Tebo - Proyek raksasa Pengembangan Gedung Kebidanan, Anak, serta Rawat Inap THT dan Mata di RSUD Sultan Thaha Saifuddin, Kabupaten Tebo akhirnya menemukan tuannya. Proyek fisik bernilai puluhan miliar rupiah ini resmi jatuh ke pelukan PT Bumi Delta Hatten, sebuah perusahaan konstruksi yang bermarkas di Kota Jambi.
Berdasarkan data lelang pemerintah, proyek Belanja Modal Bangunan Kesehatan ini memiliki Nilai Pagu fantastis, yakni mencapai Rp 25.076.000.000,00 (Rp 25 Miliar). Sementara Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dipatok tipis di angka Rp 25.075.530.370,35.
PT Bumi Delta Hatten yang beralamat di Jl. H. Syamsoe Bahroen RT. 04 No. 34 Kel. Selamat, Kec. Danau Sipin, Kota Jambi ini keluar sebagai pemenang setelah mengajukan Harga Penawaran Rp 24.950.621.851,37. Setelah melalui proses negosiasi, disepakatilah harga kontrak final di angka Rp 24.950.493.355,55.
Namun, siapa sebenarnya PT Bumi Delta Hatten?
Apakah perusahaan ini memiliki kualifikasi yang mumpuni untuk menangani fasilitas vital sekelas gedung rumah sakit senilai Rp 25 Miliar?
Merujuk pada dokumen administrasi hukum umum (AHU), PT Bumi Delta Hatten tercatat sebagai perusahaan yang cukup dinamis dalam urusan dapur manajemennya. Sejak 2015 hingga 2022, perusahaan ini terpantau telah melakukan beberapa kali perombakan akta atau perubahan manajemen.
Tercatat ada rentetan perubahan akta notaris yang panjang. Mulai dari perubahan kepengurusan rentang 2015 hingga Mei 2019 (sebanyak 5 kali pencatatan perubahan), hingga perubahan akta pada April 2021 dan kembali melakukan perubahan pada 19 April 2022.
Sementara itu, berdasarkan catatan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kementerian PU, pucuk pimpinan PT Bumi Delta Hatten saat ini dipegang oleh Juanda Saputra selaku Direktur Utama, didampingi oleh Novia Hendri sebagai Direktur, dan Lasmer Guido Sirait di kursi Komisaris.
Perusahaan ini juga dibekali oleh sejumlah tenaga kerja ahli yang memegang Subklasifikasi Pekerjaan Konstruksi. Juanda Saputra menjabat sebagai PJBU, Darmawan, ST (PJTBU), Dodi Okta Yandi (PJSKBU), dan Robby, ST (PJSKBU).
Terlepas dari dinamika manajemennya, PT Bumi Delta Hatten bukanlah 'pemain baru' dalam dunia konstruksi. Portofolio perusahaan ini justru dipenuhi oleh deretan mega proyek, baik di level kabupaten, provinsi, maupun lintas provinsi.
Berikut adalah sejumlah proyek kakap yang pernah digarap PT Bumi Delta Hatten dalam beberapa tahun terakhir:
- Pembangunan Islamic Center Jambi (Selesai 7 Januari 2025) - Pemprov Jambi.
- Jalan Batas Kota Jambi - Simp. Ds Sungai Gelam (Selesai 25 Januari 2024).
- Pembangunan Gedung A Dekanat Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (Selesai Februari 2022).
- Pembangunan Gedung Kantor Kejaksaan Tinggi Jambi (Selesai 27 Desember 2021).
- Rehabilitasi Sarana Prasarana Sekolah di Kab. Banyuasin (Agustus 2021).
- Penambahan Ruang Puskesmas Pasir Panjang/Olak Kemang, Kota Jambi (Juli 2021).
- Pembangunan Sarana Prasarana MTQ Tingkat Provinsi Jambi (Desember 2020).
- Pembangunan Kantor Bupati Merangin (Selesai 14 Desember 2020).
- Gedung Laboratorium Fakultas Pertanian UNJA (Tahap IV - Selesai Desember 2019).
- Rehab Berat GOR Kota Baru Jambi (Desember 2018).
- Pembangunan Rumah Susun Kab. Bungo (November 2018).
- Gedung PAUD Universitas Jambi (November 2018).
- Pembangunan Tugu Keris Siginjai Kota Jambi (Selesai 13 Desember 2017) - Landmark ikonik Kota Jambi.
- Fasilitas Pendukung dan Latihan Triatlon, Pemprov Sumsel (Juni 2017).
Melihat rekam jejak proyeknya yang menjuntai dari Aceh hingga Sumatra Selatan, wajar jika PT Bumi Delta Hatten sukses menyingkirkan para pesaingnya di RSUD Tebo. Kini, dengan pengalaman menangani berbagai gedung vital pemerintah, publik menanti kualitas setara pada proyek Gedung Kebidanan RSUD Tebo senilai Rp 25 Miliar tersebut.(*)