Wakil Wali Kota Jambi Diza Sambangi Rumah Duka Warga Zona Merah, Berharap Persoalan Tanah Segera Tuntas

WIB
Ist

Jambi – Di tengah perjuangan panjang warga terdampak zona merah Pertamina untuk mendapatkan kepastian hukum atas tanah mereka, duka menyelimuti masyarakat Kenali Asam. Seorang warga bernama Erwan meninggal dunia setelah tersungkur saat mengikuti aksi perjuangan di posko warga, Minggu (18/10/2026) malam.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menyambangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Kehadiran Diza menjadi bentuk empati Pemerintah Kota Jambi terhadap keluarga yang ditinggalkan, sekaligus perhatian terhadap warga yang masih memperjuangkan penyelesaian persoalan zona merah.

Diza berharap keluarga almarhum diberikan ketabahan menghadapi musibah tersebut. Ia juga berharap persoalan zona merah Pertamina yang telah lama membayangi kehidupan warga dapat segera menemukan jalan keluar melalui koordinasi dan komunikasi antara seluruh pihak terkait.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Pemerintah Kota Jambi, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum. Semoga almarhum husnul khatimah, mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Diza.

Kabar meninggalnya Erwan sebelumnya disampaikan Ketua Tim Advokasi Forum Warga Tolak Zona Merah, Suhatman Pisang. Menurut keterangannya, korban tiba-tiba tersungkur ketika warga tengah melakukan aksi di posko perjuangan.

“Kami lagi aksi malam ini, tiba-tiba yang bersangkutan tersungkur. Langsung dibawa ke RS Mitra. Dinyatakan meninggal,” kata Suhatman, Minggu malam (18/10/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sempat dibawa ke RS Mitra untuk mendapatkan penanganan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong. Belum ada keterangan medis terverifikasi yang memastikan penyebab kematian almarhum.

Kepergian Erwan menjadi duka bagi keluarga dan rekan-rekan seperjuangannya, terutama warga yang masih berupaya mencari kepastian atas status tanah mereka.

Diza Berharap Persoalan Zona Merah Segera Tuntas

Bagi warga terdampak, persoalan zona merah bukan sekadar sengketa administrasi. Ketidakpastian status tanah telah memengaruhi berbagai urusan pertanahan, termasuk pengurusan warisan, pemecahan sertifikat, transaksi jual beli, hingga penggunaan tanah sebagai agunan.

Persoalan tersebut berkaitan dengan sekitar 5.506 sertifikat hak milik warga yang dilaporkan terblokir akibat klaim bidang tanah yang beririsan dengan aset negara eks Pertamina.

Diza berharap penyelesaian dilakukan melalui koordinasi lintas instansi dengan mengedepankan dialog, verifikasi dokumen, dan ketentuan hukum yang berlaku. Pemerintah Kota Jambi juga diharapkan terus menjadi jembatan komunikasi antara warga dan lembaga yang memiliki kewenangan dalam penyelesaian persoalan tersebut.

Harapan itu menjadi penting agar aspirasi masyarakat tidak berhenti pada pertemuan dan pembahasan, tetapi berlanjut pada langkah konkret yang memberikan kepastian hukum.

Di tengah suasana duka, perjuangan warga zona merah masih menyisakan pekerjaan besar bagi seluruh pihak terkait. Kepastian status tanah dan penyelesaian persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun menjadi harapan masyarakat yang perlu ditindaklanjuti secara adil dan bermartabat.

Pemerintah Kota Jambi berharap komunikasi antara pemerintah, instansi pertanahan, pengelola aset negara, dan warga terus diperkuat agar persoalan zona merah Pertamina dapat segera diselesaikan tanpa mengabaikan hak maupun ketentuan hukum yang berlaku.(*)

BeritaSatu Network