Tim SAR Temukan Bocah 7 Tahun dalam Kondisi Meninggal Usai Hanyut Terseret 2,5 Km di Parit Paal Merah

WIB
IST

Jambi - Bermain hujan berujung duka di Kota Jambi. Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun bernama Rafa, yang sebelumnya dilaporkan hanyut terbawa arus parit di Kecamatan Paal Merah, akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Korban ditemukan Tim SAR Gabungan pada Kamis (21/5/2026) pagi. Jasad Rafa ditemukan sejauh sekitar 2,5 kilometer dari lokasi awal dirinya hanyut.

Peristiwa nahas itu bermula pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, hujan lebat mengguyur kawasan Kecamatan Paal Merah II, Kota Jambi.

Rafa diketahui sedang bermain hujan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Namun, derasnya debit air membuat korban diduga tergelincir ke parit yang sedang meluap.

Arus air yang kuat kemudian menyeret tubuh bocah tersebut hingga korban hilang dari pandangan. Warga yang mengetahui kejadian itu sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun korban belum berhasil ditemukan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan atau SAR Jambi menerima laporan dari warga pada sore hari. Setelah menerima laporan, tim rescue langsung bergerak menuju lokasi kejadian di Kecamatan Paal Merah II.

Lokasi kejadian berada tidak terlalu jauh dari Kantor SAR Jambi. Tim membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk tiba di lokasi dan langsung melakukan pencarian awal bersama unsur terkait.

“Kami menerima informasi dari warga pada sore hari dan langsung menerjunkan tim rescue untuk melakukan upaya pencarian awal bersama unsur terkait,” ungkap Kepala Kantor SAR Jambi.

Pencarian yang dilakukan pada Rabu sore kemudian dilanjutkan pada Kamis pagi sejak pukul 05.30 WIB. Tim SAR Gabungan kembali menyisir jalur parit dan aliran air yang diduga menjadi lintasan korban terseret arus.

Dalam operasi pencarian itu, tim gabungan terdiri dari 12 personel Kantor SAR Jambi, Brimob Polda Jambi, Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPBD, serta masyarakat setempat.

Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran manual. Tim menyusuri aliran parit secara bertahap di tengah kondisi cuaca berawan.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 07.19 WIB, korban berhasil ditemukan. Namun, Rafa ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Setelah ditemukan, Tim SAR Gabungan langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah korban. Jasad Rafa kemudian dibawa dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi diusulkan ditutup pada pukul 08.00 WIB. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Peralatan penyelamatan yang digunakan dalam operasi tersebut, seperti rescue car, motor trail, dan alat evakuasi, juga dikembalikan setelah operasi dinyatakan selesai.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama para orang tua, agar lebih waspada saat cuaca ekstrem. Anak-anak diminta tidak dibiarkan bermain di sekitar parit, drainase, atau aliran air saat hujan deras.

Arus parit yang terlihat biasa dalam kondisi normal dapat berubah sangat berbahaya ketika hujan lebat. Debit air yang meningkat cepat bisa menyeret siapa pun, terutama anak-anak yang belum mampu menjaga keseimbangan di sekitar aliran deras.(*)

BeritaSatu Network