PTPN IV Regional III Cetak Sejarah Baru di 2025, Produksi Sawit Tertinggi Sepanjang Masa

WIB
IST

PEKANBARU – Tahun 2025 menjadi penanda penting dalam perjalanan PT Perkebunan Nusantara IV Regional III di Provinsi Riau. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, regional ini mencatatkan rekor kinerja tertinggi hampir di seluruh indikator utama industri sawit, mulai dari produksi tandan buah segar (TBS), produktivitas kebun, hingga capaian produksi crude palm oil (CPO).

Capaian tersebut tidak datang secara instan. Ia merupakan hasil dari konsistensi strategi, disiplin operasional, serta kerja kolektif ribuan insan perkebunan yang menjalankan transformasi bisnis sawit secara berkelanjutan.

Region Head PTPN IV Regional III, Ahmad Gusmar Harahap, menyebutkan bahwa lonjakan kinerja sepanjang 2025 merupakan buah dari penguatan tata kelola kebun dan pabrik, sekaligus implementasi arahan manajemen holding PalmCo.

“Alhamdulillah, berkat arahan dan masukan dari Direktur Utama PalmCo Bapak Jatmiko Santosa, pertumbuhan kinerja operasional tahun ini dapat kita capai secara signifikan,” ujar Ahmad Gusmar dalam keterangannya di Pekanbaru, Kamis.

Dari sisi on-farm, kebun inti PTPN IV Regional III mencatatkan produksi TBS sebesar 1,6 juta ton sepanjang 2025. Angka ini tumbuh 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 1,54 juta ton.

Tak hanya meningkat secara kuantitas, kualitas pengelolaan kebun juga tercermin dari lonjakan produktivitas. Produktivitas TBS mencapai 24,07 ton per hektare, melonjak tajam dari capaian 2024 yang sebesar 21,73 ton per hektare. Capaian ini sekaligus menjadi rekor tertinggi dalam sejarah regional tersebut.

Penguatan kinerja juga terlihat jelas di sektor off-farm. Sepanjang 2025, sebanyak 12 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN IV Regional III berhasil mengolah 2,62 juta ton TBS.

Dari total bahan baku tersebut, 1,62 juta ton berasal dari kebun inti, sementara sekitar 1 juta ton diserap dari petani plasma dan mitra. Skema ini tidak hanya menjaga kesinambungan pasokan, tetapi juga memperkuat ekosistem sawit rakyat di Riau.

SEVP Operation PTPN IV Regional III, Sori Ritonga, menambahkan bahwa dari total TBS yang diolah, perusahaan berhasil memproduksi sekitar 575 ribu ton CPO. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan produksi 2024 yang tercatat 530 ribu ton.

Peningkatan produksi CPO turut ditopang oleh efisiensi pabrik yang semakin membaik. Rendemen CPO tercatat 23,59 persen, melampaui target perusahaan sebesar 23,45 persen, sekaligus lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya di angka 23,28 persen.

“Efektivitas dan efisiensi operasional pabrik menjadi kunci utama. Perbaikan proses, penguatan SDM, serta pengendalian mutu memberi dampak nyata pada hasil,” jelas Sori.

Tahun 2025 juga menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya PTPN IV Regional III mencatat produktivitas CPO sebesar 5,68 ton per hektare per tahun. Bahkan, tiga kebun inti mampu menyumbang produktivitas CPO di atas 7 ton per hektare, sesuai target strategis PalmCo.

Tak berhenti di situ, produksi palm kernel oil (PKO) juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, produksi PKO tercatat mencapai 115 ribu ton, naik dari 106 ribu ton pada tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama, kolaborasi, dan sinergi seluruh pihak, tahun 2025 dapat kita tutup dengan capaian kinerja yang sangat membanggakan,” tutup Sori.

Capaian ini menegaskan posisi PTPN IV Regional III sebagai salah satu tulang punggung industri sawit nasional, sekaligus bukti bahwa transformasi operasional dan manajerial yang konsisten mampu menghasilkan lompatan kinerja berkelanjutan.(*)

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

BeritaSatu Network