Batang Hari - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang Hari tampaknya sangat serius dalam menekan angka kematian ibu dan anak pada Tahun Anggaran 2026. Hal ini dibuktikan dengan gelontoran dana fantastis mencapai Rp 1,8 miliar yang dialokasikan khusus untuk memborong alat kedokteran umum berupa perlengkapan kebidanan atau Bidan Kit.
Berdasarkan penelusuran dari data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Pemerintah Kabupaten Batang Hari, proyek dengan nama Belanja Modal Alat Kedokteran Umum DAU (Bidan Kit) ini sejatinya disiapkan dengan total pagu anggaran sebesar Rp 1.816.425.000.
Dari proses pengadaan yang berjalan secara digital, proyek jumbo bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD 2026 ini resmi digarap oleh pihak penyedia jasa GRAHA TEKNOMEDIKA. Nilai kesepakatan kontrak proyek tersebut berada di angka Rp 1.810.044.810 (Rp 1,81 Miliar).
Lantas, secanggih apa alat kebidanan yang dibeli dengan dana nyaris dua miliar rupiah tersebut?
Merujuk pada spesifikasi pekerjaan, Dinkes Batang Hari memborong 23 Paket Bidan Kit dengan kualitas wahid. Alat bedah kebidanan (Obstetric-Gynecologic General Manual Instrumen Gtm Ins05) ini mensyaratkan penggunaan material stainless steel berkualitas tinggi standar Eropa/Jerman.
Tak hanya itu, alat dengan dimensi P 30cm x L 36 cm x T 16 cm ini juga dilengkapi dengan boks instrumen khusus dan wajib memiliki garansi anti karat minimal 1 tahun.
Mengingat standarisasi alat kesehatan yang ketat, Dinkes Batang Hari tak menggunakan sistem lelang tender terbuka untuk proyek ini. Eksekusi pengadaan langsung dikebut menggunakan metode E-Purchasing melalui platform E-Katalog 6.0. Saat ini, pengerjaan proyek kategori belanja 'Barang' tersebut tercatat dalam status ON PROCESS.
Menariknya, meski mensyaratkan spesifikasi material setara baja Eropa/Jerman, dokumen pengadaan tetap mewajibkan alat-alat ini dirakit dan berstatus Produk Dalam Negeri (PDN), serta memprioritaskan keterlibatan Usaha Kecil atau Koperasi.
Proses pengadaan Bidan Kit ini benar-benar dikebut sejak awal tahun. Jadwal pemilihan penyedia hingga tanda tangan kontrak dijadwalkan rampung pada Januari hingga Februari 2026. Sementara pemanfaatan puluhan paket alat kebidanan canggih ini akan langsung disebar dan digunakan hingga Desember 2026.
Dengan masuknya 23 paket Bidan Kit senilai Rp 1,81 miliar ini, masyarakat Batang Hari tentu berharap kualitas pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan tingkat pertama semakin aman, higienis, dan profesional.(*)