Batanghari - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang Hari memastikan proyek pembangunan Gedung Islamic Centre dan Bangunan Penunjang akan terus berlanjut. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Batanghari kini telah resmi membuka tender untuk jasa Manajemen Konstruksi (MK) proyek lanjutan tersebut.
Mengutip data lelang resmi, proyek jasa konsultansi ini menelan anggaran yang cukup fantastis. Pemkab Batanghari mengalokasikan dana pagu sebesar Rp 2.004.369.000 yang bersumber murni dari APBD Tahun Anggaran 2026. Sementara itu, Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) paket dipatok pada angka Rp 2.004.160.000.
Saat ini, lelang dengan kode tender 10119756000 tersebut telah memasuki tahapan Pengumuman Prakualifikasi. Seleksi dilakukan menggunakan metode Prakualifikasi Dua File dengan titik berat evaluasi pada Kualitas dan Biaya.
Mengingat pentingnya fungsi pengawasan dalam proyek ini, panitia menetapkan bobot penilaian teknis yang sangat dominan, yakni mencapai 80 persen, berbanding 20 persen untuk bobot penawaran biaya. Tender ini juga dipastikan tidak menggunakan sistem Reverse Auction.
Bagi badan usaha konstruksi yang berminat unjuk gigi, sederet persyaratan ketat telah menanti. Secara administratif, peserta wajib mengantongi legalitas izin usaha (NIB dan SBU), berstatus wajib pajak valid (KSWP), tidak sedang dalam status pailit, dan bersih dari sanksi daftar hitam (blacklist).
Dari kacamata teknis, jam terbang menjadi syarat mutlak. Perusahaan peserta setidaknya harus memiliki satu rekam jejak pengalaman pekerjaan Jasa Konsultansi Konstruksi dalam empat tahun terakhir.
Tak hanya itu, mereka juga diwajibkan memiliki pengalaman menggarap proyek sejenis dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas, aturan lelang juga memperbolehkan perusahaan untuk membentuk konsorsium atau Kerja Sama Operasi (KSO).
Aturannya jelas, leadfirm atau perusahaan pemimpin dalam KSO tersebut wajib memiliki kualifikasi usaha yang setingkat atau lebih tinggi dari anggota lainnya.(*)