JAMBI – Wali Kota Jambi, Maulana, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tingkat Kota Jambi Tahun 2026, Kamis (21/05/2026), di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi.
Rakorda tersebut mengusung tema “Transformasi Program Bangga Kencana Mendukung Program Kota Jambi Bahagia dan Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” dengan melibatkan sekitar 100 peserta dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah, organisasi profesi, instansi vertikal, perguruan tinggi, sekolah, Kementerian Agama, penyuluh keluarga berencana hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pembangunan keluarga harus menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul di masa depan.
“Di Kota Jambi jumlah mereka sangat besar, sehingga pembangunan keluarga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Jambi Tahun 2025, jumlah penduduk Kota Jambi mencapai 649.260 jiwa dengan kepadatan rata-rata 3.781 jiwa per kilometer persegi. Kondisi itu dinilai membuat pembangunan keluarga menjadi salah satu fokus penting Pemerintah Kota Jambi.
Maulana menjelaskan, Program Bangga Kencana bukan hanya berbicara soal keluarga berencana, namun juga menyangkut investasi pembangunan manusia jangka panjang. Mulai dari perencanaan kehamilan sehat, pendampingan keluarga sejak dini, pencegahan stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), hingga peningkatan kualitas perempuan melalui pendidikan dan dunia kerja.
Menurutnya, dampak strategis program tersebut sangat besar dalam mendukung lahirnya generasi sehat, menekan angka stunting dan kemiskinan, sekaligus memperkuat daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam paparannya juga disebutkan bahwa Program Keluarga Berencana (KB) menjadi salah satu intervensi paling efektif, dimana setiap investasi satu rupiah pada Program KB dapat menghasilkan manfaat hingga 98 kali lipat bagi sektor kesehatan, pendidikan dan ekonomi.
Rakorda tersebut juga menjadi bagian dari penguatan arah transformasi Kemendukbangga/BKKBN Tahun 2025-2029 melalui lima program Quick Wins, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), hingga program Lansia Berdaya.
“Kita tahu semua bahwa pembangunan berbasis keluarga ini sangat linear dengan visi misi Kota Jambi Bahagia. Misalnya upaya kita untuk membuat lansia berdaya melalui program Lansia Bahagia, kemudian pencegahan stunting melalui berbagai aspek termasuk program Genting,” ucapnya.
Maulana juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi telah mengintegrasikan data ibu hamil, ibu menyusui dan balita dengan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini telah beroperasi.
“Data ibu hamil, ibu menyusui dan balita langsung dikoneksikan dengan SPPG, sehingga diharapkan mampu menurunkan angka stunting di Kota Jambi,” tambah Maulana.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Zamhari, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jambi atas komitmennya menjalankan pembangunan kependudukan yang terintegrasi.
“Program pembangunan kependudukan Kota Jambi sudah berjalan sangat baik. Melalui peta jalan pembangunan kependudukan, Kota Jambi mampu merancang pembangunan jangka panjang yang terintegrasi dengan program nasional dan Asta Cita Presiden,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan keluarga di Kota Jambi saat ini telah terkoneksi dengan berbagai sektor pembangunan lainnya.
“Kita tidak hanya berbicara bidang KB saja, tetapi seluruh aspek kehidupan kita kolaborasikan bersama di Kota Jambi,” katanya.
Sebelumnya, dalam laporan kegiatan, Vera Sofioni menjelaskan bahwa Rakorda dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2014.
Rakorda tersebut bertujuan memperkuat komitmen perangkat daerah dan mitra kerja dalam pelaksanaan program prioritas pembangunan keluarga, khususnya percepatan penurunan stunting melalui intervensi kepada ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Dalam laporan itu juga disampaikan bahwa optimalisasi pemenuhan gizi dilakukan melalui 43 SPPG dengan target penerima manfaat sebanyak 11.129 jiwa, terdiri dari 7.969 balita, 815 ibu hamil dan 2.304 ibu menyusui. Hingga saat ini, sebanyak 4.900 jiwa telah menerima bantuan.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Kota Jambi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi terkait pemanfaatan hak akses data Sistem Informasi Keluarga dalam rangka konektivitas Kota Jambi Satu Data.
Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kota Jambi dengan Institut Agama Islam Muhammad Azim Jambi terkait pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia.
Melalui Rakorda Program Bangga Kencana 2026 ini, Pemerintah Kota Jambi kembali menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan keluarga sebagai pondasi utama menciptakan masyarakat sehat, produktif, sejahtera dan bahagia menuju Indonesia Emas 2045.