Tebo - Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tebo dipastikan bakal tancap gas pada Tahun Anggaran 2026. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tebo menyiapkan kucuran dana super jumbo mencapai Rp 115,6 Miliar untuk mengeksekusi deretan paket proyek strategis.
Namun, postur anggaran bernilai ratusan miliar tersebut rupanya cukup timpang. Dari total Rp 115,6 Miliar, lebih dari separuhnya tersedot habis hanya untuk satu megaproyek jalan.
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek pembangunan Jalan Alai Ilir memakan porsi anggaran raksasa dengan alokasi mencapai Rp 80 Miliar. Angka ini praktis membuat proyek-proyek infrastruktur lainnya di Tebo harus berbagi "kue" dari sisa anggaran yang ada.
Baca berita terkait di sini :
Meski demikian, Dinas PUPR Tebo tetap menyiapkan sejumlah paket jumbo lainnya untuk fasilitas publik. Salah satu yang paling menonjol adalah alokasi dana satu miliar rupiah untuk pembangunan pusat pelatihan kerja masyarakat.
Bberikut adalah rincian fakta dari proyek gedung tersebut:
- Pembangunan Gedung BLK Rp 1,05 Miliar: Proyek dengan nomenklatur Pembangunan Gedung BLK (Balai Latihan Kerja) ini tercatat dengan Kode RUP 62398485. Total pagu yang disiapkan mencapai Rp 1.050.000.000 (Rp 1,05 Miliar).
- Dilelang Terbuka untuk Usaha Kecil: Proyek miliaran ini tidak dieksekusi via penunjukan langsung, melainkan melalui metode Tender lelang terbuka. Dokumen juga mensyaratkan kewajiban penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan terbuka bagi pelaku Usaha Kecil/Koperasi.
- Tender Maret, Konstruksi April 2026: Proses pemilihan penyedia (lelang) akan dikebut pada bulan Maret hingga April 2026. Setelah pemenang didapat, pelaksanaan kontrak fisik dijadwalkan memakan waktu enam bulan, yakni April hingga September 2026.
Kucuran dana Rp 115,6 Miliar di tubuh Dinas PUPR Tebo jelas menuntut pengawasan ekstra ketat dari masyarakat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan Aparat Penegak Hukum (APH).
Fokus pengawasan tentu tertuju pada pengerjaan Jalan Alai Ilir yang menelan Rp 80 Miliar, serta kualitas konstruksi Gedung BLK seharga Rp 1 Miliar yang diharapkan kelak mampu menekan angka pengangguran di Kabupaten Tebo.
Masyarakat berharap uang pajak bernilai fantastis ini benar-benar disulap menjadi aspal dan beton yang kokoh, bukan proyek mangkrak yang hancur dalam hitungan bulan!(*)