Wali Kota-Wawako Masuk Dewan Pembina, Hj Ernawati Tetapkan ‘Pasukan Lengkap’ ISMI Kota Jambi di Bawah Ardi

WIB
ist

Jambi - Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Kota Jambi tak main-main menyiapkan mesin organisasinya.

Strukturnya gemuk.

Isinya lintas profesi.

Ada unsur pemerintah, akademisi, praktisi, tokoh adat, profesional, hingga sarjana muda. Bahkan Wali Kota Jambi, Wakil Wali Kota Jambi, Ketua DPRD Kota Jambi, Sekretaris Daerah Kota Jambi dan Ketua Lembaga Adat Melayu Kota Jambi ditempatkan dalam Dewan Pembina.

Semua itu tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia Provinsi Jambi Nomor 31/SK/PW-ISMI/JBI/IX/2026 tentang Susunan Pengurus Daerah ISMI Kota Jambi Periode 2026-2029. SK tersebut ditetapkan di Jambi pada 7 September 2026 dan ditandatangani Ketua PW ISMI Jambi Hj Ernawati, S.Ag., M.Pd. bersama Sekretaris Dr. Fahmi Rasid, S.E., M.AP.

Ketua ISMI Kota Jambi dipercayakan kepada Dr. H. Ardi, S.P., M.Si.

Ardi bukan muncul tiba-tiba.

Dalam SK disebutkan pembentukan PD ISMI Kota Jambi berangkat dari hasil musyawarah pemegang mandat. Sebelumnya, melalui Surat Mandat Pembentukan Pengurus Daerah ISMI se-Provinsi Jambi Nomor 10/KPTS/VI/2026 tanggal 19 Juni 2026, Ardi memang ditunjuk sebagai pemegang mandat untuk Kota Jambi.

Kini mandat itu sudah berubah menjadi struktur penuh.

Dan jumlah orang yang masuk di dalamnya cukup banyak.

Ketua ISMI Kota Jambi Dr H Ardi mengatakan struktur besar tersebut harus dibaca sebagai kekuatan sumber daya manusia, bukan sekadar panjangnya daftar nama.

Menurutnya, tantangan utama justru datang setelah struktur terbentuk.

“ISMI bukan tempat mengumpulkan gelar akademik. Kalau orang-orang yang punya ilmu ini sudah berhimpun, pertanyaan berikutnya adalah: apa yang bisa kita kerjakan untuk masyarakat? Di situlah nilai organisasi ini diuji,” kata Ardi.

Ardi ingin setiap bidang tidak hanya tercantum dalam SK.

Mereka harus mempunyai program.

Bidang pendidikan harus bicara pendidikan.

Bidang riset harus menghasilkan kajian.

Bidang ekonomi mesti masuk ke persoalan usaha dan sumber daya.

Bidang sosial harus menyentuh masyarakat.

Bidang agama dan budaya menjaga nilai.

Bidang hukum memberi perspektif advokasi.

Begitu pula bidang pemberdayaan perempuan dan olahraga.

“Kalau seluruh bidang bergerak sesuai kompetensinya, ISMI Kota Jambi bisa menjadi laboratorium gagasan. Kita punya akademisi, birokrat, profesional, praktisi dan tokoh masyarakat. Jangan berjalan sendiri-sendiri,” ujar Ardi.

Susunan Dewan Pembina ISMI Kota Jambi cukup menarik.

Posisinya diisi lima jabatan strategis di Kota Jambi.

Yakni Wali Kota Jambi, Wakil Wali Kota Jambi, Ketua DPRD Kota Jambi, Sekretaris Daerah Kota Jambi dan Ketua LAM Kota Jambi.

Komposisi tersebut memperlihatkan arah organisasi yang ingin membangun komunikasi dengan pemerintahan sekaligus lembaga adat.

Namun Hj Ernawati Ketua ISMI Provinsi Jambi mengingatkan, kedekatan dengan pemerintah tidak boleh membuat sarjana kehilangan independensi berpikir.

“Pemerintah adalah mitra. ISMI harus dekat agar komunikasi mudah dibangun, tetapi sarjana tetap harus objektif. Kalau ada program baik, kita dukung. Kalau ada yang membutuhkan masukan, kita sampaikan dengan ilmu, data dan cara yang santun,” kata Ernawati.

Menurut Ernawati, organisasi sarjana justru harus mampu berada di tengah.

Tidak menjadi kelompok yang hanya mengkritik dari luar.

Tetapi juga bukan organisasi yang kehilangan daya kritis karena terlalu dekat dengan kekuasaan.

“ISMI harus menjadi mitra intelektual. Kita ingin membantu pemerintah dan masyarakat menemukan solusi,” ujarnya.

Nadiyah Maulana Pimpin Dewan Penasehat

Pada Dewan Penasehat, posisi ketua dipercayakan kepada Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG.

Sekretaris Dewan Penasehat adalah Prof. Setiawan, S.T., M.M.Si., Ph.D.

Sementara anggota terdiri dari Dr. Miftahur Rizik, S.Pd.I., M.Pd., Dr. Luthfi Musthafa, S.Ag., M.M., dan Dr. Ir. Teja Kaswari, M.Sc.Agr.

Ernawati menilai hadirnya figur dari berbagai disiplin dalam Dewan Penasehat penting agar organisasi tidak kehilangan arah.

“Orang-orang yang duduk di Dewan Penasehat bukan sekadar nama. Kami berharap mereka menjadi tempat bertanya, memberi pertimbangan dan menjaga agar organisasi ini tetap berada pada jalur pengabdian,” kata Ernawati.

Dewan Pakar Diisi Para Akademisi

ISMI Kota Jambi juga membentuk Dewan Pakar.

Ketuanya Prof. Dr. Ir. Hj. Sunarti, S.P., M.P., IPU.

Sekretarisnya Prof. Dr. D.I. Ansusa Putra, Lc., MA.Hum.

Sedangkan anggota Dewan Pakar yakni Dr. Fuad Muchlis, S.P., M.Si., Dr. Noviardi Ferzi, S.E., M.M., dan Dr. Sukmal Fahri, S.Pd., M.Kes.

Bagi Ardi, posisi Dewan Pakar akan menjadi salah satu “otak” organisasi.

“Kita ingin setiap gagasan punya dasar. Jangan organisasi sarjana justru bicara tanpa kajian. Dewan Pakar kita harapkan menjadi salah satu kekuatan untuk memberikan analisis dan rekomendasi,” katanya.

Ada Dewan Adat

Unsur adat juga mendapat tempat khusus.

Dewan Adat ISMI Kota Jambi diketuai Raden Ahyar, S.H., dengan sekretaris Drs. Afrizal, D.Pt. Ahmad Sehan, S.E. duduk sebagai anggota.

Menurut Ernawati, kehadiran Dewan Adat menunjukkan bahwa kata “Melayu” dalam ISMI tidak sekadar menjadi identitas nama.

“Kalau kita membawa nama Sarjana Melayu, maka ilmu modern harus berjalan bersama akar budaya. Melayu jangan hanya hadir pada pakaian atau seremoni. Nilai musyawarah, adab, gotong royong dan penghormatan kepada orang tua harus tetap hidup,” kata Ernawati.

Ardi Dikelilingi Tiga Wakil Ketua

Pada struktur Dewan Pengurus, Ardi ditemani tiga wakil ketua.

Wakil Ketua I dijabat Dr. Muhammad Padli, S.Pd.I., M.Pd.I.

Wakil Ketua II M. Saleh Azim, S.E.

Wakil Ketua III Hairon Fauzi, S.Kom.I.

Sementara posisi Sekretaris dijabat Zakky Fathoni, S.P., M.Sc.

Ia didampingi tiga wakil sekretaris, yakni Arvandi, S.Pd.I., Ade Kurnia Utama, S.H., dan Fefa Sri Rahayu, S.Si.

Bendahara dipercayakan kepada H. Hendri Firmansyah, S.E., M.E. Tiga wakil bendahara terdiri dari Dr. Lucky Enggraini Fitri, S.E., M.Si., Rezky Malik, S.T., serta Fernada Tawaffal, S.I.Kom., M.E.

10 Bidang Jadi Mesin Organisasi

Di bawah struktur inti, ISMI Kota Jambi membentuk 10 bidang.

Komposisinya sebagai berikut:

  1. Bidang Organisasi
    Ketua M. Ricky, S.STP.
    Sekretaris Kiki, S.T.
    Anggota Arista Widya Rahman, S.M., Firman Maulidianto, S.Kom., dan M. Apip, S.E.
  2. Bidang Informasi-Komunikasi
    Ketua Dr. Dedy Setiawan, S.Kom., MIT.
    Sekretaris Rano Isjuandi, S.Sos.
    Anggota Arip Kurniawan, S.Pd., Kms. M. Khairudin, S.Kom., Arif Safwan, S.E., dan Budi Harjo, S.Pd.
  3. Bidang Pendidikan
    Ketua Dr. Ade Oktarino, S.Kom., M.Si.
    Sekretaris Pahmi Rohim, M.Pd.
    Anggota Dr. Rafik Darmansyah, M.Pd., Debi Saputra, S.E., M.M., dan Dila Prihantini, S.M.
  4. Bidang Riset dan Inovasi
    Ketua Dr. Pahrudin HM, S.S., M.A.
    Sekretaris Kasful Anwar, S.Pd., M.Pd., Ph.D.
    Anggota Fauzan Ramli, S.E., M.E. dan Saprizal, S.H.
  5. Bidang Sosial
    Ketua Dr. Gusfianto, S.K.M., M.K.M.
    Sekretaris Achmad Faisal, S.STP., M.H.
    Anggota Fenia Apriliya, S.M. dan Fauzi, S.Hut., M.Si.
  6. Bidang Ekonomi dan Sumber Daya
    Ketua Pahlewi, S.P., M.Si.
    Sekretaris Andri Alfarabi, M.E.
    Anggota Ir. Yoppy Setyantoro, S.P., M.Si., Rts. Nurul Hidayatul Muaffah, S.E., dan Dinda Farah Salsabila, S.Sos.
  7. Bidang Agama dan Seni Budaya
    Ketua M. Ilham, S.Ud., M.Ag.
    Sekretaris Hery Rusadi, S.Sy.
    Anggota Dewi Marlinda, S.E., M.M. dan Tisya’ulya Lukman, S.M., M.E.
  8. Bidang Hukum dan Advokasi
    Ketua Wahyu Agus Prayugo, S.H., M.H.
    Sekretaris Ridwan Joni, S.H., M.H.
    Anggota Dina Maryati, S.H., M.H., Zarkasih, S.H., dan Shinta Bachtiar, S.H.
  9. Bidang Pemberdayaan Perempuan
    Ketua Oksi Madya Ervina, S.H.
    Sekretaris Eqitya Noferi, S.STP., M.H.
    Anggota Halimah Tussadiyah, S.Pd., Geis Anggela Fira, S.Tr.Kes., serta Fatinah Nur’Abidah, S.Tr.Kes.
  10. Bidang Olahraga
    Ketua Suryadi, S.H.
    Sekretaris Farpin Indra Kesuma Jaya, S.E.
    Anggota Ardiansyah, S.Pd. dan M. Ridho Kaljannah, S.IP., M.Kom.

Melihat struktur yang cukup panjang itu, Hj Ernawati justru mengingatkan bahaya organisasi gemuk tetapi minim aktivitas.

Menurutnya, banyaknya bidang baru menjadi kekuatan jika semuanya bergerak.

“Saya tidak mau kita bangga karena pengurusnya banyak, gelarnya panjang, fotonya ramai, tapi setelah itu organisasinya sepi. Lebih baik struktur ini benar-benar menjadi mesin kerja,” kata Ernawati.

Ia ingin masing-masing bidang mempunyai satu atau dua program unggulan yang realistis.

Bidang sosial bisa menyentuh anak yatim dan dhuafa.

Bidang pendidikan masuk ke sekolah, pesantren dan kampus.

Bidang ekonomi membantu UMKM dan pengusaha muda.

Bidang riset menghasilkan rekomendasi untuk pemerintah.

Bidang pemberdayaan perempuan membuka ruang bagi perempuan untuk berkembang.

Sementara bidang informasi-komunikasi memastikan gagasan dan kegiatan ISMI dapat diketahui masyarakat.

“Tidak harus semuanya program besar. Yang sederhana tetapi jalan, lebih baik daripada program besar yang cuma ada di proposal,” ujarnya.

SK Nomor 31/SK/PW-ISMI/JBI/IX/2026 menyatakan susunan Pengurus Daerah ISMI Kota Jambi periode 2026-2029 ditetapkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan tersebut.

SK berlaku sejak tanggal ditetapkan, yakni 7 September 2026. Dokumen juga menyebut perbaikan dapat dilakukan apabila kemudian terdapat kekeliruan atau kesalahan dalam penetapan.

Ernawati dan Fahmi Rasid membubuhkan tanda tangan atas nama Pengurus Wilayah ISMI Provinsi Jambi.

Bagi Ardi, penetapan SK itu berarti satu fase sudah selesai.

Fase berikutnya lebih berat.

Kerja.

“Kita sudah punya struktur, sudah punya bidang, sudah punya banyak orang dengan keahlian yang luar biasa. Sekarang tidak ada alasan untuk tidak bergerak,” kata Ardi.

Ia ingin rapat kerja menjadi tempat memilah persoalan yang benar-benar dekat dengan kebutuhan Kota Jambi.

Tidak semua persoalan harus diambil.

Tetapi apa yang dipilih harus dikerjakan serius.

“ISMI tidak perlu merasa harus mengerjakan semuanya. Pilih masalah yang memang sesuai kemampuan kita, susun program, cari mitra, lalu tuntaskan,” ujarnya.

Ernawati: Kota Jambi Harus Jadi Etalase

Ernawati menaruh target cukup tinggi.

Menurutnya, ISMI Kota Jambi mempunyai modal yang tidak kecil.

Kota Jambi merupakan pusat pemerintahan.

Perguruan tinggi banyak.

Profesional berkumpul.

Dunia usaha bergerak.

Akses terhadap pemerintah juga lebih dekat.

Karena itu, ISMI Kota Jambi diharapkan menjadi salah satu etalase pergerakan ISMI di Provinsi Jambi.

“Kota Jambi harus menjadi tempat lahirnya banyak inovasi. Kalau ada program bagus dari sini, kita bisa bawa ke kabupaten lain. Sebaliknya kalau kabupaten punya inovasi bagus, kita adopsi di kota. ISMI harus menjadi jaringan yang saling belajar,” kata Ernawati.

Ia kembali menekankan bahwa sarjana harus mampu menjembatani teori dan kenyataan.

“Orang pintar banyak. Orang bergelar banyak. Yang kita butuhkan adalah orang yang mau menurunkan ilmunya menjadi manfaat,” katanya.

Maka struktur tujuh halaman itu kini sudah resmi.

Ada pembina.

Penasehat.

Pakar.

Adat.

Ketua.

Sekretaris.

Bendahara.

Dan 10 bidang kerja.

Namanya sudah tertulis.

Tanda tangan sudah dibubuhkan.

SK sudah berlaku.

Sekarang, kata Ardi, tantangan sebenarnya justru baru dimulai.

“Setelah nama kita masuk dalam SK, yang diuji bukan lagi siapa kita. Yang diuji adalah apa yang kita kerjakan,” ujarnya.(*)

Download SK nya di sini :

BeritaSatu Network