Batang Hari – Belanja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari mulai bergerak cukup besar hingga Mei 2026.
Nilainya mencapai Rp7.646.644.713.
Angka itu berasal dari 5 paket pengadaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan - 1.01.2.22.0.00.01.0000, instansi Kabupaten Batanghari, tahun anggaran 2026.
Sumber dananya sama, APBD.
Metodenya juga sama, E-Purchasing melalui E-Katalog 6.0.
Jenis pengadaannya seluruhnya Barang. Status seluruh paket masih ON PROCESS. Sementara nilai Produk Dalam Negeri atau PDN tercatat sama persis dengan total nilai belanja, yakni Rp7.646.644.713.
Artinya, dalam data ini, belanja Disdikbud Batang Hari hingga Mei 2026 tercatat 100 persen PDN.
Ini menarik.
Karena hampir seluruh belanja yang tercatat mengarah pada kebutuhan alat peraga pendidikan. Ada alat peraga komprehensif dan informatif SD. Ada alat peraga komprehensif dan informatif SMP. Ada modul percobaan fisika. Ada alat peraga IPBA informatif SD. Lalu ada satu paket untuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan objek pemajuan lembaga adat.
Paket terbesar dalam data realisasi belanja Disdikbud Batang Hari adalah Pengadaan Alat Peraga Modul Percobaan Fisika.
Penyedianya SRIKANDI BANDHAWA JAYA.
Nilainya Rp2.862.000.015.
Paket ini memiliki Kode Paket 01KHQV7QPBWZY62VPH8X0NEAWJ dan Kode RUP 65480317. Sumber transaksi E-Katalog 6.0, sumber dana APBD, metode pengadaan E-Purchasing, jenis pengadaan Barang, dan status paket ON PROCESS.
Nilai paket ini mengambil porsi sekitar 37,43 persen dari total belanja Disdikbud Batang Hari yang tercatat.
Dengan kata lain, lebih dari sepertiga belanja dalam data ini terserap hanya untuk satu paket: alat peraga modul percobaan fisika.
Fisika memang pelajaran yang tidak cukup dijelaskan dengan kata-kata.
Ia butuh percobaan. Butuh alat. Butuh pembuktian. Anak-anak harus melihat, menyentuh, mencoba, gagal, lalu paham.
Tapi karena nilainya besar, publik tentu berharap alat peraga itu benar-benar sampai ke sekolah, benar-benar dipakai, dan benar-benar membantu proses belajar.
Paket terbesar kedua adalah Pengadaan Alat Peraga Komprehensif dan informatif SD.
Penyedianya TEMAN TERBAIK INDONESIA.
Nilainya Rp2.099.999.998.
Paket ini memiliki Kode Paket 01KH8M4GBXY38PXGY2BPND2QXZ dan Kode RUP 65472290. Sama seperti paket lainnya, sumber transaksinya E-Katalog 6.0, sumber dana APBD, metode pengadaan E-Purchasing, jenis pengadaan Barang, status paket ON PROCESS, dan nilai PDN tercatat sama dengan total nilai.
Paket ini menyerap sekitar 27,46 persen dari total belanja.
Jika paket fisika adalah belanja terbesar, paket alat peraga SD ini menjadi pilar besar berikutnya.
SD adalah fondasi. Di sana anak-anak pertama kali belajar membaca dunia. Maka alat peraga bukan sekadar barang. Ia bisa menjadi jembatan antara pelajaran dan imajinasi.
Namun lagi-lagi, barang pendidikan harus jelas jejaknya.
Dibeli apa. Untuk sekolah mana. Berapa unit. Kualitasnya seperti apa. Dipakai atau hanya disimpan di gudang.
Pertanyaan seperti itu wajar. Karena uangnya uang APBD.
Paket ketiga adalah Pengadaan Alat Peraga IPBA informatif SD.
Penyedianya AMANAH.
Nilainya Rp1.472.000.009.
Paket ini memiliki Kode Paket 01KHX27P957EPDCCKS6DGW8F54 dan Kode RUP 65472959. Sumber transaksi E-Katalog 6.0, sumber dana APBD, metode pengadaan E-Purchasing, jenis pengadaan Barang, status paket ON PROCESS, dan nilai PDN Rp1.472.000.009.
Paket ini menyerap sekitar 19,25 persen dari total belanja.
IPBA biasanya berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa. Materi seperti ini sulit hidup jika hanya diterangkan lewat teks.
Anak-anak perlu alat bantu. Perlu model. Perlu visual. Perlu alat yang membuat langit, bumi, cuaca, ruang, dan gejala alam terasa lebih dekat.
Di sini belanja alat peraga menjadi penting.
Tapi yang lebih penting: pemanfaatannya.
Jangan sampai alat peraga hanya indah saat pengadaan, tetapi tidak bergerak di ruang belajar.
Paket berikutnya adalah Pengadaan Alat Praga Komprehensif dan Informatif SMP.
Penyedianya GRAHA MULIA UTAMA.
Nilainya Rp1.057.499.991.
Paket ini tercatat dengan Kode Paket 01KJ74F9E4QYDF6K9FKYZEGR3A dan Kode RUP 65484063. Sumber transaksi E-Katalog 6.0, sumber dana APBD, metode pengadaan E-Purchasing, jenis pengadaan Barang, status paket ON PROCESS, dan nilai PDN Rp1.057.499.991.
Paket ini mengambil porsi sekitar 13,83 persen dari total belanja.
Ada catatan kecil pada nama paket dalam data: tertulis “Alat Praga”, bukan “Alat Peraga”. Bisa jadi ini hanya kesalahan ketik dalam input sistem.
Namun kesalahan kecil dalam penulisan dokumen tetap penting diperhatikan. Karena dalam pengadaan pemerintah, kerapian data adalah bagian dari transparansi.
Selain belanja alat peraga sekolah, ada satu paket yang berbeda arah.
Paket itu adalah Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan Objek Pemajuan Lembaga Adat.
Penyedianya SUMBER REZEKI FAJAR.
Nilainya Rp155.144.700.
Paket ini memiliki Kode Paket 01KRZ2304H78ATS4TJ48ZQ3V4B dan Kode RUP 66719621. Sumber transaksinya E-Katalog 6.0, sumber dana APBD, metode pengadaan E-Purchasing, jenis pengadaan Barang, status ON PROCESS, dan nilai PDN Rp155.144.700.
Nilainya memang paling kecil dibanding empat paket lainnya. Persentasenya hanya sekitar 2,03 persen dari total belanja.
Namun paket ini menarik karena berada di irisan pendidikan dan kebudayaan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak hanya mengurus sekolah. Ia juga memegang urusan kebudayaan. Termasuk pelindungan dan pengembangan objek pemajuan lembaga adat.
Berikut rincian lengkap belanja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari hingga Mei 2026:
| No | Kode Paket | Kode RUP | Tahun | Sumber Transaksi | Sumber Dana | Penyedia | Metode | Jenis | Nama Paket | Status | Total Nilai | Nilai PDN |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 01KHQV7QPBWZY62VPH8X0NEAWJ | 65480317 | 2026 | E-Katalog 6.0 | APBD | SRIKANDI BANDHAWA JAYA | E-Purchasing | Barang | Pengadaan Alat Peraga Modul Percobaan Fisika | ON PROCESS | Rp2.862.000.015 | Rp2.862.000.015 |
| 2 | 01KH8M4GBXY38PXGY2BPND2QXZ | 65472290 | 2026 | E-Katalog 6.0 | APBD | TEMAN TERBAIK INDONESIA | E-Purchasing | Barang | Pengadaan Alat Peraga Komprehensif dan informatif SD | ON PROCESS | Rp2.099.999.998 | Rp2.099.999.998 |
| 3 | 01KHX27P957EPDCCKS6DGW8F54 | 65472959 | 2026 | E-Katalog 6.0 | APBD | AMANAH | E-Purchasing | Barang | Pengadaan Alat Peraga IPBA informatif SD | ON PROCESS | Rp1.472.000.009 | Rp1.472.000.009 |
| 4 | 01KJ74F9E4QYDF6K9FKYZEGR3A | 65484063 | 2026 | E-Katalog 6.0 | APBD | GRAHA MULIA UTAMA | E-Purchasing | Barang | Pengadaan Alat Praga Komprehensif dan Informatif SMP | ON PROCESS | Rp1.057.499.991 | Rp1.057.499.991 |
| 5 | 01KRZ2304H78ATS4TJ48ZQ3V4B | 66719621 | 2026 | E-Katalog 6.0 | APBD | SUMBER REZEKI FAJAR | E-Purchasing | Barang | Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan Objek Pemajuan Lembaga Adat | ON PROCESS | Rp155.144.700 | Rp155.144.700 |
| Total | Rp7.646.644.713 | Rp7.646.644.713 |
Dari lima paket itu, empat paket berkaitan langsung dengan alat peraga pendidikan.
Total nilainya mencapai Rp7.491.500.013.
Artinya, sekitar 97,97 persen belanja Disdikbud Batang Hari dalam data ini diarahkan untuk pengadaan alat peraga pendidikan.
Sementara paket pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan objek pemajuan lembaga adat senilai Rp155.144.700 mengambil porsi sekitar 2,03 persen.
Berikut komposisinya:
| Kelompok Belanja | Jumlah Paket | Total Nilai | Persentase |
|---|---|---|---|
| Pengadaan alat peraga pendidikan | 4 paket | Rp7.491.500.013 | 97,97% |
| Pemajuan lembaga adat | 1 paket | Rp155.144.700 | 2,03% |
| Total | 5 paket | Rp7.646.644.713 | 100% |
Angka ini menunjukkan arah belanja yang sangat jelas, pengadaan alat peraga menjadi fokus utama.
Ini bisa dibaca positif jika barang benar-benar dibutuhkan sekolah dan digunakan dalam pembelajaran.
Namun publik juga layak mengawal. Karena alat peraga pendidikan sering kali rawan menjadi belanja yang indah dalam katalog, tetapi lemah dalam pemanfaatan jika distribusi, pelatihan guru, dan pengawasan tidak berjalan.
Barang bisa dibeli. Tapi manfaat harus dibuktikan.
Sejumlah warga berharap belanja alat peraga senilai miliaran rupiah ini benar-benar memberi manfaat bagi sekolah di Batang Hari.
Salah seorang warga Batang Hari, Rusdi, mengatakan pengadaan alat peraga pendidikan harus dikawal sampai ke ruang kelas.
“Kami tentu senang kalau sekolah-sekolah mendapat alat peraga. Tapi jangan hanya berhenti di pembelian. Barangnya harus sampai ke sekolah, dipakai guru, dan bermanfaat untuk anak-anak,” ujarnya.
Warga lainnya, Minah, menilai belanja pendidikan harus lebih transparan, terutama menyangkut sekolah penerima dan jenis barang yang dibeli.
“Kalau nilainya miliaran, masyarakat perlu tahu sekolah mana saja yang menerima, berapa unit, dan seperti apa alatnya. Jangan sampai barang ada, tapi tidak jelas pemanfaatannya,” katanya.
Sementara itu, seorang wali murid berharap pengadaan alat peraga tidak hanya menyasar sekolah tertentu.
“Harapan kami pembagiannya merata. Sekolah di desa juga butuh. Jangan hanya sekolah yang dekat kota saja yang lengkap,” ujarnya.(*)