
Ia kemudian mengisi tabligh akbar di Masjid Agung Al-Falah di hadapan ribuan jamaah.
Usai salat Ashar, Syekh Ala juga memimpin zikir dan doa khusus meminta hujan untuk Jambi.
Sore harinya, perjalanan dilanjutkan ke Pondok Pesantren Daaru Attauhid di Kumpeh.
Di sana, Syekh Ala berdialog langsung dengan ratusan santri, berbicara tentang ilmu, zikir dan keteladanan Imam Syafi’i.
Sabtu pagi, Syekh Ala kemudian dijamu Gubernur Jambi Al Haris di rumah dinas.
Ia mendoakan Al Haris serta masyarakat Jambi.
Lalu, tanpa jeda panjang, rombongan bergerak ke PKP Al Hidayah.
Dari rumah dinas gubernur menuju pesantren.
Dari ruang resmi pemerintahan kembali ke tengah santri.
Dan kali ini, sambutannya benar-benar berbeda.
Pasukan berkuda menjadi pembuka.
Marching band mengiringi langkah.
Sementara ratusan santri menyambut ulama Mesir yang beberapa hari terakhir begitu dekat dengan masyarakat Jambi.
Syekh Ala datang bersama Hj Ernawati.
Hasan Basri Husein menyambut.
Dan hingga kini, majelis masih berlangsung.
Satu lagi titik lawatan Syekh Ala di Jambi berubah menjadi ruang pertemuan antara ulama, pesantren dan generasi muda.(*)