Batanghari - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mulai tancap gas membenahi infrastruktur jalan di Tahun Anggaran 2026. Hal ini dibuktikan dengan kucuran dana miliaran rupiah yang digelontorkan khusus untuk memborong material aspal.
Berdasarkan penelusuran data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Pemkab Batanghari, proyek dengan nama Belanja Barang Coldmix CPHMA dan Aspal Emulsi ini awalnya dipatok dengan total pagu anggaran sebesar Rp 2.100.000.000 (Rp 2,1 Miliar).
Dari proses pengadaan yang berjalan, proyek bernilai jumbo yang bersumber dari APBD 2026 ini jatuh ke tangan pihak ketiga, yakni CIPTA WAHANA PERSADA, dengan kesepakatan nilai kontrak sebesar Rp 1.865.688.000 (Rp 1,86 Miliar).
Lantas, material apa saja yang didapat dengan anggaran sebesar Rp 1,86 miliar tersebut? Merujuk pada spesifikasi pekerjaan, dana ini digunakan untuk memborong dua jenis material utama perbaikan jalan dengan volume yang cukup masif, yaitu:
- Coldmix CPHMA: Sebanyak 500 Ton
- Aspal Emulsi: Sebanyak 1.600 Liter
Mengingat kebutuhan perbaikan jalan yang mendesak, Dinas PUTR Batanghari tidak menggunakan jalur lelang tender konvensional untuk belanja material ini. Eksekusi pengadaan barang dilakukan dengan cepat melalui metode E-Purchasing via platform digital E-Katalog 6.0. Saat ini, status paket tersebut tercatat masih ON PROCESS.
Selain itu, dokumen pengadaan juga mensyaratkan dengan tegas bahwa material aspal yang dibeli harus berstatus Produk Dalam Negeri (PDN) dan memprioritaskan keterlibatan Usaha Kecil/Koperasi.
Proses pemilihan penyedia sendiri telah dikebut sejak Maret 2026. Sementara itu, jadwal pelaksanaan kontrak dan pemanfaatan material aspal ini ditargetkan mulai efektif pada April 2026 hingga Desember 2026.
Dengan masuknya 500 ton aspal dan ribuan liter aspal emulsi ini, masyarakat Batanghari tentu berharap jalan-jalan yang rusak dan berlubang di wilayah mereka dapat segera mulus kembali.(*)