DAKWAH DIGITAL RAMADHAN 1447 H ICMI–MUI JAMBI: BNPT Ingatkan Ancaman IRET, Keluarga Jadi Garda Terdepan

WIB
IST

JAMBI – Festival Ramadhan yang digelar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orwil Jambi bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi kembali mengangkat isu strategis melalui program Dakwah Digital Ramadhan 1447 H, Kamis (19/3/2026).

Mengusung tema “Penguatan Ketahanan Keluarga dan Generasi Muda dalam Pencegahan Paham IRET di Ruang Digital”, kajian subuh ini menghadirkan narasumber Kolonel (Sus) Dr. Harianto, S.Pd., M.Pd., yang merupakan pejabat di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI. Diskusi dipandu oleh Dr. H. Abd Rahman, S.Ag., M.Pd.I sebagai moderator.

Kegiatan yang disiarkan melalui kanal YouTube ICMI Orwil Jambi ini menjadi bagian dari upaya memperluas literasi keagamaan dan kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital.

Ancaman Nyata di Ruang Digital

Dalam pemaparannya, Dr. Harianto mengungkap bahwa ruang digital saat ini menjadi salah satu medium paling rentan terhadap penyebaran paham IRET

Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme.

Intoleransi berawal dari sikap tidak menghargai perbedaan, yang kemudian dapat berkembang menjadi radikalisme hingga tindakan terorisme jika tidak dicegah sejak dini.

“Ini bukan ancaman jauh, tetapi nyata dan dekat dengan kehidupan generasi muda kita, terutama melalui media sosial,” tegasnya.

Ia juga memaparkan indikator awal seseorang terpapar paham radikal, mulai dari intens mencari informasi ideologi tertentu, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga perubahan perilaku yang drastis.

Keluarga Jadi Benteng Pertama

Dr. Harianto menekankan bahwa keluarga memiliki peran strategis sebagai benteng utama dalam mencegah penyebaran paham tersebut.

Menurutnya, deteksi dini harus dimulai dari rumah melalui komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak. Orang tua juga perlu aktif memantau aktivitas digital anak, termasuk pergaulan di media sosial dan penggunaan gadget.

“Bangun kebiasaan anak untuk bercerita, jangan otoriter, tapi juga jangan permisif. Di situlah kontrol sosial yang sehat terbentuk,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, baik di rumah maupun sekolah, serta mendorong anak untuk aktif dalam kegiatan positif di
dunia nyata.

Literasi Digital Jadi Kunci

Dalam paparannya, Dr. Harianto juga menyoroti pentingnya literasi digital sebagai langkah preventif. Generasi muda harus dibekali kemampuan untuk memilah informasi, memahami pola rekrutmen kelompok radikal, serta berani melapor jika menemukan konten berbahaya.

Beberapa indikator yang perlu diwaspadai di antaranya ajakan masuk grup tertutup, glorifikasi kekerasan, hingga komunikasi dari akun anonim yang mencurigakan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga keamanan digital seperti mengaktifkan fitur keamanan akun, membatasi waktu penggunaan media sosial, serta tidak sembarangan membagikan data pribadi.

Kolaborasi Jadi Solusi

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pencegahan IRET tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintah.

“Penguatan wawasan kebangsaan, moderasi beragama, serta revitalisasi nilai-nilai Pancasila harus terus digaungkan sebagai benteng ideologi bangsa,” jelasnya.

Dakwah Adaptif di Era Digital

Diskusi yang berlangsung interaktif ini menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam memahami tantangan baru di era digital.

ICMI Orwil Jambi berharap dakwah digital ini tidak hanya menjadi ruang kajian, tetapi juga gerakan edukatif untuk membangun generasi muda yang tangguh, kritis, dan berkarakter.

Dengan menggandeng MUI Provinsi Jambi serta dukungan media partner Jambi Link dan BungoPos.com, kajian ini diharapkan mampu memberikan pencerahan sekaligus memperkuat nilai-nilai keluarga dalam masyarakat.

BeritaSatu Network