Dampak Eskalasi Geopolitik Global terhadap Stabilitas Perdagangan Internasional Provinsi Jambi

WIB
IST

PEMERINTAHAN PROVINSI JAMBI
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN PROVINSI JAMBI
Bahan Materi Diskusi Penyusunan RAPBD 2027 .
Jambi, 12 Maret 2026

Oleh Ermaya Suradinata

I. ​PENDAHULUAN

Dinamika geopolitik global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan meningkatnya konflik dan ketegangan antarnegara yang berdampak langsung terhadap stabilitas sistem ekonomi dunia. Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang berkaitan dengan keamanan jalur pelayaran internasional seperti Laut Merah dan Selat Hormuz, menjadi perhatian serius karena kawasan tersebut merupakan salah satu koridor perdagangan dan distribusi energi paling strategis di dunia. Gangguan terhadap jalur ini berpotensi menghambat arus perdagangan global, meningkatkan biaya transportasi laut, serta menciptakan ketidakpastian dalam rantai pasok internasional.
Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki keterkaitan erat dengan perdagangan global, maka perkembangan geopolitik tersebut memberikan implikasi ekonomi yang signifikan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Salah satu wilayah yang terdampak secara tidak langsung adalah Provinsi Jambi, yang memiliki struktur ekonomi berbasis komoditas ekspor seperti minyak kelapa sawit (CPO), karet, hasil hutan, serta komoditas pertambangan. Ketergantungan terhadap pasar global membuat perekonomian daerah sangat sensitif terhadap perubahan harga komoditas internasional dan gangguan logistik global.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perdagangan internasional daerah tidak hanya dipengaruhi oleh faktor domestik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis bagaimana eskalasi konflik geopolitik dunia dapat mempengaruhi stabilitas perdagangan internasional Provinsi Jambi, baik dari sisi rantai pasok, harga komoditas, maupun keberlanjutan sektor produksi.

II. ​GANGGUAN RANTAI PASOK GLOBAL
DAN TANTANGAN LOGISTIK EKSPOR

Eskalasi konflik geopolitik global memiliki dampak langsung terhadap sistem logistik internasional, terutama pada jalur pelayaran strategis dunia. Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah berpotensi meningkatkan risiko keamanan pelayaran, sehingga banyak perusahaan logistik dan pelayaran internasional harus menyesuaikan rute pengiriman atau meningkatkan biaya operasional untuk mengantisipasi risiko konflik. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya biaya pengangkutan barang (freight cost) serta premi asuransi pelayaran.
Bagi Provinsi Jambi, gangguan terhadap jalur pelayaran internasional dapat mempengaruhi distribusi ekspor komoditas unggulan daerah. Produk seperti CPO, karet, serta hasil hutan merupakan komoditas yang sangat bergantung pada kelancaran jalur perdagangan global. Ketika jalur logistik terganggu, proses pengiriman barang ke pasar internasional menjadi lebih lambat dan mahal, sehingga dapat menurunkan daya saing produk ekspor daerah.
Selain itu, sistem logistik ekspor Jambi juga memiliki karakteristik tersendiri yang membuatnya rentan terhadap gangguan global. Data menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas ekspor komoditas Jambi masih dilakukan melalui pelabuhan di luar provinsi. Sekitar 56,33 persen ekspor Jambi dikirim melalui pelabuhan luar daerah, seperti Pelabuhan Belakang Padang di Kepulauan Riau maupun Pelabuhan Teluk Bayur di Sumatera Barat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap jaringan logistik eksternal dapat meningkatkan kerentanan daerah terhadap gangguan perdagangan global. Dengan demikian, eskalasi konflik geopolitik tidak hanya berdampak pada tingkat global, tetapi juga memberikan efek langsung terhadap sistem distribusi perdagangan daerah, terutama bagi wilayah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap jalur perdagangan laut.

III. ​VOLATILITAS HARGA KOMODITAS
DAN DAMPAKNYA BAGI EKONOMI DAERAH

Salah satu konsekuensi utama dari konflik geopolitik global, adalah meningkatnya volatilitas harga komoditas di pasar internasional. Konflik di kawasan Timur Tengah seringkali memicu kenaikan harga energi dunia, terutama minyak mentah, karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi energi global. Kenaikan harga energi tersebut dapat memberikan dampak lanjutan terhadap harga berbagai komoditas lain, termasuk komoditas pertanian dan perkebunan.
Perubahan harga komoditas global memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap stabilitas ekonomi daerah, termasuk Jambi. Komoditas seperti kelapa sawit dan karet merupakan sumber utama pendapatan ekspor daerah serta menjadi sumber penghidupan bagi banyak masyarakat di sektor perkebunan. Ketika harga komoditas meningkat, pendapatan daerah dan kesejahteraan petani cenderung meningkat.
Selain itu, fluktuasi harga komoditas juga mempengaruhi stabilitas perdagangan internasional Jambi secara keseluruhan. Data menunjukkan bahwa ekspor Jambi mengalami perubahan nilai yang cukup dinamis sepanjang tahun 2025, dipengaruhi oleh perubahan permintaan pasar global serta kondisi ekonomi internasional. Hal ini menunjukkan bahwa perdagangan internasional daerah memiliki keterkaitan erat dengan dinamika ekonomi global yang sering kali dipicu oleh perkembangan geopolitik dunia.

IV. ​DAMPAK TERHADAP SEKTOR PERTANIAN,
PRODUKSI, DAN AKTIVITAS IMPOR

Selain mempengaruhi perdagangan ekspor, eskalasi konflik geopolitik global juga memberikan dampak terhadap sektor produksi pertanian di Provinsi Jambi. Salah satu faktor utama yang terpengaruh, adalah meningkatnya harga energi global, yang berpengaruh langsung terhadap biaya produksi pupuk. Gas alam sebagai bahan baku utama produksi pupuk sangat dipengaruhi oleh dinamika harga energi dunia, sehingga kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik dapat memicu kenaikan harga pupuk di tingkat domestik.
Bagi petani sawit dan karet di Provinsi Jambi, kenaikan harga pupuk dapat meningkatkan biaya produksi secara signifikan. Kondisi ini berpotensi menekan keuntungan petani serta mempengaruhi produktivitas sektor perkebunan dalam jangka panjang. Jika biaya produksi terus meningkat tanpa diimbangi dengan kenaikan harga komoditas yang stabil, maka kesejahteraan petani dapat mengalami penurunan.
Selain itu, eskalasi geopolitik global juga berdampak terhadap aktivitas impor di Provinsi Jambi. Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global, pelaku usaha cenderung menunda aktivitas perdagangan atau mengurangi volume impor untuk menghindari risiko kerugian. Hal ini tercermin dari penurunan nilai impor Provinsi Jambi yang tercatat mengalami penurunan cukup signifikan pada beberapa periode tertentu.
Penurunan impor tersebut menunjukkan adanya perlambatan aktivitas perdagangan internasional yang dipicu oleh kondisi global yang tidak stabil. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempengaruhi ketersediaan bahan baku industri, aktivitas perdagangan regional, serta stabilitas ekonomi daerah.

V. ​PENUTUP
Eskalasi konflik geopolitik global merupakan fenomena yang memiliki dampak luas terhadap sistem perdagangan internasional. Gangguan terhadap jalur pelayaran strategis dunia, volatilitas harga komoditas global, serta kenaikan biaya energi merupakan beberapa faktor utama yang mempengaruhi stabilitas perdagangan internasional di berbagai wilayah.
Bagi Provinsi Jambi, kondisi tersebut memberikan dampak yang cukup signifikan karena struktur ekonomi daerah sangat bergantung pada perdagangan komoditas global. Gangguan rantai pasok internasional dapat meningkatkan biaya logistik ekspor, sementara volatilitas harga komoditas dapat mempengaruhi stabilitas pendapatan daerah dan kesejahteraan petani. Selain itu, kenaikan harga energi global juga berdampak terhadap biaya produksi sektor pertanian melalui kenaikan harga pupuk.
Dengan demikian, eskalasi geopolitik global menciptakan tantangan baru bagi perekonomian daerah yang berbasis komoditas seperti Provinsi Jambi. Untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah, diperlukan strategi adaptif yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah terhadap perubahan dinamika geopolitik global.

VI. ​REKOMENDASI

  1. Diversifikasi pasar ekspor internasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap jalur perdagangan tertentu yang rentan terhadap konflik geopolitik.
  2. Penguatan infrastruktur logistik dan pelabuhan daerah agar Provinsi Jambi tidak terlalu bergantung pada pelabuhan di luar provinsi dalam aktivitas ekspor.
  3. Pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan seperti sawit dan karet untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
  4. Kebijakan stabilisasi Fiskal, inflasi, harga pupuk dan dukungan bagi petani guna menjaga produktivitas sektor perkebunan di tengah fluktuasi harga energi global.
  5. Peningkatan stabilitas Politik, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dan antar Pemerintahan daerah di Provinsi Jambi dalam merumuskan strategi mitigasi pembangunan dan dampak geopolitik global utamanya perang AS ISRAEL dengan Iran terhadap perdagangan Global Nasional dan khusus nya Daerah Provinsi Jambi.

*Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Pemerhati Geopolitik, dan Geostrategi, serta Manajemen Pemerintahan.
Saat ini
TA GUBERNUR JAMBI DAN , KETUA DEWAN PAKAR BPIP RI

BeritaSatu Network