Jambi — Pengurus Karang Taruna Provinsi Jambi, Indraiswadi, menyerahkan bantuan 1.000 masker dan 500 strip vitamin kepada Karang Taruna Lingkar Selatan, Kota Jambi. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial melalui organisasi kepemudaan.
Seribu masker dan ratusan strip vitamin itu diserahkan kepada Karang Taruna di tingkat kelurahan. Keterlibatan pengurus di lingkungan terdekat masyarakat diharapkan dapat membantu menjangkau warga yang membutuhkan.
“Karang Taruna harus hadir di tengah masyarakat melalui tindakan yang bisa dirasakan manfaatnya. Melalui bantuan ini, kami ingin ikut mengambil bagian dalam kepedulian terhadap kesehatan warga,” ujar Indraiswadi.
Ia menekankan bahwa keberadaan organisasi kepemudaan perlu diwujudkan melalui kegiatan yang menjawab kebutuhan masyarakat. Ruang pengabdian itu terbuka luas, termasuk melalui penyaluran bantuan dan kerja sosial di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, kepedulian dapat dimulai dari hal yang sederhana. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk bergerak, melihat kebutuhan di sekitar, lalu mengambil peran sesuai kemampuan.
“Kita tidak harus menunggu punya sumber daya besar untuk membantu. Kalau hari ini yang bisa kita lakukan adalah menyerahkan masker dan vitamin, kita mulai dari sana. Yang penting ada langkah nyata dan ada manfaat yang kita upayakan,” tuturnya.
Dalam penyerahan tersebut, bantuan terdiri atas 1.000 buah masker dan 500 strip vitamin. Angka 500 strip merujuk pada kemasan vitamin yang diserahkan, bukan jumlah penerima bantuan.
Indraiswadi berharap Karang Taruna Lingkar Selatan dapat membantu memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Kedekatan pengurus dengan lingkungan masyarakat menjadi modal untuk mengenali siapa yang perlu mendapat perhatian.
“Teman-teman di kelurahan tentu lebih dekat dengan warga. Harapannya, bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan menjangkau mereka yang membutuhkan. Kepedulian harus diikuti tanggung jawab agar manfaatnya sampai,” katanya.
Ia juga mengajak anggota Karang Taruna menjaga semangat gotong royong. Baginya, kegiatan sosial akan lebih berarti apabila tumbuh menjadi kebiasaan bersama dan melibatkan semakin banyak pemuda.
Pemuda dapat mengambil peran melalui berbagai cara. Ada yang menyumbangkan tenaga, membantu koordinasi, menyediakan kebutuhan, ataupun mendukung penyaluran bantuan.
“Tidak semua orang harus membantu dengan uang atau barang. Ada yang bisa menyumbangkan tenaga dan waktu. Kalau kemampuan itu dipertemukan, pekerjaan sosial akan terasa lebih ringan,” ucapnya.
Indraiswadi berharap hubungan antara pengurus Karang Taruna provinsi dan pengurus di tingkat kelurahan terus terjaga. Komunikasi tersebut dinilai penting agar kebutuhan di lapangan dapat diketahui dan menjadi bahan untuk menyusun kegiatan berikutnya.
Ia mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan kegiatan sosial terletak pada manfaat yang diterima masyarakat. Karena itu, perhatian terhadap kebutuhan penerima perlu menjadi pertimbangan sejak bantuan disiapkan hingga diserahkan.
“Kita ingin masyarakat merasakan bahwa Karang Taruna ada dan peduli. Sekecil apa pun yang bisa kita berikan, mari dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dari langkah sederhana, semangat saling membantu bisa terus tumbuh,” tutupnya.(*)