JAMBI – Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur terlihat di Kelurahan Murni, Kecamatan Danau Sipin, Sabtu (20/6/2026). Seluruh Ketua Rukun Tetangga (RT) se-Kelurahan Murni berkumpul dalam kegiatan syukuran sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas terlaksananya Program Kampung Bahagia yang digagas Pemerintah Kota Jambi.
Bagi warga, Program Kampung Bahagia bukan sekadar program pembangunan. Lebih dari itu, program tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong sekaligus menentukan sendiri kebutuhan prioritas di lingkungan masing-masing.
Kegiatan syukuran itu turut dihadiri langsung Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha. Dalam kesempatan tersebut, keduanya menyerahkan manfaat Program Kampung Bahagia secara simbolis kepada para Ketua RT yang telah melaksanakan program di wilayahnya masing-masing.
Tak hanya itu, momen tersebut juga dirangkai dengan peluncuran Program Operator Pengumpulan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) yang ditandai dengan pemasangan stiker pada kendaraan operasional pengangkut sampah.
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, Program Kampung Bahagia lahir dari semangat pemerataan pembangunan hingga ke tingkat lingkungan terkecil, yakni RT. Pembangunan tidak harus selalu dimulai dari proyek-proyek besar, tetapi bisa dimulai dari kebutuhan nyata masyarakat yang dirumuskan dan dikerjakan secara bersama-sama.
"Program Kampung Bahagia hadir sebagai solusi agar seluruh RT di Kota Jambi mendapatkan sentuhan pembangunan. Pada tahap pertama tahun ini, sebanyak 796 RT menjalankan program tersebut," ujar Maulana.
Khusus untuk wilayah Simpang IV Sipin, kata Maulana, Pemerintah Kota Jambi juga mulai memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui penyediaan armada OPBM.
"Di wilayah Simpang IV Sipin telah tersedia 10 gerobak motor yang akan beroperasi secara bertahap untuk melayani pengangkutan sampah dari rumah ke rumah," jelasnya.
Maulana menilai keberhasilan Program Kampung Bahagia tidak terlepas dari kuatnya budaya gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat Kota Jambi. ia mengajak seluruh warga untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian sosial sebagai modal utama dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
"Semangat gotong royong harus terus dilestarikan agar masyarakat tidak kehilangan kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan di wilayah masing-masing. Dengan kebersamaan, Kota Jambi akan semakin maju," katanya.
Selain pembangunan fisik, Maulana juga mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah dari rumah tangga. Menurutnya, langkah sederhana tersebut memiliki dampak besar terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mampu meningkatkan nilai ekonomi sampah.
Wali Kota Jambi Maulana, mengaku bangga melihat capaian Program Kampung Bahagia di Kelurahan Murni yang dinilai berjalan sangat baik dan bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Berbagai kebutuhan masyarakat berhasil diwujudkan melalui program tersebut, mulai dari pembangunan infrastruktur lingkungan, pemasangan CCTV, pengadaan tenda dan kursi untuk kegiatan warga, hingga pembangunan pendopo sebagai pusat aktivitas masyarakat.
"Hasilnya sangat baik. Berbagai kebutuhan masyarakat dapat diwujudkan melalui program ini, mulai dari pembangunan infrastruktur lingkungan, pemasangan CCTV, pengadaan tenda dan kursi, hingga pembangunan pendopo," ungkapnya.
Bagi warga Kelurahan Murni, keberhasilan Program Kampung Bahagia menjadi bukti bahwa pembangunan akan lebih cepat dirasakan ketika pemerintah dan masyarakat berjalan beriringan. Melalui semangat gotong royong yang terus dijaga, Program Kampung Bahagia tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Kota Jambi.(*)