Jelang Haji 2026, Kemenhaj Jambi Pastikan Makanan dan Asrama Jemaah Higienis

WIB
IST

Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jambi terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026, salah satu prioritas utama adalah memastikan kebersihan makanan dan gedung penginapan bagi jemaah.

Untuk memberikan jaminan kehigienisan makanan dan kebersihan gedung, Kanwil Kemenhaj dan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi menggelar Pembinaan dan Penyuluhan Personel Higiene bagi Penjamah Makanan dan Sanitasi Bangunan bagi Penanggung Jawab Gedung Asrama Haji, Kamis (30/4). Penyuluhan disampaikan oleh Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan BKK Jambi.

Peserta dan personel yang dilibatkan dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan dari Katering Merah Putih, Pengelola Kantin Dharma Wanita Kanwil Kemenhaj Jambi, serta Penanggung Jawab Gedung Penginapan Asrama Haji Jambi.

Kepala Kannwil Kemenhaj melalui Kabid Bina Haji dan Umrah, H. Majdi sangat mengapresiasi kegiatan pembinaan dan penyuluhan yang dilakukan oleh BKK Jambi. Ia menegaskan bila kebersihan makanan dan gedung menjadi perhatian utama dari Kemenhaj Jambi.

"Kita tentu sangat menginginkan kesehatan jemaah tidak terganggu, sehingga bisa menjalankan ibadah hajinya sampai ke tanah suci dengan keadaan sehat walafiat," kata H. Majdi.

Ia menekankan agar jemaah dilayani sebaik mungkin, sehingga penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan dengan lancar dan sukses.

"Layanilah dengan baik, yakinlah mereka tidak akan lupa untuk mendoakan kita menjadi pelayan yang baik dan semoga kita menyusul di tahun-tahun berikutnya untuk menjalankan ibadah haji, kata H. Majdi.

Plt Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi, dr Dewi Juliarta mengatakan, kegiatan ini memang diperuntukkan terutama bagi penjamah makanan, personel katering dan pengelola gedung di Asrama Haji Jambi.

"Kegiatan ini memang rutin tiap tahun, namun kita tetap memberikan informasi yang terbaru sambil diskusi," kata Dewi.

Kegiatan pembinaan ini antusias diikuti oleh seluruh peserta, salah satu yang dibahas terkait sertifikat higienis sanitasi baik untuk penjamah makanan maupun katering. Sebab sangat diperlukan untuk pengurusan izin katering, dan pemeriksaan kesehatan di laboratorium.

"Kita ingin memastikan makanan yang disajikan untuk jemaah memang higienis dan tidak menimbulkan penyakit, jadi kita ingatkan kembali pentingnya masalah kesehatan makanan," kata Dewi menegaskan.

Pembinaan yang diberikan mulai dari pembelian, pengolahan, penyajian hingga penyimpanan bahan makanannya. BKK memberi penekanan kebersihan bukan hanya dari sisi makanan, tetapi juga kebersihan penjamah makanan.

"Supaya hasil makanan yang tersaji untuk jemaah itu bersih dan bergizi, dan tidak menyebabkan diare berat yang bisa menunda perjalanan jemaah ke tanah suci," katanya.

Sementara untuk gedung, penekanan ada pada sarana air terutama ketersediaan dan kualitasnya. Lalu pengelolaan sampah dan kebersihan ruangan tidur serta kamar mandi.

"Setiap jemaah haji berganti, air juga diganti, kamar mandi jangan sampai licin karena bisa menyebabkan jemaah terpeleset dan cidera terutama yang lansia, sehingga tidak jadi berangkat," kata Dewi.

Kanwil Kemenhaj Jambi sendiri hingga hari pertama masuknya jemaah ke Asrama Haji Jambi awal Mei nanti, terus mematangkan berbagai persiapan, terutama kebersihan gedung penginapan untuk jemaah.

Sebagai informasi, pada Selasa, 05 Mei 2026, Kloter BTH 13 dengan jumlah 445 orang asal Kota Jambi merupakan kloter perdana yang akan masuk ke Asrama Haji Jambi, dan akan diberangkatkan ke Embarkasi Batam pada Rabu dini hari 06 Mei 2026. (*)

BeritaSatu Network