PUPR Tebo Siapkan Rp 72 Miliar Bangun Jalan Beton Alai Ilir-Blok E Sepanjang 13,45 KM

WIB
IST

Tebo - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tebo siap tancap gas memoles infrastruktur jalan di Tahun Anggaran 2026. Tak tanggung-tanggung, instansi ini telah menyiapkan dana super jumbo mencapai Rp 72.000.000.000 (Rp 72 Miliar) yang difokuskan hanya untuk satu paket megaproyek rekonstruksi jalan.

Berdasarkan data yang dihimpun, suntikan dana raksasa ini terdaftar dengan Kode RUP 62070494. Mengingat nilainya yang sangat fantastis, proyek ini dipastikan tidak diperuntukkan bagi kelas Usaha Kecil atau Koperasi, melainkan akan dilelang kepada kontraktor kelas kakap melalui metode Tender terbuka.

Berikut adalah rincian detail megaproyek jalan Rp 72 Miliar di Kabupaten Tebo yang patut dikawal ketat oleh publik:

1. Lokasi Proyek: Fokus di Akses Blok E

Proyek ini diberi nomenklatur Paket 1 Rekonstruksi Jalan. Pengerjaannya akan difokuskan untuk memuluskan dua ruas jalan vital, yakni:

  • Rekonstruksi Jalan Nasional menuju Blok E Alai Ilir (Kode ruas: 15.09.01.005).
  • Rekonstruksi Jalan 21 Unit 1 menuju Blok E (Kode ruas: 15.09.04.005).

2. Spesifikasi Fisik: Jalan Beton Sepanjang 13,45 Km

Dengan uang rakyat senilai Rp 72 miliar, kontraktor pemenang tender diwajibkan menyulap jalanan tanah/rusak menjadi jalan mulus berlapis beton (rigid pavement).

  • Volume Pekerjaan: Sepanjang 13,45 Kilometer.
  • Spesifikasi Konstruksi: Menggunakan Perkerasan Beton Type 12 (Beton Struktur Fc' 25 Mpa) yang masuk kategori Zona 1 Khusus.
  • Lebar Jalan: Dicetak selebar 6,00 meter, dilengkapi dengan pengerjaan bahu jalan berupa timbunan biasa. Konstruksi padat ini diharapkan mampu menahan tonase kendaraan berat yang kerap melintasi kawasan tersebut.

3. Jadwal Ketat: Tender Dikebut Januari 2026

Untuk mengejar target pemanfaatan oleh masyarakat, Dinas PUPR Tebo mematok jadwal yang cukup ketat sejak awal tahun.

  • Proses Tender (Pemilihan Penyedia): Akan dikebut pada rentang Januari hingga Februari 2026.
  • Pelaksanaan Kontrak & Pengerjaan: Alat berat ditargetkan sudah mulai meratakan jalan pada Maret 2026 dan seluruh pekerjaan fisik harus tuntas seratus persen pada Desember 2026.

Hanya saja, hingga pertengahan Maret 2026, paket proyek ini belum ditenderkan.

Alokasi APBD senilai Rp 72 Miliar untuk satu paket jalan sepanjang 13,45 Km (atau setara dengan asumsi rata-rata Rp 5,3 Miliar per kilometer) jelas bukan angka main-main.

DPRD Kabupaten Tebo, Inspektorat, dan Aparat Penegak Hukum (APH) didesak untuk memelototi seluruh tahapan proyek ini—mulai dari proses tender di awal tahun agar bebas dari praktik 'kongkalikong' atau bagi-bagi jatah proyek, hingga pengawasan ketat terhadap kualitas ketebalan beton di lapangan.(*)

BeritaSatu Network