Muaro Jambi - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muaro Jambi untuk Tahun Anggaran 2026 tak hanya menyiapkan paket proyek tender. Banyak juga proyek fisik bernilai besar yang menggunakan metode "Pengadaan Langsung" (PL), alias dieksekusi tanpa melalui proses lelang atau tender terbuka.
Aturan tahun lalu, metode Pengadaan Langsung untuk proyek fisik maksimal hanya dibatasi hingga nilai Rp 200 Juta. Tujuannya jelas, yakni untuk memberikan ruang kompetisi yang sehat dan mencegah praktik monopoli.
Namun, PUPR Muaro Jambi sudah mulai mengeksekusi proyek PL dengan batas maksimal Rp 400 juta. Saat ini, proyek bernilai fantastis mulai dari Rp 390 Juta hingga Rp 400 Juta disiapkan untuk dieksekusi via jalur penunjukan langsung.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah deretan proyek "jumbo" di Muaro Jambi yang menggunakan metode Pengadaan Langsung.
Ada beberapa paket pengerjaan infrastruktur jembatan kecil dan penahan tanah. Proyek ini rata-rata dipatok menyentuh angka maksimal Rp 400 Juta dan seluruhnya menggunakan metode Pengadaan Langsung.
Berikut rinciannya:
- Pembangunan Turap Box Desa Pematang Gajah senilai Rp 400.000.000.
- Pembangunan Box Culvert Dusun Teng Tuo RT. 18 Desa Kebon IX Kec. Sungai Gelam senilai Rp 400.000.000.
- Pembangunan Box Culvert Desa Sungai Aur Kec. Kumpeh senilai Rp 400.000.000.
- Pembangunan Box Culvert Antar Desa Maro Sebo dan Desa Muhajirin senilai Rp 400.000.000.
Terdapat pula deretan proyek pengerukan atau normalisasi saluran di berbagai lokasi yang angkanya nyaris seragam dan diborong menggunakan metode Pengadaan Langsung.
- Normalisasi Saluran Desa Matra Manunggal senilai Rp 390.000.000.
- Normalisasi Saluran Desa Ujung Tanjung Unit 11 senilai Rp 390.000.000.
- Normalisasi Saluran Desa Sipin Teluk Duren senilai Rp 390.000.000.
- Normalisasi Saluran Kelurahan Sengeti senilai Rp 390.000.000.