Lelang Proyek SPAM Balai Cipta Karya Kementerian PU di Tebo Rp 30,7 M Bikin Geger, 4 Perusahaan Tawar Harga Sama Persis!

WIB
ist

Tebo - Proses lelang megaproyek penyediaan air bersih di Kabupaten Tebo yang dibiayai penuh oleh APBN 2026 kini tengah menjadi sorotan tajam. Proyek di bawah kendali Kementerian Pekerjaan Umum ini bukan hanya memikat puluhan kontraktor, tetapi juga memunculkan anomali angka penawaran yang sangat langka terjadi.

Proyek bernama Peningkatan Kap. IPA 50 Liter/detik SPAM IKK Wirotho Agung Kabupaten Tebo ini diselenggarakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Jambi. Nilai Pagu Paket yang digelontorkan sangat fantastis, yakni Rp 30.763.271.000,00 (Rp 30,76 Miliar), dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang menempel ketat di angka Rp 30.763.263.000,00.

Proyek konstruksi berjenis Kontrak Harga Satuan ini secara khusus mensyaratkan kualifikasi Usaha Menengah. Para peserta diwajibkan memenuhi deretan kualifikasi ketat, mulai dari kepemilikan Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang spesifik, Sisa Kemampuan Paket (SKP), hingga nilai Kemampuan Dasar (KD) minimal 3 kali Nilai Pengalaman Tertinggi (NPt) dalam 15 tahun terakhir. Skema konsorsium atau kerja sama operasi (KSO) juga diizinkan dengan batasan jumlah anggota maksimal.

Antusiasme perusahaan konstruksi terhadap proyek puluhan miliar ini sangat tinggi. Tercatat, ada 79 perusahaan dari berbagai daerah yang resmi mendaftar sebagai peserta tender. Namun, dari jumlah puluhan tersebut, hanya 10 perusahaan yang bertarung serius di meja lelang dengan memasukkan dokumen penawaran harga.

Kejanggalan luar biasa justru terungkap dari deretan angka yang diajukan. Empat perusahaan di posisi teratas secara mengejutkan mengajukan Harga Penawaran dan Harga Terkoreksi yang sama persis hingga ke angka desimalnya, yakni sebesar Rp 24.610.610.922,70.

Berikut adalah daftar empat perusahaan dengan angka penawaran 'kembar' tersebut:

  1. PT. Bayu Surya Bakti Konstruksi
  2. PT. PRASTAMA DUA SEMBILAN
  3. PT. SOMBA HASBO
  4. PT. MONHAS ANDESRABAT

Sementara itu, 6 peserta lainnya yang turut memasukkan penawaran berani mengajukan variasi harga yang berbeda:

5. CIPTATAMA BANGUN NUSANTARA - Rp 25.546.263.876,49

6. PT. TIRTA SARANA MULIA TECHNOLOGY - Rp 26.948.929.877,55

7. PT. MELINDO PRATAMA PUTRA - Rp 27.204.650.367,28

8. TIGALAPAN ADAM INTERNASIONAL - Rp 27.498.938.708,22

9. PT. SEMBILAN BINTANG BESTARI - Rp 27.944.170.626,09

10. PT. Dharma Karya Dhika Alambhana - Rp 29.840.840.000,00

Adapun 69 perusahaan lainnya, termasuk nama-nama besar seperti PT. Total Hita Persada, PT. Permata Anugerah Yalasamudra, hingga PT. Runggu Prima Jaya, terpantau hanya numpang mendaftar dan tidak mengajukan harga sama sekali.

Fenomena empat perusahaan yang menawar di angka Rp 24,61 Miliar tanpa selisih sepeser pun ini sontak memicu spekulasi publik. Banyak pihak mempertanyakan kemungkinan adanya komunikasi antar-peserta atau kesamaan konsultan penyusun dokumen (copy-paste) dalam penentuan harga material dan jasa.

Saat ini, status lelang tengah berada pada tahap paling krusial, yakni Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga. Kelompok Kerja (Pokja) di bawah Satker Pelaksanaan Cipta Karya dituntut untuk melakukan uji materi dan evaluasi secara ketat dan profesional. Publik berharap pemenang yang ditunjuk nantinya adalah kontraktor yang benar-benar kompeten dalam membangun fasilitas vital air bersih bagi ribuan warga Tebo, bukan sekadar memenangkan perang harga.(*)

BeritaSatu Network