Bungo – Tender ulang proyek Rekonstruksi Jalan Paket III di Kabupaten Bungo akhirnya menetapkan CV Azka Jaya Mandiri sebagai pemenang.
Proyek ini bernilai pagu Rp4.502.864.800. Nilai HPS-nya Rp4.502.797.615.
Sumber dananya APBD 2026.
Kode tendernya 10136283000. Kode RUP-nya 66910541.
Paket ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bungo. Jenis pengadaannya pekerjaan konstruksi. Metode pengadaannya Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur.
Tender ini tidak menggunakan Reverse Auction.
Saat ini, tahapan tender sudah masuk Masa Sanggah.
Yang menarik, ini bukan tender pertama.
Sebelumnya, tender proyek ini sempat gagal. Alasannya tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran.
Dalam tender sebelumnya, CV Azka Jaya Mandiri juga menjadi penawar tunggal. Namun perusahaan ini tidak lolos evaluasi. Tender pun dibatalkan.
Kini, setelah tender diulang, CV Azka kembali masuk. Kembali menjadi satu-satunya peserta yang benar-benar menawar. Dan kali ini, CV Azka ditetapkan sebagai pemenang.
Harga penawarannya Rp4.473.566.930,82.
Harga terkoreksi juga Rp4.473.566.930,82.
Harga negosiasi pun sama: Rp4.473.566.930,82.
Dalam hasil evaluasi Pokja, terdapat 9 peserta yang tercatat mengikuti tender ulang ini.
Namun hanya CV Azka Jaya Mandiri yang memasukkan penawaran harga.
Delapan peserta lainnya tercatat sebagai peserta, tetapi tidak terlihat mengajukan harga penawaran dalam data evaluasi.
Pola ini kembali memunculkan pertanyaan.
Tender terbuka. Peserta ada sembilan. Tapi yang benar-benar bertanding hanya satu.
Seolah gelanggang dibuka ramai-ramai, tetapi hanya satu yang masuk lintasan.
Rincian Tender
| No | Uraian | Detail |
|---|---|---|
| 1 | Kode Tender | 10136283000 |
| 2 | Nama Tender | Rekonstruksi Jalan Paket III Tender Ulang |
| 3 | Alasan Diulang | Tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran |
| 4 | Kode RUP | 66910541 |
| 5 | Nama Paket | Rekonstruksi Jalan Paket III |
| 6 | Sumber Dana | APBD |
| 7 | Uraian Singkat | LINGKUP PEKERJAAN.pdf |
| 8 | Tanggal Pembuatan | 13 Mei 2026 |
| 9 | Tahap Saat Ini | Masa Sanggah |
| 10 | K/L/PD | Kabupaten Bungo |
| 11 | Satuan Kerja | Dinas PUPR Kabupaten Bungo |
| 12 | Jenis Pengadaan | Pekerjaan Konstruksi |
| 13 | Metode | Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur |
| 14 | Reverse Auction | Tidak menggunakan Reverse Auction |
| 15 | Tahun Anggaran | APBD 2026 |
| 16 | Nilai Pagu | Rp4.502.864.800 |
| 17 | Nilai HPS | Rp4.502.797.615 |
| 18 | Jenis Kontrak | Gabungan Lumsum dan Harga Satuan |
Proyek ini menyasar dua ruas jalan di Kabupaten Bungo.
| No | Ruas Jalan | Lokasi |
|---|---|---|
| 1 | Jalan Padang Lalang - Sekampil | Bungo |
| 2 | Jalan Rantau Asam - Batu Kerbau | Bungo |
Dua ruas ini bukan sekadar titik di dokumen tender.
Bagi warga, jalan adalah akses kebun. Akses sekolah. Akses pasar. Akses ekonomi. Akses menuju layanan publik.
Karena itu, proses tendernya ikut penting. Jalan yang dibangun dari proses yang sepi kompetisi akan selalu mengundang pertanyaan.
Berdasarkan data pemenang, CV Azka Jaya Mandiri beralamat di Desa Koto Dua Baru Semurup, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, Jambi.
| No | Uraian | Detail |
|---|---|---|
| 1 | Nama Pemenang | CV Azka Jaya Mandiri |
| 2 | Alamat | Desa Koto Dua Baru Semurup, Kec. Air Hangat, Kerinci |
| 3 | NPWP | 00*9**6****33**0 |
| 4 | Harga Penawaran | Rp4.473.566.930,82 |
| 5 | Harga Terkoreksi | Rp4.473.566.930,82 |
| 6 | Harga Negosiasi | Rp4.473.566.930,82 |
Jika dibandingkan dengan HPS Rp4.502.797.615, penawaran CV Azka hanya lebih rendah sekitar Rp29.230.684,18.
Secara persentase, penawaran itu turun sekitar 0,65 persen dari HPS.
Angka ini tidak otomatis salah.
Namun dalam tender dengan satu penawar aktif, selisih yang sangat tipis dari HPS selalu layak dicermati. Pokja perlu memastikan kewajaran harga, volume pekerjaan, harga satuan, alat, tenaga, metode pelaksanaan, serta kemampuan penyedia benar-benar diuji.
Hasil Evaluasi Pokja
| No | Peserta | Hasil Evaluasi |
|---|---|---|
| 1 | CV Azka Jaya Mandiri | Menawar Rp4.473.566.930,82. Harga terkoreksi Rp4.473.566.930,82. Harga negosiasi Rp4.473.566.930,82. Menjadi pemenang |
| 2 | CV Fajar Baru & CO | Tidak tercatat harga penawaran |
| 3 | CV Tekad Maju Bersama | Tidak tercatat harga penawaran |
| 4 | CV Tirta Synergi Utama | Tidak tercatat harga penawaran |
| 5 | Sayna Arisya Persada | Tidak tercatat harga penawaran |
| 6 | CV Daeng Siginjai 9 | Tidak tercatat harga penawaran |
| 7 | PT Sekanthi | Tidak tercatat harga penawaran |
| 8 | CV Lumbung Agroendo | Tidak tercatat harga penawaran |
| 9 | CV Dita Kontraktor | Tidak tercatat harga penawaran |
Tender ulang ini menjadi menarik karena sebelumnya proyek yang sama sempat gagal.
Dalam tender awal, CV Azka juga menjadi penawar tunggal. Namun perusahaan tersebut tidak lulus evaluasi administrasi. Tender dibatalkan karena tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran.
Setelah itu tender kembali dibuka.
Hasilnya, pola yang muncul hampir sama: peserta tercatat ada beberapa, tetapi hanya CV Azka yang benar-benar memasukkan harga.
Bedanya, kali ini CV Azka lolos dan menjadi pemenang.
Situasi ini memunculkan sejumlah pertanyaan publik.
Apa yang berubah dari tender pertama ke tender ulang?
Apakah dokumen CV Azka yang sebelumnya menjadi penyebab gugur sudah diperbaiki?
Mengapa peserta lain tetap tidak mengajukan penawaran?
Apakah syarat tender membuat peserta lain mundur?
Atau peserta lain memang hanya mendaftar tanpa niat bertanding?
Pertanyaan-pertanyaan itu penting karena tender ulang seharusnya membuka kompetisi baru. Bukan mengulang pola lama dengan pemain aktif yang sama.
Nama CV Azka dan Haji Andi
Di kalangan pelaku jasa konstruksi, CV Azka Jaya Mandiri kerap dikaitkan dengan nama seorang kontraktor besar asal Kerinci, yang dikenal dengan sapaan Haji Andi.
Kaitan itu menjadi bagian dari pembicaraan di lapangan.
Namun sampai berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari CV Azka Jaya Mandiri maupun pihak yang disebut-sebut tersebut mengenai hubungan langsung, struktur kepemilikan, atau afiliasi usaha di balik perusahaan ini.
Namun secara jurnalistik, isu ini tetap menarik karena perusahaan dari Kerinci ini memenangkan proyek jalan di Kabupaten Bungo dengan nilai Rp4,47 miliar setelah sebelumnya sempat gagal di tender awal.
Apalagi, tender ulang tersebut kembali berlangsung dengan satu penawar aktif.
Dalam dunia pengadaan, nama besar kontraktor di balik sebuah perusahaan sering menjadi perbincangan. Bukan karena otomatis salah. Tetapi karena publik ingin tahu siapa aktor sebenarnya, bagaimana rekam jejaknya, dan apakah perusahaan benar-benar memiliki kemampuan teknis untuk mengerjakan proyek.
Sejumlah warga Bungo berharap proyek ini benar-benar menghasilkan jalan yang berkualitas.
Seorang warga, Subhan, mengatakan jalan Padang Lalang-Sekampil dan Rantau Asam-Batu Kerbau merupakan akses penting bagi masyarakat.
“Kalau jalan diperbaiki, warga pasti senang. Tapi prosesnya juga harus jelas. Kalau tendernya diulang tapi yang menawar tetap satu, wajar masyarakat bertanya,” ujarnya.
Warga lainnya, Minudin, meminta Dinas PUPR dan Pokja tidak hanya fokus pada kelengkapan dokumen, tetapi juga memastikan kualitas pekerjaan di lapangan.
“Jangan sampai tender selesai, kontrak jalan, tapi hasilnya cepat rusak. Uang Rp4,5 miliar itu besar. Yang penting jalan benar-benar kuat dan bermanfaat,” katanya.
Warga lain menyoroti harga penawaran yang dekat dengan HPS.
“Kalau cuma turun sedikit dari HPS dan pesertanya satu, harus benar-benar dicek harga satuannya. Jangan sampai tidak ada efisiensi,” ujarnya.(*)