JAMBI – Sorotan tajam tertuju pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi dalam rencana penggunaan APBD tahun 2026. Belum reda perbincangan soal pos bantuan ternak senilai Rp 4 miliar, kini muncul rincian anggaran baru untuk pengadaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang mencapai miliaran rupiah.
Berdasarkan data yang dihimpun, Dinas TPHP mengalokasikan dana sebesar Rp 1.574.772.358 untuk belanja barang yang akan diserahkan kepada masyarakat.
Paket ini memiliki volume satu paket pekerjaan yang menyasar penerima manfaat di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Berikut detail teknis yang berhasil dihimpun:
- Pagu Anggaran: Rp 1.574.772.358 (Sumber Dana APBD 2026).
- Metode Pemilihan: E-Purchasing.
- Jadwal Pemilihan Penyedia: Direncanakan berlangsung singkat pada April 2026.
- Target Pemanfaatan: Dimulai sejak Mei hingga Desember 2026.
Meski menyentuh angka miliaran, spesifikasi pekerjaan dalam dokumen tersebut masih tergolong "abu-abu" karena hanya tertulis "Sesuai KAK" (Kerangka Acuan Kerja). Publik pun bertanya-tanya jenis alat pertanian apa yang akan dibeli dan bagaimana kriteria distribusinya agar tepat sasaran.
Jika bantuan Alsintan ini digabungkan dengan bantuan barang/ternak senilai Rp 4,03 miliar, maka total dana "bagi-bagi barang" untuk masyarakat di dinas ini menembus angka Rp 5,6 Miliar.
Angka ini sangat jomplang jika dibandingkan dengan beberapa pos belanja langsung untuk kebutuhan dasar pertanian lainnya. Misalnya, belanja bahan/bibit tanaman yang hanya dianggarkan Rp 143.068 dan pengadaan arit rumput sebesar Rp 1,6 juta.
Penggunaan metode e-purchasing untuk nilai di atas Rp 1 miliar memang dimungkinkan secara aturan, namun kerap dikritik karena minimnya transparansi dibandingkan tender terbuka.
Anehnya lagi, dalam dokumen RUP tersebut, kolom Aspek Ekonomi, Aspek Sosial, dan Aspek Lingkungan justru ditandai dengan status "TIDAK". Hal ini memicu pertanyaan mengenai sejauh mana efektivitas bantuan Alsintan tersebut dalam mendongkrak ekonomi petani Jambi jika aspek ekonominya saja tidak menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan.
Hingga saat ini, pihak Dinas TPHP Provinsi Jambi belum merinci secara detail jenis unit Alsintan yang akan diadakan melalui anggaran Rp 1,57 miliar tersebut.(*)