Jambi Mulai Unjuk Gigi! JBC Jadi Magnet Investasi dan Ikon Kemajuan Daerah

WIB
ist

JAMBI – Selama bertahun-tahun, masyarakat Jambi kerap harus melirik kota-kota besar seperti Jakarta atau daerah lain untuk merasakan atmosfer pusat bisnis modern dengan standar internasional.

Namun kini, narasi itu perlahan mulai berubah.

Kehadiran Jambi Business Center atau JBC bukan hanya menghadirkan deretan bangunan megah di tengah kota, tetapi juga mengubah cara masyarakat memandang masa depan Jambi sendiri.

Di mata banyak warga, JBC bukan lagi sekadar pusat perbelanjaan atau kawasan komersial biasa. Ia telah menjelma menjadi simbol perubahan—penanda bahwa Jambi mulai bergerak menuju era modernisasi ekonomi dan gaya hidup urban yang selama ini identik dengan kota-kota besar Indonesia.

Pemandangan di kawasan JBC hari ini berbeda jauh dibanding beberapa tahun lalu.

Arus kendaraan terus bergerak, tenant kuliner dipadati pengunjung, komunitas anak muda berkumpul hingga malam, sementara lampu-lampu modern memantulkan suasana yang sebelumnya jarang ditemukan di Kota Jambi.

Bagi sebagian warga, perubahan itu menghadirkan rasa bangga tersendiri.

“Dulu, kalau mau merasakan suasana business district yang modern, kita harus ke luar daerah. Sekarang, rasa bangga itu ada di tanah sendiri,” ujar Sutrisno, salah seorang warga lokal yang ditemui di kawasan JBC.

Menurutnya, JBC bukan hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga membangun kepercayaan diri masyarakat bahwa Jambi mampu berkembang dan tidak lagi tertinggal dari daerah lain.

“Melihat kemegahan JBC, saya merasa Jambi akhirnya punya ikon yang sepadan dengan ambisi besarnya. Ini adalah bukti bahwa kita sudah naik kelas,” tambahnya.

Secara konsep, JBC memang dirancang berbeda.

Kawasan integrated mixed-use itu memadukan area ritel, pusat bisnis, ruang publik, hiburan, hingga kawasan gaya hidup dalam satu ekosistem yang hidup hampir 24 jam.

Efeknya bukan hanya terasa secara visual, tetapi juga secara psikologis.

Masyarakat kini mulai terbiasa dengan ritme kota modern—nongkrong di ruang terbuka estetik, menghadiri event komunitas, menikmati tenant internasional, hingga melakukan aktivitas bisnis dalam satu kawasan terpadu.

Fenomena itu perlahan membentuk standar gaya hidup baru di Jambi.

Tidak sedikit warga yang mulai melihat JBC sebagai representasi kota modern yang selama ini hanya bisa mereka rasakan ketika berkunjung ke Jakarta, Bandung, atau Palembang.

Di balik kemegahan fisiknya, dampak ekonomi JBC juga mulai terasa nyata.

Banyak pelaku usaha lokal, tenant, hingga UMKM mulai memandang kawasan ini sebagai peluang baru untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Dengan arus pengunjung yang terus meningkat setiap hari, JBC dinilai menjadi salah satu titik perputaran ekonomi paling aktif di Kota Jambi saat ini.

Pengusaha muda, komunitas kreatif, hingga investor mulai melirik kawasan tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Berada di JBC memberikan satu perasaan pasti: masa depan ekonomi Jambi sudah dimulai di sini,” ujar salah seorang pelaku usaha muda.

Menurutnya, keberadaan JBC membuat masyarakat tidak perlu lagi keluar daerah untuk menikmati fasilitas modern dan peluang bisnis yang kompetitif.

“Tidak perlu lagi melirik kota lain untuk mencari kemewahan dan peluang usaha, karena di sini semuanya mulai tersedia dengan standar yang luar biasa,” katanya.

Bagi banyak pihak, JBC kini telah menjadi “wajah depan” Kota Jambi.

Ketika tamu dari luar daerah datang, kawasan inilah yang paling sering diperlihatkan sebagai simbol perubahan dan modernisasi daerah.

Hal itu memperlihatkan bahwa Jambi perlahan mulai membangun identitas baru sebagai kota berkembang yang siap bersaing di tingkat regional Sumatera.

Pengamat ekonomi menilai, kehadiran JBC dapat menjadi pemicu pertumbuhan sektor lain seperti pariwisata, kuliner, ekonomi kreatif, hingga investasi properti.

Namun di sisi lain, mereka juga mengingatkan bahwa pembangunan fisik harus diiringi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan ekonomi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

Hari ini, JBC bukan lagi sekadar proyek pembangunan.

Ia telah berubah menjadi simbol transformasi mental dan ekonomi masyarakat Jambi.

Dari kota yang dulu sering dianggap hanya sebagai “penonton”, Jambi mulai menunjukkan diri sebagai daerah yang siap menjadi “pemain” dalam persaingan ekonomi modern.

Dengan penyerapan tenaga kerja lokal yang terus tumbuh, meningkatnya aktivitas ekonomi, serta perubahan gaya hidup masyarakat urban, JBC kini menjadi detak jantung baru Kota Jambi.

Dan bagi banyak warga, kawasan itu bukan hanya tentang gedung dan bisnis.

Ia adalah simbol harapan baru bahwa Jambi akhirnya sedang bergerak menuju panggung yang lebih besar. (*)

BeritaSatu Network