Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Wali Kota Jambi Maulana Usulkan HCS 2026 Diundur ke November
JAMBI – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Jambi tak hanya berdampak terhadap kualitas udara, tetapi juga mulai mengganggu persiapan agenda nasional di Kota Jambi. Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi pun mengusulkan penjadwalan ulang pelaksanaan Healthy Cities Summit (HCS) ke-7 Tahun 2026, dari semula 25–28 Oktober menjadi November mendatang.
Usulan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Kesiapan HCS 2026 di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu (10/10/2026) pagi. Gangguan penerbangan akibat terbatasnya jarak pandang serta kondisi cuaca menjadi pertimbangan utama agar agenda berskala nasional itu dapat berlangsung lebih optimal.
Rapat koordinasi tersebut mempertemukan jajaran Pemerintah Provinsi Jambi, Pemkot Jambi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pemangku kepentingan terkait untuk mengevaluasi kesiapan penyelenggaraan.
Hadir dalam pertemuan itu Gubernur Jambi Al Haris, Wakil Gubernur Abdullah Sani, Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Sekda Provinsi Jambi Sudirman, dan Sekda Kota Jambi A. Ridwan, bersama jajaran pejabat terkait.
Bagi Kota Jambi, HCS bukan sekadar agenda pertemuan antarpemerintah daerah. Kepercayaan sebagai tuan rumah menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi pembangunan, membenahi infrastruktur, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Namun, di tengah kondisi kabut asap yang belum sepenuhnya membaik, kesiapan acara perlu mempertimbangkan kenyamanan dan keselamatan peserta yang akan datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, usulan perubahan jadwal dilakukan setelah mempertimbangkan paparan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), termasuk potensi hujan yang diperkirakan mulai meningkat pada akhir Oktober.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jadwal awal HCS berdekatan dengan perkiraan perubahan cuaca, sementara kabut asap dikhawatirkan belum pulih secara optimal.
Atas dasar itu, Pemkot Jambi akan menyampaikan surat kepada pemerintah pusat untuk mengusulkan perubahan jadwal pelaksanaan.
“Alhamdulillah, hari ini Pak Gubernur hadir bersama Pak Wakil Gubernur, Pak Sekda, kepala biro, kepala dinas, para asisten, hingga unsur terkait lainnya. Ini merupakan bentuk dukungan dan penghargaan bagi kami sebagai tuan rumah yang dipercaya menyelenggarakan pertemuan Kabupaten/Kota Sehat se-Indonesia,” ujar Maulana.
Menurutnya, dukungan pemerintah provinsi dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk memastikan persiapan berjalan matang.
Maulana menjelaskan, dalam skema jadwal yang dibahas, kedatangan peserta direncanakan pada 22 November 2026, sedangkan agenda utama berlangsung pada 23 dan 24 November. Perubahan tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah pusat.
“Kami berharap kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Melalui HCS, infrastruktur juga dapat dibenahi melalui kolaborasi pemerintah kota, provinsi, dan pusat, termasuk jalan menuju Sekolah Rakyat, kawasan Sijinjang, serta ruas jalan nasional lainnya,” jelasnya.
Gubernur Jambi Al Haris menyatakan dukungan penuh terhadap kesiapan Kota Jambi sebagai tuan rumah HCS 2026, kegiatan yang mempertemukan kepala daerah dan pemangku kepentingan dari berbagai wilayah Indonesia tersebut turut membawa nama baik Provinsi Jambi. Karena itu, persiapannya perlu dilakukan secara terukur dengan melibatkan seluruh pihak terkait.
“Kami menyambut baik ketika Kota Jambi ditunjuk sebagai tuan rumah HCS tahun 2026. Kegiatan ini menjadi tempat berkumpulnya kepala daerah se-Indonesia dan pejabat terkait dalam forum kota sehat,” ujarnya.
Al Haris menilai, kesiapan infrastruktur, akses jalan, lokasi kegiatan, hingga pelayanan bagi para tamu harus menjadi perhatian bersama.
“Kegiatan ini cukup besar. Kita tentu ingin seluruh persiapannya matang sehingga para tamu yang datang ke Jambi merasa nyaman. Ini juga menyangkut nama baik daerah, sehingga Pemerintah Provinsi siap mendukung dan membantu Pemkot Jambi,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pembahasan bersama, pelaksanaan HCS diusulkan bergeser ke November dengan mempertimbangkan kemarau panjang dan kondisi kabut asap.
“Alhamdulillah, tadi sudah kita putuskan untuk mengusulkan penundaan HCS 2026. Kita tidak ingin pelaksanaannya kurang maksimal, sehingga diperlukan pematangan persiapan. Kita sama-sama mengetahui saat ini masih terjadi kemarau panjang dan kabut asap,” katanya.
Meski demikian, Al Haris memastikan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Jambi yang dijadwalkan mulai 30 Oktober tetap berjalan sesuai rencana.
“Semoga pada tanggal yang telah diusulkan, kondisi cuaca dan udara di Kota Jambi sudah semakin baik. Untuk MTQ tingkat Provinsi Jambi tetap dilaksanakan pada 30 Oktober karena rangkaian kegiatannya sudah terjadwal dan melibatkan banyak cabang perlombaan,” tambahnya.
Selain mempertimbangkan cuaca dan akses penerbangan, rapat koordinasi juga membahas kesiapan infrastruktur serta lokasi yang akan dikunjungi para peserta.
Sejumlah titik yang masuk dalam rencana kunjungan meliputi Kolam Retensi Telago Kajang Lako, fasilitas pengelolaan air limbah domestik dan depo pengelolaan sampah di kawasan Sijenjang, Candi Muaro Jambi, serta Sekolah Rakyat di Kota Jambi.
Pemkot Jambi bersama pihak terkait akan mematangkan kesiapan rute dan akses menuju lokasi tersebut, termasuk berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi.
Maulana berharap, penyelenggaraan HCS mampu memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar pelaksanaan agenda pemerintahan. Pembenahan infrastruktur dan peningkatan kualitas fasilitas publik diharapkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelah kegiatan berlangsung.
Di sisi lain, kehadiran peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia juga dinilai berpotensi menggerakkan ekonomi lokal.
“Dengan banyaknya tamu yang datang, tentu ada pergerakan ekonomi. Mereka membutuhkan makanan, penginapan, dan oleh-oleh. Karena itu, kami berharap masyarakat ikut mendukung dan bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik bagi saudara-saudara kita dari seluruh Indonesia,” ungkap Maulana.
Ia menyebut sejumlah konsulat jenderal juga telah mengonfirmasi rencana kehadiran dalam kegiatan tersebut. Pemkot Jambi akan terus mematangkan persiapan sembari menunggu keputusan pemerintah pusat atas usulan perubahan jadwal.
Melalui koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, Pemkot Jambi, dan seluruh pemangku kepentingan, HCS ke-7 Tahun 2026 diharapkan dapat terlaksana dengan baik, memberikan kenyamanan bagi peserta, serta membawa manfaat nyata bagi pembangunan dan perekonomian masyarakat Kota Jambi.(*)