JAMBI – Di tengah tingginya persaingan lapangan kerja dan tuntutan ekonomi masyarakat yang kian meningkat, Pemerintah Kota Jambi terus menunjukkan komitmennya menghadirkan solusi nyata bagi para pencari kerja melalui pelaksanaan Job Fair Kota Jambi Tahun 2026.
Agenda yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625 itu tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bentuk konkret kerja keras dan kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi bersama berbagai perusahaan dalam membuka akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Pelaksanaan Job Fair yang berlangsung selama dua hari, 20 hingga 21 Mei 2026, di Taman Banjuran Budayo itu mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, yang turun meninjau lokasi kegiatan pada Rabu siang (20/05/2026).
Sejak pagi, kawasan pelaksanaan dipadati ratusan pencari kerja yang datang untuk mencari peluang kerja dari puluhan perusahaan yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Tercatat sebanyak 44 perusahaan turut berpartisipasi, mulai dari perusahaan lokal hingga perusahaan yang membuka peluang kerja luar negeri.
Tak tanggung-tanggung, Job Fair Kota Jambi 2026 menyediakan total ribuan lowongan kerja. Sebanyak 876 lowongan tersedia untuk penempatan dalam negeri, kemudian 3.700 lowongan luar negeri melalui skema government to government (G2G), serta 900 lowongan melalui private to private (P2P).
Di sela peninjauan, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan agenda tersebut.
“ Tadi saya sudah mewawancarai langsung beberapa perusahaan, ada yang bergerak di bidang kesehatan, keuangan, kosmetik dan kuliner. Saya berterima kasih kepada pihak terkait yang mendukung program ini. Ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Jambi dalam menurunkan angka pengangguran terbuka,” ujar Maulana.
Wali Kota Maulana menegaskan, upaya menekan angka pengangguran di Kota Jambi tidak hanya dilakukan melalui kegiatan Job Fair tahunan, melainkan juga berjalan setiap hari melalui pelayanan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Jambi yang terus menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan.
“Sebetulnya program Job Fair ini berlangsung setiap hari di Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Jambi. Namun biasanya memang akan lebih ramai ketika dibuat kegiatan besar seperti saat ini,” tegasnya.
Selain membuka peluang kerja bagi masyarakat umum, Pemerintah Kota Jambi juga terus mendorong perusahaan agar memberikan kesempatan yang sama kepada penyandang disabilitas.
Menurut Maulana, sejumlah hotel dan restoran di Kota Jambi bahkan sudah mulai menerima tenaga kerja penyandang disabilitas dan menyediakan pelatihan khusus.
“Dibeberapa hotel dan restoran sudah ada yang menerima pekerjaan bagi penyandang disabilitas dan ada pelatihan khususnya. Tapi untuk hari ini nampaknya belum ada, mungkin besok disediakan karena memang tidak semua posisi bisa diisi oleh para penyandang disabilitas atau yang berkebutuhan khusus,” katanya.
Wali Kota Maulana juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap tenaga kerja disabilitas telah diatur dalam Undang-undang.
“Mereka juga dilindungi oleh Undang-undang. Dimana 5 persen dari pekerja di perusahaan tersebut harus mampu menyerap tenaga kerja penyandang disabilitas,” lanjut Maulana.
Di akhir peninjauan, Wali Kota Maulana berharap para pencari kerja, khususnya generasi muda, tidak mudah menyerah dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat.
“Tidak ada keberhasilan yang bisa dicapai tanpa kerja keras. Dengan Job Fair ini dapat memotivasi anak-anak muda untuk mencari pengalaman baru. Memang sebagian anak muda sekarang banyak yang memilih-milih kerja, maunya langsung kerja yang bagus tanpa kerja keras. Jangan patah semangat dan terus cari peluang,” pungkas Wali Kota Jambi.(*)