Ribuan Hektare Sawah di Muaro Jambi Belum Ditanami Padi Akibat Lahan Terendam Air

WIB
Ilustrasi Jambilink.id

Ribuan hektare lahan sawah milik petani di Kabupaten Muaro Jambi masih belum ditanami padi meskipun musim tanam telah dimulai. Kondisi ini disebabkan oleh lahan yang masih terendam air dan belum mengering sempurna.

Dari total 5.700 hektare lahan sawah produktif di Muaro Jambi, baru sekitar 3.000 hektare yang telah ditanami. Artinya, masih ada 2.700 hektare lahan yang belum diolah oleh petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Muaro Jambi, Paruhuman Lubis, menjelaskan bahwa penanaman padi terhambat karena kondisi lahan yang masih tergenang air. "Saat ini airnya belum surut, jadi para petani harus menunggu airnya surut terlebih dahulu sebelum mereka bisa mulai menanam padi," ujar Paruhuman Lubis.

Lebih lanjut, Paruhuman menuturkan bahwa kondisi sawah yang terendam air ini disebabkan oleh tidak adanya sistem drainase yang memadai. Kebanyakan sawah di Muaro Jambi merupakan sawah tadah hujan yang mengandalkan air hujan untuk mengairi tanaman padi. "Petani di sini memang menanti airnya kering dengan sendirinya sebelum mereka bisa mulai menanam padi," kata Paruhuman.

Kondisi ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para petani di Muaro Jambi. Mereka harus bersabar menunggu lahan mengering agar bisa memulai penanaman dan memastikan produksi padi tetap optimal.

Dalam situasi seperti ini, keberadaan sistem drainase yang baik sangat diperlukan untuk mempercepat proses pengeringan lahan sawah. Tanpa sistem drainase yang memadai, para petani harus bergantung sepenuhnya pada kondisi cuaca, yang tidak selalu dapat diprediksi.

Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mencari solusi untuk mengatasi masalah ini, baik dengan pembangunan infrastruktur drainase maupun dengan memberikan bantuan teknis kepada para petani. Hal ini penting agar musim tanam tidak terlewatkan dan produksi padi di Kabupaten Muaro Jambi tetap terjaga.

Para petani berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah untuk meningkatkan sistem pengairan di wilayah mereka. Dengan begitu, mereka bisa lebih cepat memulai proses tanam dan hasil panen pun diharapkan bisa meningkat.(*)

BeritaSatu Network