Batanghari - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari rupanya tengah tancap gas merampungkan ikon wisata religi kebanggaan daerahnya. Pada Tahun Anggaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Batanghari menyiapkan dana bernilai fantastis untuk melanjutkan megaproyek Islamic Center.
Berdasarkan data yang dihimpun, total dana segar yang disuntikkan untuk menyulap kawasan religi ini mencapai Rp 46.000.000.000 (Rp 46 Miliar).
Angka super jumbo ini tidak dieksekusi dalam satu paket, melainkan dipecah menjadi dua paket pekerjaan konstruksi berskala besar yang seluruhnya akan dilelang secara terbuka (Tender).
Berikut adalah rincian detail dari kucuran dana puluhan miliar rupiah tersebut:
1. Pembangunan Lanjutan Tahap 3 (Pagu Rp 36 Miliar)
Porsi anggaran terbesar disedot untuk pengerjaan bangunan utama. Proyek ini terdaftar dengan Kode RUP 65824406 di bawah nomenklatur Lanjutan Pembangunan Islamic Center Kabupaten Batang Hari Tahap 3.
- Total Pagu: Rp 36.000.000.000.
- Metode Pemilihan: Tender.
- Kualifikasi Usaha: Karena nilainya sangat besar, paket ini mensyaratkan penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN), namun Tidak diperuntukkan bagi Usaha Kecil/Koperasi.
- Jadwal Eksekusi: Proses lelang (pemilihan penyedia) akan dikebut mulai Februari hingga April 2026. Penandatanganan dan pelaksanaan kontrak pengerjaan fisik dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, yakni April hingga Oktober 2026.
2. Pembangunan Bangunan Penunjang (Pagu Rp 10 Miliar)
Selain bangunan utama, Dinas PUPR Batanghari juga mengalokasikan dana khusus untuk melengkapi fasilitas pendukung. Paket ini tercatat dengan Kode RUP 65824481 dengan nama Pembangunan Bangunan Penunjang Islamic Center.
- Total Pagu: Rp 10.000.000.000.
- Metode Pemilihan: Tender.
- Kualifikasi Usaha: Berbeda dengan bangunan utama, proyek bangunan penunjang ini membuka pintu lebar-lebar bagi partisipasi Usaha Kecil/Koperasi lokal, sekaligus wajib menggunakan Produk Dalam Negeri (PDN).
- Jadwal Eksekusi: Linimasa pengerjaan proyek pendukung ini dibuat paralel dengan bangunan utama. Proses tender akan berjalan pada Februari hingga April 2026, disusul pelaksanaan konstruksi dari April hingga Oktober 2026.
Kucuran total Rp 46 Miliar untuk Islamic Center di tahun 2026 ini jelas membuktikan komitmen serius Pemkab Batanghari. Namun, angka puluhan miliar rupiah yang bersumber dari uang pajak rakyat ini tentu diiringi dengan ekspektasi tinggi.
Mengingat proses tendernya akan dimulai awal tahun, publik dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batanghari dituntut untuk mengawasi ketat jalannya lelang.
Masyarakat berharap, kontraktor pemenang tender nanti benar-benar perusahaan yang kompeten, sehingga Islamic Center Kabupaten Batanghari bisa rampung tepat waktu (Oktober 2026) dengan kualitas konstruksi yang kokoh, megah, dan bebas dari aroma korupsi.(*)